Tak terasa akan terjadi pergantian pimpinan di provinsi tercinta ini. Pilihan gubernur dan wakil gubernur akan terjadi di pesta demokrasi tahun ini. Beberapa pasangan calon telah mendaftar di KPU Provinsi Kaltim. Saat ini pun spanduk sudah banyak terpasang dimana-mana. Tak ayal lagi kampanye akan segera di mulai. Janji-janji akan segera di ikrarkan kepada masyarakat. Visi-misi dikumandangkan saat kampanye namun jangan sampai janji yang di sebutkan di masyarakat menjadi angin lalu saja. Saat ini masyarakat sudah pandai memilih pasangan yang pas buat Kaltim. tentunya dengan menilai kredibiltasnya, elektabilitasnya, bebas korupsi dan tentunya adanya perubahan yang dilakukan oleh pimpinan terdahulu di kota/kabupaten yang dipimpinnya. Ada beberapa yang penulis soroti terutama di wilayah Samarinda. Berikut hal-hal yang perlu diperbaiki di kota Samarinda karena menjadi ibu kota provinsi Kalimantan Timur dan gubernur yang terpilih nanti akan sering melintasi kota Samarinda.
- Masalah Banjir
Masalah banjir yang tidak ada henti-hentinya. Masih menjadi kegalauan bagi warga kota Tepian. Daerah yang sering banjir diantaranya, simpang 4 Sempaja, jalan Aw.Syahranie, jalan DI.Panjaitan, Jalan Remaja, daerah Mugirjo, Simpang 3 Suryanata, Jalan Antasari. Memang masalah ini terjadi karena bencana alam namun kita sebagai warga yang baik harusnya menyadari dari diri sendiri untuk membuang sampah ke tempat sampah bukan dibuang ke sungai dan parit-parit yang ada di sepanjang jalan. Kemudian, dari dinas terkait bisa lebih kreatif untuk mengajak masyarakat memungut sehelai sampai. Adakan saja event memungut sampah 1 orang 1 helai sambil jalan santai. Namun, even jalan santai saat ini hanya jalan santai saja dan adanya undian berhadiah. Setelah kegiatan jalan santai selesai sampah banyak berserakan. Jadi kotor lagi lingkungannya. Penulis heran, apakah sudah tidak ada kesadaran di dalam diri masyarakat? Ketahuilah bahwa sampah adalah hak yang harus dipertanggungjawabkan secara pribadi karena sampah/bungkus makanan,minuman yang digunakannya telah menjadi milik individu itu sendiri. Hilangkanlah mind set bahwa ada petugas yang menyapu jalanan dari dinas terkait. Masa menjaga kebersihan kota ini hanya ditangan para petugas itu? Seharusnya kita semua sebagai warga Samarinda yang turut serta dalam menjaga kota ini. Hilangkan berfikir negatif yang hanya menyalahkan pemerintah, mengoreksi diri sendiri dan tanyakan kepada diri sendiri, apa kontribusimu untuk kota ini?.
- Masalah Juru Parkir Liar (Jukilar)
Pengamatan penulis, masih banyak juru parkir liar yang meminta uang parkir ke masyarakat. Entah itu di dekat Mesin ATM, di tempat hiburan rekreasi dan di warung-warung makan yang warung makannya sudah ada tulisan "Parkir Gratis". Warga bisa resah dan gelisah dengan keberadaan tukang parkir yang tidak jelas ini. Solusinya adalah sediakan orang-orang yang terpilih dan mendata lokasi yang memang jelas penempatan juru parkir tersebut. Juru parkir ini yang sudah diverifikasi oleh pemerintah dan memang layak. Juru parkir yang telah terpilih di tempatkan di wilayah kerjanya. Jika pengelolanya tepat sasaran maka akan menambah pendapatan daerah itu sendiri.
- Balapan Liar (Baliar)
Pengalaman penulis sendiri saat mengata Ibu menunju travel. Penulis melewati jalan DI Panjaitan sampai jalan Ruhui Rahayu, banyak sekali anak-anak muda yang perempuan dan laki-laki yang ikut balapan liar. Tak hanya 5 motor saja bahkan sampai 10 motor lebih. Tidak menggunakan helm. Melihar fenomena ini penulis berfikir bahwa generasi muda akan rusak jika pemudanya seperti ini. Memang negeri ini sudah merdeka tanpa di jajah lagi oleh negara lain "tidak penjajahan fisik" maksudnya. Namun negeri ini sedang di jajah baik dari segi anak muda, pemikiran radikalisme, separatisme, narkoba untuk merusak mental anak bangsa. Jangan sampai di masa depan anak muda mendapat julukan "Linglung" karena telah terkontaminasi narkoba. Solusinya adalah peran orang tua sangat diperlukan dalam menjaga anak-anaknya, karena orang tua adalah pendidikan pertama yang diberikan kepada anaknya. Selalu aktif berkomunikasi dengan anak sesibuk apapun pekerjaan dikantor, tanpa mengabaikan. Misalnya bertanya hal-hal tentang nilai di sekolah, memerika apakah ada PR dari sekolah dan lain-lain yang membuat anak merasa diperhatikan. Memberikan uang kepada anak untuk apa saja boleh-boleh saja, namun perlunya batasan-batasan untuk apa uang digunakan.
- Masalah Rambu-Rambu Lalu Lintas
Perlu adanya teknisi yang secara rutin memeriksa lampu rambu-rambu lalu lintas. Contohnya saja di simpang 4 jalan PM Noor, sudah lama mati dan belum ada perbaikan. Ini sangat berbahaya sekali. Bisa terjadi kecelakaan. Untuk dinas terkait tolong diperhatikan untuk rambu-rambu lalulintas ini.
- Masalah Penerangan Jalan
Jalan gelap gulita terutama di jalan menuju Mangkupalas, dan Palaran. Perlu dicek untuk penambahan lampu. Gunakan saja lampu tenaga surya. Menghemat energi dan masyarakat bisa menikmati penerangan jalan. Daerah yang tidak ada penerangan akan rawan sekali terhadap kejahatan.
Itulah masalah-masalah yang penulis rangkum dalam tulisan ini. Mengenai Pilgub dan Wagub, pesan penulis kepada pemimpin yang nanti terpilih:
- Jangan kecewakan masyarakat dengan janji yang diucapkan pada saat kampanye. Bukannya janji adalah hutang?. Allah Swt berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui." (QS. al-Anfal: 27). Penulis tekankan sekali lagi, bahwa dunia ini hanya sementara, memimpin bisa terpilih 2 periode namun hidup di dunia hanya sekali. Jika amanah telah sampai di pundak Gubernur dan Wakilnya, jalankan lah amanah dengan sebaik-baiknya. 2 pintu hanya ada pilihan "masuk Surga atau masuk Neraka". Berada di jalan yang lurus maka akan berada dipintu Surga dan tindakan tidak jujur, menipu dan hal buruk lainnya pintu Neraka terbuka. Semua kembali kepada kehendak Allah SWT. Allah maha baik dan menyukai yang baik-baik.
- Jangan Korupsi,Pak. Kasian rakyat kalau bapak yang telah terpilih malah korupsi. Sama saja bapak mencuri. Apalagi mencurinya secara jama'ah pak. Bahaya bagi kondisi kejiwaan Bapak, jika sampai mencuri seperti itu. Simak kisah ini pak di zaman rasulullah karena mengambil ranting kayu tetangga untuk tusuk gig, seorang yang meninggal itu tersiksa di alam kubur. Bayangkan saja hal sepele" HANYA TUSUK GIGI" menjadi hambatan di alam kubur. Apalagi pak, sampai mengambil uang ratusan juta, milyaran, bahkan sampai triliunan. Makin susah pak di alam kubur.
- Lebih dekat dengan rakyat. Pak, perhatikan rakyat Kaltim. Jadilah teladan seperti cara memimpin Rasulullah dan sahabat-sahabatnya. Jangan sampai ada rakyat yang kelaparan pak. bertindak adil lah dengan rakyat, jangan mau terima suap karena melegalkan suatu proyek. Bukannya menerima suap itu haram? tindakan tidak etis. Apalagi sampai uang haram digunakan untuk keluarga, sampai darah dan daging?
- Intinya dalam pembahasan pesan ini, kembali ke etika dalam memimpin pak. Jangan sampai warga Kaltim merasa "SALAH PILIH" pemimpin setelah merasakan kepemimpinan Bapak yang telah berjalan. Walaupun background bapak telah memiliki "Jam Terbang" atau pengalaman dalam memimpin suatu daerah, namun kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi di masa lalu tidak terulang kembali di kepemimpinan tahun 2018-2023.
- Etika kampanye, pak boleh saja kampanye dengan menyuarakan visi-misi. Namun, tetap beretika sehingga tidak ada "Black campaign" untuk menjatuhkan lawan. Bertindak jujurlah dalam pesta demokrasi ini. Tidak ada politik uang (Money Politic) yang dibagikan kepada masyarakat. Saat ini masyarakat sudah pandai menilai pemimpin pak. Jika masyarakat sampai menerima "amplop" mereka akan berfikir, mereka sedang tidak dihargai karena kesannya calon pemimpin yang membagi-bagikan "amplop" membeli hak suara mereka dan pemimpin tidak percaya diri untuk menjadi pemimpin.
- Lebih peka terhadap keluhan masyarakat pak. Jangan sampai keluhan-keluhan masyarakat hanya ditampung saja tanpa ada solusi. Pemimpin yang hebat dan bermartabat tanggap terhadap segala keluhan masyarakatnya. Jangan hanya dialog saja dengan masyarakat tanpa ada bukti yang terealisasi dari keluhan-keluhan yang disampaikan.
- Masalah jalan-jalan rusak di jalan menuju Bontang, Sangata, Muara Wahau, Berau. Muara Bengkal, tolong diperhatikan pak. Jangan sampai karena jalur transportasi rusak parah menghambat roda perekonomian masyarakat. Sarana dan prasarana terutama perbaikan jalan menjadi fokus Bapak.
- Putuskan izin pertambangan kepada perusahaan yang ilegal dan legal yang tidak mematuhi peraturan mengenai lingkungan. Kasian kan pak, lingkungan rusak, hutan gundul, tanah gersang, bekas lahan batubara yang direklamasi saja tidak merata. Bagaimana nasib provinsi ini, jika sumber daya alam dikuras habis namun perbaikan tidak seimbang dengan hasil yang dikeruknya. Bertindaklah tegas namun berwibawa pak.
- Perhatian daerah perbatasan pak, terutama yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Warga mengeluh harga sembako mahal akhirnya menerima pasokan sembako dari negeri tetangga, dan uang rupiah dan mata uang milik negara tetangga bebas digunakan bertransaksi sehari-hari. Ini bisa mengancam kedaulatan,pak. Penulis hanya mengamati hal ini, sehingga menuangkannya dalam tulisan.
Semoga bermanfaat :)
Writer by: Kuncari Isnawati