Monday, September 18, 2017

Kegiatan GenBI Goes To Loa Kumbar
4-5 Juni 2016
*Writer By: Kuncari Isnawati
                                              
          Kegiatan GenBI Goes To Loa Kumbar dilaksanakan selama 2 hari yaitu tanggal 4-5 Juni 2016. Adapun kegiatan ini dihadiri oleh pihak Bank Indonesia Kpw. Provinsi Kalimantan Timur, GenBI Kalimantan Timur 2016, dan segenap elemen masyarakat yang ada di desa Loa Kumbar. Dalam kegiatan ini terdapat beberapa rangkaian kegiatan yang terdiri atas:
1.     Sosialisasi SADARI ( Periksa Payudara Sendiri).
            Kegiatan ini diperuntukkan untuk ibu-ibu dan nenek-nenek yang ada di desa Loa Kumbar. Peserta yang hadir sebanyak 48 orang dengan pemateri Sri Pujiastuti, anggota GenBI Kaltim 2016. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk  meningkatkan kemampuan dan wawasan kepada perempuan , member pemahaman kepada peserta akan pentingnya memeriksa payudara sendiri secara berkala serta memberi informasi yang berkaitan dengan penyakit-penyakit yang dapat mengindap di payudara. Kegiatan ini juga adanya praktik untuk memeriksa payudara sendiri sebagai langkah awal mengetahui indikasi adanya penyakit kanker payudara.
2.  Sosialisasi MP-ASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu).
            Kegiatan ini diperuntukkan untuk ibu-ibu yang ada di desa Loa Kumbar. Peserta yang hadir sebanyak 48 orang. Sosialisasi MP-ASI ini di berikan oleh Asni Ashari selaku pemateri dari GenBI Kaltim 2016. Peserta yang hadir juga diberikan leaflet (brosur) tentang makanan pendamping ASI. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan pengetahuan kepada ibu-ibu yang memiliki bayi/balita untuk memberikan makanan pendamping ASI dan pentingnya mengkonsumsi makanan yang mengandung  gizi dan memenuhi 4 sehat 5 sempurna.


3. Pelatihan Pembuatan Ovitrap
            Pelatihan pembuatan Ovitrap ini dihadiri oleh remaja karang taruna yang ada di desa Loa Kumbar. Kegiatan ini dilaksanakan pada 5 Juni 2016. Dalam kegiatan ini remaja karang taruna langsung mempraktikkan cara membuat ovitrap. Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan Ovitrap adalah gula merah, air cuka, dan ragi tape dan air. Alat yang digunakan berupa botol air mineral. Kegiatan ini bertujuan untuk menekan penggunaan desinfektan pembasmi nyamuk, memberikan pengetahuan kepada masyarakat untuk menggunakan bahan yang ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari serta  meningkatkan wawasan kepada masyarakat tentang bahan alami yang dapat diolah sendiri sebagai bahan yang dapat membasmi nyamuk.
4.   Gerakan Minum Susu.
            Kegiatan ini berupa penyuluhan kepada anak-anak di desa Loa Kumbar untuk gemar meminum susu setiap hari. Peserta yang hadir sebanyak 45 anak.  Dalam kegiatan ini peserta juga diberikan pengetahuan tentang manfaat meminum susu bagi kesehatan tubuh. Tujuan dari kegiatan ini menanamkan kebiasaan minum susu setiap hari  bagi anak-anak. Anak-anak terlihat antusias untuk mengikuti kegiatan penyuluhan ini. Dan di sesi terakhir, 45 anak mendapat susu cair yang dapat langsung diminum.
5. Sosialisasi Menabung.
            Peserta yang hadir  sebanyak 20 anak. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada anak-anak mengenai pentingnya menabung sejak dini, menanamkan dalam diri anak-anak untuk gemar menabung. Dalam kegiatan gemar menabung ini, anak-anak yang hadir diberikan kuis tentang menabung. Anak-anak terlihat senang mengikuti acara ini. Secara tidak langsung, mereka terpacu untuk menjadi yang terbaik dalam mengerjakan kuis yang diberikan oleh pemateri dari GenBI 2016 tentang menabung. Dalam sesi ini, anak-anak dijelaskan pula tentang bank sebagai tempat untuk menabung yang aman.

6. Women GenBI ( Water Treatment With GenBI)
            Women GenBI adalah kegiatan berupa sosialisasi mengenai Water Treatment atau dengan kata lain tentang penjernihan air. Peserta kegiatan ini adalah 40 remaja karang taruna desa Loa Kumbar dan dilaksanakan di balai pertemuan desa Loa Kumbar.
             Dapat diketahui, masyarakat desa Loa Kumbar menggunakan air sungai Mahakam untuk kehidupan sehari-hari seperti mencuci, memasak, mandi, dan mencuci pakaian. Air yang mengalir ke rumah-rumah masyarakat desa Loa Kumbar dialirkan dengan menggunakan pompa air yang terhubung langsung dengan sungai Mahakam. Adapun jadwal air di alirkan ke rumah warga adalah pagi hari.  Warga menggunakan air sungai secara langsung disebabkan tidak terjangkaunya PDAM yang ada di wilayah itu.
            Tujuan dari kegiatan ini memberikan pengetahuan kepada masyarakat desa Loa Kumbar mengenai penjernihan air agar air  dari sungai Mahakam dapat diolah kembali sebelum dikonsumsi.
7.   GenBI Creative Campaign
            Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 5 Juni 2016. Peserta yang hadir sebanyak 45 orang.  Kegiatan ini berupa kampanye GenBI Kaltim di bidang lingkungan dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat desa Loa Kumbar dan mengajak mereka untuk  menjaga lingkungan sekitar. Dalam kegiatan ini, masyarakat melihat tata cara mengolah sampah anorganik berupa plastik yang di olah menjadi bross untuk jilbab. Pemateri kegiatan ini adalah Marno Mukti dan Murniati, selaku pengelola Bank Sampah RAMLI (Ramah Lingkungan) yang ada di Samarinda, Kalimantan Timur. Pemateri juga mempresentasikan berbagai cara dalam mengolah sampah organik.
            Tujuan dari kegiatan GenBI Creative Campaign adalah memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menerapkan prinsip 3 R (Re-use, Re-Duce, and Re-Cycle). Selain itu, memberikan pemahaman tentang konsep pengeloaan Bank Sampah, memberikan praktik mendaur ulang sampah menjadi barang yang bernilai jual dan bermanfaat. Contoh produk yang dihasilkan dari sampah yaitu: tas, bunga, taplak meja dari sedotan, bross dan bunga.

            Demikianlah rangkaian kegiatan GenBI Goes To Loa Kumbar yang telah dilaksanakan 4-5 Juni 2016. Kami sebagai GenBI Kaltim sangat senang karena kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar serta mendapat tanggapan positif dari masyarakat desa Loa Kumbar. Ke depannya, kami akan terus berkarya untuk memberikan manfaat kepada masyarakat dalam kegiatan sosial. Semangat kami yang tak pernah goyah bagai bara api yang menyala.  Semangat terbarukan yang bersemayam di hati kami menjadikan kami terus berkarya dan berdedikasi untuk negeri. Dalam mewujudkan itu, persatuan dan kesatuan merupakan pondasi utama untuk merealisasikan tujuan dan visi misi GenBI. Bersama Berkarya Untuk Bangsa, itu lah tujuan kami.
GenBI Luar Biasa !
(Kontent Figur)


Generasi Baru Indonesia adalah sebuah komunitas yang memberikan banyak inspirasi untuk melakukan hal yang lebih baik lagi. Baik dalam kegiatan sosial maupun pengembangan diri. Adanya sebuah kebersamaan untuk melakukan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat menjadikan diri untuk terus berkarya tanpa batas.
Dalam setiap langkah menempuh pendidikan, beasiswa yang diberikan oleh Bank Indonesia sangat membantu saya dalam menyelesaikan pendidikan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Mulawarman. Tak hanya itu, adanya pengembangan diri yang dituangkan dalam kegiatan Leadership Camp di bulan Juni 2015, Ciawi, Bogor  menjadi sebuah pengalaman yang tak terlupakan. Susah “Move On”.  Sebuah anugerah bisa berangkat ke Bogor dan mengikuti kegiatan di Leadership Camp ini. Bisa bertemu dengan orang-orang hebat yang memberikan inspirasi untuk terus menjadi yang terbaik. Menghilangkan rasa pantang menyerah dan terus semangat menggapai cita-cita. Sungguh tak terlukiskan perasaan bahagia saat mengikuti kegiatan di Bogor.
Selain hal di atas, pengalaman yang tak terlupakan juga berkarya bersama teman-teman di GenBI Kaltim 2015 dan GenBI Kaltim 2016. Banyak hal yang kami lakukan bersama. Suka duka kami lalui. Namun, tak menggoyahkan semangat walaupun harus terbagi dengan kegiatan kuliah dan organisasi. Di saat inilah, perlunya mengatur waktu antara kuliah dan organisasi. Untuk menyiasati hal ini, saya selalu membuat time schedule  untuk setiap kegiatan yang akan saya lakukan. Sehingga dengan adanya ini, kegiatan kuliah dan organisasi dapat berjalan.
Bersama GenBI 2016, kegiatan sosial yang tak terlupakan adalah berkunjung ke Desa Loa Kumbar dan menginap di desa tersebut. Desa ini pada siang harinya listrik tidak menyala. Hanya pada malam hari saja listrik akan menyala dengan menggunakan genset. Untuk menjangkau daerah ini bisa melalui darat dan melewati daerah tambang batubara. Bisa juga melalui sungai Mahakam menggunakan perahu ces dan membayar lima belas ribu rupiah. Ini bagi saya adalah pengalaman yang luar biasa dapat bersama teman-teman GenBI 2016 melakukan kegiatan sosial untuk masyarakat di sana.
Hal lain yang saya lakukan selain di GenBI Kaltim adalah aktivitas mengajar privat siswa SD dan SMK serta saya telah mengajar di Primagama Kuantum Samarinda dari tahun 2012 hingga 2016. Dan saat ini saya berwirausaha dengan berjualan online dengan nama Prizzy Olshop Samarinda. Adapun yang saya jual adalah pakaian wanita, sepatu, dan jam tangan. Kemudian saya juga menerima pemesanan selempang nama untuk yudisium dan wisuda, menerima pemesanan camilan dengan nama Cimi-Cimi Criuk Cress, serta yang baru saya lakukan adalah menerima pemesanan desain mug/ gelas. Berbagai pencapaian ini adalah berkat doa kedua orang tua saya yang telah memberikan semangat dan tentunya anugerah Allah SWT. Menjadi wirausaha sejak muda adalah hal yang menyenangkan. Walaupun dimulai dengan susah payah, namun jika kita tekun dan dilakukan terus menerus maka akan membuahkan hasil. Jatuh bangun dalam usaha pasti ada, namun di sinilah saya harus tetap bertahan dan tidak lekas berhenti berwirausaha. Satu prinsip yang saya kukuhkan dalam diri dan pesan bapak saya “Dalam hidup ini jangan sombong, di atas langit masih ada langit. Luruskan niat dan jangan lupa berdoa untuk menggapai cita-cita”.

Semoga cerita singkat sederhana ini dapat memberikan manfaat kepada pembaca dan harapan ke depan, Generasi Baru Indonesia khususnya GenBI Kalimantan Timur dapat memberikan yang terbaik bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Untuk menjadi hal ini, jangan pernah pantang menyerah dan gapai cita-cita walau rintangan selalu ada. Selalu junjung rasa persatuan dan satukan niat untuk menggapai yang terbaik.  Sukses terus untuk GenBI Kaltim ! Kobarkan Semangat Terbarukan. Bersama Berkarya Untuk Bangsa !

GNNT Program Bank Indonesia
Ditulis Oleh: Kuncari Isnawati

Samarinda-Rabu (04/05). Pertumbuhan ekonomi semakian berkembang seiring dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat.Hal ini juga diwujudkan dengan transaksi ekonomi yang sering terjadi di masyarakat dengan menggunakan teknologi modern. Teknologi modern yang berkembang saat ini yaitu penggunaan uang non-tunai yang merupakan program Bank  Indonesia. Program ini disebut Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT).
            GNNT menjadi sebuah inovasi untuk mengurangi penggunaan uang tunai di masyarakat.Tak dapat dipungkiri, masyarakat masih banyak yang menggunakan uang tunai dalam setiap pembayaran.Contoh yang sering banyak dilakukan di pasar tradisional.Hal ini menjadi tidak efisien, tidak praktis dan dapat menimbulkan tindak kriminal karena pelaku pemalsuan uang marak terjadi di masyarakat.Oleh sebab itu, hal utama untuk menyukseskan program GNNT adalah mengubah pola pikir (mindset) di masyarakat agar mengurangi penggunaan uang tunai dalam setiap transaksi ekonomi dan menggantinya dengan menggunakan uang non-tunai.
Adanya peralihan dari menggunakan uang tunai menjadi uang non-tunai menjadi solusi yang menguntungkan bagi masyarakat karena dapat bertransaksi dengan efisien, aman, mudah dan cepat.Sistem pembayaran yang semakin lancar akan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk bertransaksi dan mendorong aktivitas perekonomian sehingga terciptanya pertumbuhan ekonomi yang kondusif  serta terciptanya Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) yang baik. Selain itu, melihat kurangnya masyarakat yang terlibat dalam pelaku pengguna jasa perbankan juga menjadi tujuan pemerintah untuk terus menyosialisasikan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) di Indonesia.
 Penggunaan uang non-tunai ini dapat berbentuk based card dan juga kartu elektronik (electronic card) yang dapat digunakan masyarakat dalam melakukan transaksi ekonomi. Sistem pembayaran ini berkembang menjadi electronic payment system.Sistem ini menggunakan jaringan internet untuk dapat beroperasi.
Bank Umum yang telah mengeluarkan uang elektronik yaitu BRI, BNI dan Mandiri. Uang elektronik dapat diisi saldo minimal Rp.20.000,- dan maksimal Rp. 1.000.000,-. Kartu ini dapat digunakan untuk berbelanja di toko yang telah bekerja sama dengan pihak bank dan telah menerapkan penggunaan uang elektronik. Adapun contoh cara pengisian saldo pada uang elektronik pada Mandiri e-money yaitu:
 Mandiri ATM bertanda e-money
Menggunakan kartu mandiri debit
Masukkan PIN mandiri debit
Pilih menu Uang Elektronik
 Pilih menu mandiri e-money
  Pilih menu isi ulang
  Pilih nominal isi ulang yang teredia pada tombol atau jumlah lainnya
 Konfirmasi jumlah nominal isi ulang. Jika sudah selesai tekan “Ya”
 Tempelkan kartu mandiri e-money pada reader bertanda  Transaksi berhasil, kertas struk                       keluar dan saldo kartu mandiri e-money bertambah
Simpan struk sebagai bukti transaksi
Itulah salah satu cara untuk mengisi kartu elektronik agar memudahkan masyarakat dalam menggunakan kartu elektronik. Pengetahuan untuk menggunakan uang tunai/uang elektronik harus disosialisasikan dengan gencar agar masyarakat semakin mengenal dan mau menggunakan uang non-tunai dengan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu (APMK). APMK ini seperti kartu debet, kartu kredit dan uang elektronik yang diterbitkan oleh bank umum.

Demikian lah salah satu program Bank Indonesia yang disebut dengan Gerakan Nasional    serta menjalankan salah satu pilar utama untuk mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Terciptanya kelancaran pembayaran ini akan memudahkan masyarakat untuk bertransaksi melalui transaksi Non-Tunai (GNNT) yang memilik tujuan untuk menciptakan sistem    utama untuk mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Terciptanya kelancaran pembayaran ini akan memudahkan masyarakat untuk bertransaksi melalui perbankan.
 . yang efektif dan efisien serta menjalankan salah satu pilar 
GenBI Kaltim  Turut Serta di Kaltim Fair 2016
*Oleh: Kuncari Isnawati

Kaltim Fair 2016 yang dilaksanakan selama tujuh hari dari tanggal 7-13 April 2016 di Stadion Madya Sempaja, Samarinda dalam rangka hari jadi Provinsi Kalimantan Timur yang ke-59. Kegiatan ini terletak di ruang Convention Hall dan di ikuti oleh seluruh stakeholder yang ada di provinsi Kalimantan Timur seperti pemerintah, industri, perdagangan dan jasa serta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Bank Indonesia yang turut serta dalam kegiatan ini dan diwakili oleh Perpustakaan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur bersama GenBI Kaltim melakukan aneka kegiatan pada Kaltim Fair ini. Ada kuis tebak gambar rupiah, kuis tebak jumlah rupiah di dalam akuarium, kuis  mengerjakan 15 soal seputar Bank Indonesia dan pelayanan Bank Indoensia kepada masyarakat yang ingin melakukan pengecekan terhadap status kredit pada bank Umum. Masyarakat, pelajar, mahasiswa terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan ini.
Selama tujuh hari berlangsung, anggota GenBI Kaltim menjaga stand di Kaltim Fair dan juga ada pegawai Bank Indonesia Kpw. Kalimantan Timur yang turut serta.  Kegiatan yang tak kalah menarik yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah Sosialisasi Kebanksentralan dan Ciri-Ciri Keaslian Nilai Uang Rupiah. Adapun pemateri kegiatan ini yaitu: Vira Cania Arman (Asisten Manajer Unit Komunikasi), Budianto (Unit Operasional Kas) dan Rudi Faturrahman (Unit Operasional Kas). Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa, mahasiswi dan pelajar di Samarinda. Peserta kegiatan ini sangat antusias menghadiri kegiatan ini. Mereka banyak mengajukan pertanyaan terkait Bank Indonesia dan cirri-ciri keaslian uang rupiah. Peserta yang bertanya mendapatkan souvenir dari Bank Indonesia.

Di akhir sesi kegiatan ini pada tanggal 13 April 2016, pengumuman untuk stand terbaik di acara Kaltim Fair 2016. Bank Indonesia berhasil meraih predikat peringkat 3 terfavorit untuk kegiatan Kaltim Fair 2016. Sebuah penghargaan yang luar biasa telah di raih Bank Indonesia dalam kegiatan ini karena terpilih dari sekian peserta atau stand yang hadir di Convention Hall Samarinda, Kalimantan Timur. 

Thursday, September 7, 2017

MAKALAH: 
HARMONISASI AKUNTANSI INTERNASIONAL


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Banyaknya perusahaan yang melakukan operasi bisnis di  luar batas negaranya, menunjukkan arah perkembangan operasi bisnis yang bersifat global. Hal ini dibuktikan dengan hasil survey yang dilakukan oleh Deloitte Touche Tohmatsu Internasional pada tahun 1992,  terhadap 400 perusahaan skala menengah di dua puluh negara maju yang melakukan bisnis di pasar. Globalisasi juga nampak dengan semakin banyaknya  kerjasama  komunitas internasional yang  dilakukan oleh beberapa negara  termasuk Indonesia. Kerjasama tersebut diantaranya North American Free Trade Agreement (NAFTA), ASEAN Federation of Accountants (AFA), Asia-Pasific Economic Cooperation (APEC), World Trade Organization (WTO), dan International Organization of Securities Commissions (IOSOC).
Globalisasi membawa implikasi bahwa hal-hal yang dahulunya merupakan kewenangan dan tanggung jawab tiap negara, akan dipengaruhi oleh dunia internasional. Demikian  pula dengan pelaporan keuangan dan standar akuntansi suatu negara.  Standar akuntansi  memberikan gambaran yang jelas dan konsisten kepada pemegang saham, membuat laporan perusahaan lebih dapat dimengerti dan dapat diperbandingkan. Standar akuntansi yang dapat diperbandingkan sangat diperlukan oleh perusahaan-perusahaan multinasional, juga oleh para pengguna laporan keuangan yang ingin mengevaluasi kinerja perusahaan skala global dan untuk membantu pengambilan keputusan-keputusan yang berhubungan dengan sekuritas. Dengan adanya operasi bisnis dan pasar modal yang bersifat global tentu menuntut adanya standar yang bersifat global atau bersifat internasional, karena aturan-aturan akuntansi yang bersifat lokal tidak mampu memenuhi kebutuhan bisnis dan keuangan internasional. Oleh karena itu,  beberapa  kelompok profesi berusaha membuat standar akuntansi internasional.

1.2  Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud dengan Harmonisasi Akuntansi Internasional ?
a.       Bagaimana penerapan standar akuntansi internasional ?
b.      Pristiwa penting apa sajakah dalam penentuan standar akuntansi internasional ?
c.       Apakah tujuan IASB ?
d.      Bagaimana Sejarah, perkembangan, dan pengadopsian Standar Akuntansi Internasional di Indonesia.

1.3 Tujuan dan Manfaat Penulisan
1.      Untuk mengetahui Harmonisasi Akuntansi Internasional.
2.      Untuk mengetahui penerapan standar akuntansi internasional.
3.      Untuk mengetahui Pristiwa penting apa sajakah dalam penentuan standar akuntansi internasional.
4.      Untuk mengetahui tujuan IASB.
5.      Untuk mengetahui Sejarah, perkembangan, dan pengadopsian Standar Akuntansi Internasional di Indonesia.







BAB II
PEMBAHASAN
2.1.Survei Harmonisasi International
2.1.1.      Pengertian Harmonisasi International
Pengertian harmonisasi adalah suatu upaya dalam mencari keselarasan. Namun, pengertian harmonisasi dalam akuntansi adalah suatu proses untuk meningkatkan komparabilitas (kesesuaian) praktik akuntansi dengan menentukan batasan-batasan seberapa besar praktik-praktik tersebut dapat beragam. Secara sederhana pengertian harmonisasi standar akuntansi dapat diartikan bahwa suatu negara tidak mengikuti sepenuhnya standar yang berlaku secara internasional. Negara tersebut hanya membuat agar standar akuntansi yang mereka miliki tidak bertentangan dengan standar akuntansi internasional.Harmonisasi akuntansi mencakup harmonisasi yaitu :
a.       Standar akuntansi (yang berkaitan dengan pengukuran dan pengungkapan )
b.      Pengungkapan yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan publik terkait dengan penawaran surat berharga dan pencatatan pada bursa efek
c.       Standar audit

2.1.2.      Keuntungan Harmonisasi International
Keuntungan Harmonisasi Internasional adalah :
a.      Pasar modal menjadi global dan modal investasi dapat bergerak di seluruh dunia tanpa hambatan. Standar pelaporan keuangan berkualitas tinggi yang digunakan secara konsisten di seluruh dunia akan memperbaiki efisiensi alokasi modal.
b.      Investor dapat membuat keputusan investasi yang lebih baik portofolio akan lebih beragam dan risiko keuangan berkurang.
c.       Perusahaan-perusahaan dapat memperbaiki proses pengambilan keputusan strategi dalam bidang merger dan akuisisi.
d.     Gagasan terbaik yang timbul dari aktivitas pembuatan standar dapat disebarkan dalam mengembangkan standar global yang berkualitas tertinggi.standar akuntansi internasional memiliki sifat lebih fleksibel dan terbuka.

2.1.3.      Kritik dan Standar International
Pada saat standar internasional diragukan dapat menjadi fleksibel untuk mengatasi perbedaan-perbedaan dalam latar belakang, tradisi, dan lingkungan ekonomi nasional, maka beberapa orang berpendapat bahwa hal ini akan menjadi sebuah tantangan yang secara politik tidak dapat diterima terhadap kedaulatan nasional.
Beberapa pengamat yang lain berpendapat bahwa penetapan standar akuntansi internasional pada dasarnya merupakan sebuah taktik kantor-kantor akuntan besar yang menyediakan jasa akuntansi internasional untuk memperluas pasarnya. Lebih jauh lagi, ditakutkan bahwa adopsi standar internasional akan menimbulkan standar yang berlebihan. Perusahaan harus merespon terhadap susunan tekanan nasional, sosial, politik, dan ekonomi yang semakin meningkat dan semakin dibuat untuk memenuhi ketentuan internasional tambahan yang rumit dan berbiaya besar. Argumen terkait adalah perhatian politik nasional sering kali berpengaruh terhadap standar akuntansi dan bahwa pengaruh politik internasional tidak terhindari lagi akan menyebabkan kompromi standar akuntansi.

2.1.4.      Rekonsiliasi dan Pengakuan Bersama
Pada saat standar internasional diragukan dapat menjadi fleksibel untuk mengatasi perbedaan-perbedaan dalam latar belakang tradisi dan lingkungan ekonomi sosial, maka beberapa orang berpendapat bahwa hal ini akan menjadi sebuah tantangan secara politik tidak dapat diterima tehadap kedaulatan nasional. Dua pendekatan yang diajukan sebagai solusi guna mengatasi permasalahan yang terkait dengan isi laporan keuangan lintas batas:
a.       Rekonsiliasi
Melalui rekonsiliasi, perusahaan asing dapat menyusun laporan keuangan dengan menggunakan standar akuntansi negara asla, tetapi harus menyediakan rekonsiliasi antara ukuran0ukuran akuntansi penting (seperti laba bersih dan ekuitas pemegang saham) di negara asal dan di negara dimana laporan keuangan dilaporkan.
b.      Pengakuan bersama (yang juga disebut sebagai “timbal balik”/resiprositas)
Pengakuan bersama terjadi apabila pihak regulator di luar negara asal menerima laporan keuangan perusahaan asing yang didasarkan pada prinsip-prinsip negara asal.

2.1.5.      Penerapan Standar International
Standar akuntansi international digunakan sebagai hasil dari :
a.       Perjanjian internasional atau politis
b.      Kepatuhan secara sukarela (atau yang didorong secara professional)
c.       Keputusan oleh badan pembuat standar akuntansi internasional
Semakin banyak jumlah perusahaan yang memutuskan bahwa untuk kepentingan terbaik perusahaan untuk menggunakan IFRS meskipun tidak diwajibkan. Banyak negara saat ini telah memperbolehkan perusahaan untuk mendasarkan laporan keuangan mereka pada IFRS dan beberapa negara mengharuskannya
Usaha-usaha standar international lain dalam bidang akuntansi pada dasarnya dilakukan secara sukarela. Standar-standar itu akan diterima atau tidak tergantung pada orang-orang yang menggunakan standar-standar akuntansi. Saat standar international dan standar national tidak sama, tidak akan jadi masalah, tetapi ketika kedua standar tersebut berbeda, satandar nasional harus jadi rujukan pertama (mempunyai keunggulan).



2.2  Beberapa Pristiwa Penting dalam sejarah penentuan standar akuntansi internasional
2000 – IOSCO menerima, secara keseluruhan, seluruh 40 standar inti yang disusun oleh IASC sebagai jawaban atas daftar keinginan IOSCO tahun 1993.
2001 – Komisi Eropa mengusulkan sebuah aturan yang akan mewajibkan seluruh perusahaan EU yang tercatat sahamnya pada suatu pasar yang diregulasi untuk menyusun akun-akun konsolidasi sesuai dengan IAS selambatnya tahun 2005.
2001 – Badan Standar Akuntansi Internasional (International Accounting Standars Board – IASB) menggantikan IASC dan mengambil alih tanggung jawabnya per tanggal 1 April. Standar IASB disebut sebagai Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) dan termasuk di dalamnya IAS yang dikeluarkan oleh IASC.
2002 – Parlemen Eropa menyetujui proposal Komisi Eropa bahwa secara nyata seluruh perusahaan EU yang tercatat sahamnya harus mengikuti standar IASB dimulai selambat-lambatnya tahun 2005 dalam laporan keuangan konsolidasi. Negara-negara anggota dapat memperluas ketentuan ini terhadap laporan keuangan perusahaan-perusahaan yang tidak melakukan pencatatan saham dan perusahaan secara individu. Dewan Eropa kemudian mengadopsi aturan yang memungkinkan hal ini tercapai.
2002  -  IASB dan FASB menandatangani “Perjanjian Norwalk” yang berisikomitmenbersamaterhadapkonvergensistandarakuntansiinternasionaldan AS.





     2.3. Sekilas Mengenai Organisasi Internasional Utama Yang Mendorong
Harmonisasi Akuntansi
Enam organisasi telah menjadi pemain utama dalam penentuan standar akuntansi internasional dan dalam mempromosikan harmonisasi akuntansi internasional.
1.      Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB)
2.      Komisi Uni Eropa (EU)
3.      Organisasi Internasional  Komisi Pasar Modal (IOSCO)
4.      Federasi Internasional Akuntan (IFCA)
5.      Kelompok Kerja Ali antarpemerintah Perserikatan Bangsa-Bangsa atas Standar Internasional Akuntansi dan Pelaporan  (Internasional Standars Of Accounting and Reporting-ISAR) bagian dari Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam perdagangan dan pembangunan  (United Nations Conference on Trade and Development- UNCTAD)
6.      Kelompok Kerja dalam standar Akuntansi Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Kelompok OECD)

IASB mewakili kepentingan dan organisasi sektor  swasta. Komisi EU yang sering disebut sebagai Komisi Eropa (Europe Commission-EC), Kelompok Kerja OECD dan ISAR merupakan lembaga (entitas) politik yang memperoleh kekuasaan melalui perjanjian internasional. Kegiatan  utama IFAC meliputi penerbitan panduan teknis dan professional dan mendorong adopsi  pengumuman IFAC dan IASB. IOSCO mendorong standar aturan yang tinggi, termasuk standar akuntansi dan pengungkapan yang diharmonisasikan untuk perolehan dan perdagangan modal lintas batas.
      Forum internasional pengembangan akuntansi (IFAD) mengadakan pertemuan pertama pads tahun 1999. Tujuan utamanya adalah untuk membangun kapasitas akuntansi dari audit di negara-negara berkembang. Forum ini menyediakan mekanisme yang dapat digunakan oleh pihak yang tertarik (seperti profesi akuntansi, regulator, pembuat standar, dan pemerintah) untuk berkomunikasi  dan mengembangkan  kemitraan untuk mendorong perubahan yang efektif dan efisien di negara-negara tersebut. IFAC ,Bank Dunia, tujuh kantor akuntan terbesar  (pada saat itu) dan banyak organisasi lain merupakan pihak yang sangat penting dalam mengorganisasi IFAD.
      Yang penting  adalah Federasi Internasional Bursa Efek (FIBV), organisasi perdagangan untuk pasar surat berharga dan derivative yang teratur di seluruh dunia. FIBV mendorong perkembangan usaha professional pasar keuangan. Salah satu tujuan FIBV adalah untuk menetapkan standar harmonis untuk proses usaha (termasuk pelaporan keuangan dan pengungkapan) dalam perdagangan surat berharga  lintas batas, termasuk penawaran publik lintas batas.
      Banyak organisasi akuntansi regional  (seperti Federasi Akuntan ASEAN dan Federasi Akuntan Nordic) berpartisipasi dalam beberapa pembuatan standar lintas batas negara dalam wilayah masing-masing. Federas Akuntansi Eropa (Federation des Expert Comptables Europeens-FEE) mewakili badan-badan akuntansi nasional di Eropa. Organisasi regional lain termasuk   Federation des Bourses Europeens (FESE) atau Federasi Bursa Efek Eropa dan Forum Komisi Pasar Modal  Eropa (FESCO) yang didirikan pada bulan Desember 1987 dan terdiri dari 17 badan pengatur surat berharga dari 17 negara-negara Eropa.

2.4. Badan Standar  Akuntansi Internasional
Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB), dahulu IASC, merupakan badan pembuat standar sektor swasta yang independen yang didirikan pada tahun 1973 oleh organisasi akuntansi professional di Sembilan negara dan direstrukturiasi pada tahun 2001. (Reoorganisasi tersebut membuat IASC ke dalam suatu organisasi payung yang di bawahnya IASB melakukan pekerjaannya). Sebelum retrukturiasi, IASC mengeluarkan 41 Standar Akuntansi  Internasional (IAS) dan sebuah Kerangka Dasar untuk Penyusunan dan Penyajian Laporan Keungan. Tujuan IASB adalah:
1.      Untuk mengembalikan dalam kepentingan umum, satu set standar akuntansi global yang berkualitas tinggi, dapat dipahami dan dapat diterapkan yang mewajibkan informasi yang berkualitas tinggi, transparan, dan dapat dibandingkan dalam  laporan keuangan keuangan dan pelaporan keuangan lainnya dalam membuat keputusan ekonomi.
2.      Untuk mendorong penggunaan dan penerapan standar-standar tersebut ketat.
3.      Untuk membawa kenvergens standar akuntansi nasonal dan Standa Akuntansi Internasional dan Standar Pelaporan Keuangan Internasional  kea rah solusi berkualitas tinggi.
IASB mewakili organisasi akuntansi dan sekitar 100 negara. Dengan sedemikian luasnya dasar dukungan ini, IASB merupakan kekuatan pendorong dalam penentuan standar akuntansi.  Standar IASB sangat kompatibel dengan standar akuntansi yang berlaku di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan negara-negara lain menggunakan akuntansi Anglo Saxon. Dengan demikian, standar IASB mengikuti prinsip-prinsip penyajian wajar dan pengungkapan penuh
Selama dekade pertama IASC, standar akuntansi internsional lebih bersifat deskriptif ketimbang preskriptif. Standar-standar awal ini mengkodifikasi standar nasional yang serupa dan menggantikan praktik yang bertentangan. IASC mulai membahas isu-isu yang sulit selama 10 tahun  kedua dan menjawab kekhwatiran bahwa standar yang dikeluarkannya mencakup terlalu banyak alternative perlakuan akuntansi dan tidak terlalu ketat.


2.5. Standar Inti IASC dan Persetujuan IOSCO
IASB (dan dahulu IASC) telah berupaya untuk mengembangkan standar akuntansi yang akan diterima oleh badan pengatur surat berharga  diseluruh dunia. Sebagai bagian dari upaya itu, IASC mengadopsi suatu rencana kerja untuk menghasilkan satu set inti standar berkualitas tinggi yang komprehensif. Pada bulan Juli 1995 Komite Teknis IOSCO menyatakan persetujuannya dengan rencana kerja sebagai berikut:
Dengan (IASC) telah mengembangkan suatu rencana kerja yang telah disetujui oleh Komite Teknis yang jika berhasil diselesaikan akan menghasilkan IAS yang terdiri dari satu set standar inti yang komprehensif. Penyelesaian standar yang komprehensif ini yang dapat diterima oleh Komite Teknis untuk penggunaan  IAS dalam pengumpulan modal dan keperluan pencatatan saham lintas batas di seluruh pasar global. IOSCO telah menyetujui IAS 7, Laporan Arus Kas, dan telah memberikan indikasi kepada IASC bahwa 14 Standar Akuntansi Internasional yang ada sekarang tidak memerlukan perbaikan tambahan , asalkan standar ini lainnya ber berhasil diselesaikan.
Standar inti diselesaikan dengan persetujuan terhadap IAS 39 (Instrumen Keuangan Pengakuan dan Pengukuran) pada bulan Desember 1998. Pemeriksaan IOSCO terhadap standar inti bermula pada tahun 1999 dan pada tahun 2000 IOSCO menyetujui penggunaan standar IASB untuk penawaran surat berharga dan pencatatan lintas batas.
2.6.Struktur IASB yang Baru
IASB yang direstrukturisasi tersebut bertemu untuk pertama kalinya pada bulan April 2001. IASB, setelah direorganisasi akan mencakup badan berikut:
1.      Badan Wali. IASB memiliki 19 wali: enam dari Amerika Utara, enam dari Eropa, empat dari wilayah Asia/Pasifik, dan tiga dari wilayah lain (tergantung dari penentuan keseimbangan geografis secara keseluruhan). Badan wali mengangkat anggota dewan Komite Interpretasi Pelaporan Keuangan Internasional dan Dewan Penasihat Standar. Perwalian bertanggung jawab untuk mengumpulkan dana dan mengawasi serta mengevaluasi prioritas dan operasi IASB.
2.      Dewan IASB . Dewan menetapkan dan memperbaiki standar akuntansi keuangan dan pelaporan usaha. Tanggung jawabnya meliputi “memenuhi tanggung jawab untuk seluruh permasalahan teknis IASB termasuk penyusunan dan penerbitan Standar Akuntansi Internasional, Standar Pelaporan Keuangan Internasional, Draf Standar serta persetujuan akhir atas intepretasi yang dikeluarkan oleh Komite Intreprestasi Pelaporan Keuangan” dan menyetujui proposal proyek serta metode dan prosedur oleh Badan Wali untuk memberikan “ kombinasi terbaik yang ada dari keahlian tekni dan latar belakang pengalaman binis internasional dan kondisi pasar yang relevan.”
3.      Dewan Penasihat Standar . Dewan Penasihat standar, ditunjuk oleh Perwalian terdiri dari tiga puluh lebih anggota, yang memiliki latar belakang geografis dan professional yang berbeda, yang ditunjuk untuk masa tiga tahun yang dapat diperbaharui”. Dewan Penasihat Standar umumnya bertemu tiga kali setiap tahun. Tanggung jwabnya adalah untuk memberikan nasihat kepada dewan mengenai agenda dan prioritasnya, untuk memberikan pandangan mengenai dewan atas”organisasi dan individual dalam dewan atas proyek penentuan standar utama” dan untuk memberikan nasihat lainnya” kepada dewan atau perwalian
4.      Komite Interprestasi Pelaporan  Keuangan Internasional (IFRIC). IFRIC terdiri dari 12 anggota yang diangkat oleh perwalian. IFRC menginterprestasikan penerapan standar akuntansi internasional dan Standar pelaporan keuangan internasional dalam konteks Kerangka Dasar IASB,” menerbitkan rancangan interpretasi dan mengevaluasi komentar atasnya dan memperoleh persetujuan dewan untuk inteprestasi akhir.
IASB mengikuti proses pemeriksaaa dalam menetapkan standar akuntansi. Untuk tiap-tiap standar yang akan ditetapkan, dewan menerbitkan sebuah “ Rancangan Pernyataan Prinsip” atau dokumen diskusi lainnya yang berisi sebagai kemungkinan ketentuan dalam standar tersebut serta argument yang mendukung atau menentang satu sama lain. Selanjutnya, Dewan menerbitkan suatu Draf Eksposur untuk memperoleh komentar public, dan kemudian memeriksa argument-argumen yang disampaikan selama proses pemberian komentar sebelum menetapkan  bentuk akhir  standar Suatu Draf Eksposur dan standar final baru dapat diterbitkan jika delapan dari anggota dewan memberikan persetujuan untuk melakukannya.
2.7. Sejarah, perkembangan, dan pengadopsian Standar Akuntansi
Internasional di Indonesia.
Sejarah dan perkembangan Standar Akuntansi di Indonesia. Berikut adalah perkembangan standar akuntansi Indonesia mulai dari awal sampai dengan saat ini yang menuju konvergensi dengan IFRS (Sumber: Ikatan Akuntan Indonesia, 2008).
a.      Indonesia selama dalam penjajahan Belanda, tidak ada standar Akuntansi yang dipakai. Indonesia memakai standar (Sound Business Practices) gaya Belanda.
b.      Sampai Thn. 1955: Indonesia belum mempunyai undang – undang resmi / peraturan tentang standar keuangan.
c.      Tahun. 1974: Indonesia mengikuti standar Akuntansi Amerika yang dibuat oleh IAI yang disebut dengan prinsip Akuntansi.
d.     Tahun. 1984: Prinsip Akuntansi di Indonesia ditetapkan menjadi standar Akuntansi.
e.      Akhir Tahun 1984: Standar Akuntansi di Indonesia mengikuti standar yang bersumber dari IASC (International Accounting Standart Committee)
f.       Sejak Tahun. 1994: IAI sudah committed mengikuti IASC / IFRS.
g.      Tahun 2008: diharapkan perbedaan PSAK dengan IFRS akan dapat diselesaikan.
h.       Tahun. 2012 : Ikut IFRS sepenuhnya?


Pengadopsian Standar Akuntansi Internasional di Indonesia saat ini standar akuntansi keuangan nasional sedang dalam proses konvergensi secara penuh dengan International Financial Reporting Standards (IFRS) yang dikeluarkan oleh IASB (International Accounting Standards Board). Oleh karena itu, arah penyusunan dan pengembangan standar akuntansi keuangan ke depan akan selalu mengacu pada standar akuntansi internasional (IFRS) tersebut. 

Monday, August 21, 2017

  LEADERSHIP CAMP GENERASI BARU INDONESIA 
Judul Laporan                    : Leadership Camp GenBI Unmul di Bogor, Jawa Barat
Waktu                                   : 15-16 Juni 2015
Tempat                                : IPC Coporate University, Hotel Salak

Perjalanan GenBI Unmul untuk mengikuti Leadership Camp di kota Bogor, Jawa Barat adalah melalui seleksi pihak  BI melalui penilaian keaktifan anggota GenBI Unmul dalam mengikuti kegiatan GenBI. Hal ini juga diperkuat oleh absen kehadiran dari 40 anggota GenBI Unmul. Hingga pada akhirnya, ditentukan lah 5 delegasi yang akan mewakili GenBI Unmul ke tingkat nasional di kota Bogor.
                Keberangkatan kami pada hari Minggu, 14 Juni 2015, Pukul 04.30 di depan mesjid Pramuka. Dan jadwal take off pesawat dari Bandara Aji Sulaiman pukul 10.55. Perjalanan membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk sampai ke Bandara Soekarno Hatta dengan pesawat Garuda  Airlines dengan nomor penerbangan GA 565. Sesampainya dibandara kami di jemuput oleh pihak panitia penyelenggara Leadership Camp. Kami bertemu dengan teman-teman dari Lampung, Bengkulu, Jawa Timur, Jogjyakarta, Sumatera Barat dan provinsi lainnya. Kami sangat senang mendapat kesempatan yang penuh kebahagian ini. Dan pada akhirnya, kami menaiki bus pariwisata menuju kota Ciawi, Bogor. Sebelum sampai di area IPC corporate University, bus yang kami tumpangi harus menunggu pintu tol terbuka. Hal ini terjadi karena ada pengalihan jalan. Hingga pukul 20.00, kami masih belum sampai ke hotel. Hujan rintik-rintik yang menyelingi perjalanan kami menjadi saksi perjalanan kami menuju hotel. Dan akhirnya kami turun dari Bus dan menuju ke lobi hotel. Kami dipersilakan makan terlebih dahulu baru setelah itu akan registrasi dan check in.

Bogor, 15 Juni 2016

Foto-Foto Dokumentasi

Pendulum Nusantara Hall (Hotel Salak Bogor)

IPC Corporate

Leadership Camp Bogor

Persiapan foto bareng

Sambutan dari Gubernur Bank Indonesia

Saya pakai jilbab kuning , hehe

Bareng Sohib GenBI Kaltim

5 Kandidat terpilih dari BI Kaltim ikut Leadership Camp




Hari Pertama Kuliah S2

Awalnya gak nyangka banget bisa lolos tes kuliah S2 di Universitas Mulawarman, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Berawal dari informasi dari teman yang mengirimkan info beasiswa kemenpora. Setelah aku baca ternyata syaratnya harus dapat rekomendasi dari pimpinan sebuah organisasi. Gak hanya itu juga, surat kesehatan dari rs.umum, surat bebas narkoba, SKCK, foto copy KTP dan syarat lainnya juga guys. Sebelum itu, kita harus registrasi online juga. Dari pihak akademik, bakal ada info untuk ujiannya. Nah, pas ujian itu banyak banget soal matematika nya hehe...
Alhamdulillah, akhirnya pas pengumuman aku lulus kuliah. Senang banget pokoknya.
   Kuliah Jumat dan Sabtu, ketemu dosen yang ngajar sambil humor. Cik duo tigo, logatnya pakai bahasa Padang. Seisi kelas ketawa nyaring sampai sakit perut.
hihi...
   Nah, sebelum masuk semester satu ini, ada namanya PAT (Pendidikan Akhir Tahun) atau biasanya disebut matrikulasi. 

Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unmul

Pada awalnya berdirinya, 28 September 1962, UNMUL hanya memiliki satu fakultas, yaitu Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan....