Tuesday, December 27, 2016

ANTARA KENYATAAN DAN KEHAMPAAN
*Cerpen: Sudut Pandang Orang Pertama Tunggal


      Hidup memang selalu ada cobaan. Cobaan yang disesuaikan sama kemampuan manusia. Namun, saat cobaan menghampiri dan tak mampu di tangkis lagi, keputusasaan menjadi jalan terakhir yang tidak tersadiri muncul dalam diri sendiri. Semangat yang selalu menggelora, biasanya akan padam saat kegagalan selalu menerpa. 
   Banyak yang aku temui dalam pergaulan hidup ini. Dari teman yang mencibir, memanfaatkan keadaan, ataupun sekedar basa-basi mencari perhatian. Itu tidak dapat dipungkiri. Saat senang bersama-sama. Saat susah hilang semua. Ini memang nyata adanya. Aku alami dalam kehidupan yang aku perhatikan selama ini. Aku memang seorang mahasiswa. Dari kalangan orang kaya yang pura-pura miskin. Aku ambil langkah ini untuk belajar dan meneliti sikap seseorang terhadapku, di saat keadaaan ku miskin.
      Percobaan yang konyol ini aku lakukan saat aku pindah dari Jawa ke Kalimantan. Di Sebuah universitas ternama di Samarinda, aku mulai kuliah dan mencoba misi itu. Sudah empat tahun lamanya dan akhirnya aku lulus dari fakultas yang keren. 
 Dari empat tahun itu, aku menemukan beberapa karakter teman yang bisa aku bilang unik dan konyol. 
Teman 1: Sikapnya pendiam. Kalau mengerjakan soal selalu diam. Kalau bisa dikerjakan sendiri tanpa bertanya. Dikala giliran susah baru bingung tanya sana-sini.
Teman 2: Teman yang sok baik, di depan baik. Di belakang mencibir.
Teman 3: Kalau ada maunya baru akrab dan dekat-dekat. Kalau sudah kepentingannya selesai, langsung ilang dan ga butuh lagi.
Teman 4: teman yang pandai cari perhatian dosen. Pokoknya tanya aja, walaupun jawabannya sudah tau. 
Teman 5: Teman yang suka dandan
Teman 6: teman yang suka jualan online
Teman 7: Teman yang ketawa nya nyaring banget
Teman 8: bermuka masam kalau ketemu, padahal gak pernah buat salah sama dia.
Teman 9: Teman yang suka memuji dan menjadikan motivasi buat dirinya
Teman 10: Teman yang apa-apa tanya terus. 
Teman 11: Teman yang taat ibadah.

   Dari karakter teman itu, aku suka teman yang taat beribadah dan teman yang giat berusaha. Mereka selama ini tahu kalau aku orang miskin dari Jawa yang tidak punya apa-apa. Namun, saat aku sudah lulus, mereka kaget dan terkejut saat aku memiliki villa di Dubai dan Paris. Dan orang tua aku pemilik Perusahaan tekstil di Jawa yang sering melakukan ekspor. Awalnya aku hanya posting foto di Instagram. Langsung semua komentar dan tanya-tanya. Teman yang dahulu gak suka sama aku, dan selalu mencibir, langsung inbox tanya-tanya.
    Ini lah bukan teman sejati. Saat aku miskin mereka meninggalkan aku. Tapi saat aku ternyata orang kaya, wooww mereka langsung seperti semut yang mendatangi gula. Inilah sandiwara dunia, orang memandang harta dan kekayaan sebagai penghormatan dan orang kaya di kagumi. Padahal, kaya dan miskin bukan ukuran untuk sebuah penghormatan. Karena aku dan kamu, adalah sama. Manusia biasa yang diciptakan kedunia untuk menyembah Allah dan melakukan amal kebaikan. 
    Ini lah SOSOK AKU. Antara Kenyataan dan Kehampaan bagi orang-orang yang meremehkan aku sejak aku miskin (baca:pura-pura miskin). Hidup aku dan kamu tak sama, tapi aku memperlakukan manusia selayaknya manusia. tak ada dendam dan dengki atas keberhasilan seseorang, karena aku memiliki keberhasilan sendiri yang Allah beri kepadaku. Tak peduli seberapa keras usaha mu, saat aku kuliah kau cibir aku, kau hina aku. Tapi kini, aku bukan apa yang kau sangka kan. Aku hanya pura-pura. Pura-pura miskin untuk mencari teman sejati. Namun, teman sejati sukarlah di temui kecuali teman yang suka beribadah yang nyata aku lihat. Karena sejati tidak nampak. Sejati hanyalah abstrak yang tak terlihat. Hanya hati yang tau dan diwujudkan dalam ketulusan.
     Aku ucapkan selamat tinggal masa lalu. Misi aku berhasil !




No comments:

Post a Comment

Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unmul

Pada awalnya berdirinya, 28 September 1962, UNMUL hanya memiliki satu fakultas, yaitu Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan....