Thursday, July 30, 2015

MAU BERLANGGANAN DENGAN KUNCARI LAUNDRY ?? 
Come and Join Us...!



Kini Hadir Jasa Kuncari Laundry di Samarinda yang beralamat di jalan Tanah Merah, gang swadaya, RT 12, Kelurahan Tanah Merah, Samarinda, Kalimantan Timur. Kami hadir untuk mempermudah hari-hari Anda. Bagi Anda yang sibuk dan tidak sempat mencuci baju, Hubungi saja kami, Kuncari Laundry.  Nomor HP. 085246570041 .Dengan paket sebagai sebagai berikut:
1. Paket Express 1 hari
2. Paket 2 Hari
3. Paket 3 Hari
4. Paket 4 Hari


NO Kategori Barang Satuan Jumlah Hari Harga per satuan per kg/ per unit
1 Pakaian Sehari Paket Express kg 1  Rp  7,000
2 Pakaian Sehari-Hari kg 2  Rp  5,000
3 Pakaian Sehari-Hari kg 3  Rp  5,000
4 Boneka Ukuran Kecil Unit
 Rp   3,000
5 Boneka Ukuran Besar Unit
 Rp  20,000
6 Bec Cover Unit 2  Rp  10,000
7 Tas Unit
 Rp    5,000
8 Jas Unit 2  Rp    6,000
9 Jaket Kulit unit 3  Rp  10,000
10 Sepatu Cat Unit 3  Rp    6,000

Sunday, July 26, 2015

Aku Asing di Suasana Baru

      Hari ini tepat tanggal 27 Juli 2015, siswa-siswi mulai masuk sekolah. Dengan suasana ceria dan rasa kangen sama sekolah yang ditinggal liburan semester, menjadikan mereka tersenyum bahagia saat bertemu teman dan menceritakan kisah liburan masing-masing. Ada yang bercerita berlibur ke Bali, ke Singapura, ke Derawan dan tempat wisata lainnya. Melepas kepenatan saat belajar di sekolah. Apalagi liburan kali ini bertepatan dengan lebaran idul fitri 1436 H. Wow, tambah seru saja liburan kali ini. 
     Tak kalah serunya bagi anak-anak SD yang baru masuk kelas 1. Bayangkan saja masa kecil kita saat kelas satu SD, pakai dasi, baju seragam merah putih, tas, buku, sepatu dan kaos kaki. Semua serba baru. Dengan diantar ibu ke sekolah, mecari kursi demi duduk dibangku yang paling depan. Hal yang paling menengangkan saat mencari kursi. Dulu waktu saya sekolah, mencari kursi jam setengah enam pagi sudah berangkat demi mendapat kursi yang paling depan. Murid yang begitu banyak, kalau tidak pagi-pagi datangnya, pasti dapat kursi yang paling belakang dan hal itu tidak menyenangkan bagi saya. Setelah dapat tempat duduk, baru lah duduk dan tidak pindah-pindah. Kalau pindah dari tempat duduk, pasti di ambil murid lainnya. Duduk, diam, sambil melihat sekeliling. Terlihat teman lain ada yang terlihat belum mandi, terlihat dari wajahnya yang masih terdapat 'iler' di dekat bibirnya, ada yang baju nya kusut, sepatu nya tidak dicuci. Semua itu saya lihat di waktu saya sekolah SD pertama kali saat duduk di kelas satu.
     Berkenalan dengan teman baru sebanyak-banyaknya dengan menanyakan nama mereka dan tinggal di alamat mana. Ada yang bercerita masa Taman Kanak-Kanak (TK), beli baju baru di mall, beli perlatan sekolah di pasar malam, atau pasar Segiri, dan lain-lain. Saat itu terasa perbincangan kami polos sekali. Cerita tanpa beban di benak kami. Yang saya dan mereka rasakan hanyalah kebahagian saat sekolah pertama kali. Teringat jelas saat itu, tepat di hari Senin. Bunyi lonceng yang dipukul sebanyak tiga kali, pertanda saat upacara bendera akan segera di mulai. Saya dan mereka berbaris di lapangan yang penuh dengan rumput hijau. Sepatu baru yang saya kenakan kena becek air di rerumputan. Begitu pula teman yang lain, sepatu mereka kena air. Walaupun tidak basah, namun tetap saja mempengaruhi penampilan saya dan mereka yang menggunakan sepatu baru. 
       Murid-murid berbaris dengan mendengar aba-aba dari guru. Saat diberi aba-aba "lencangkan tangan grak" ! Murid-murid terlihat berdesak-desakkan. Saling bersenggol-senggolan. Sehingga ada yang terjatuh dan menangis. Lalu guru datang untuk membantu murid tersebut.  Setelah sepuluh menit mengatur barisan, akhirnya semua barisan rapi, mulaikan upacara bendera itu. Dengan majunya komandan upacara ke tengah lapangan, semua mata tertuju padanya. Suaranya lantang dan berwibawa,  saya kagum mendengarnya. Saat penaikan bendera, terlihat tiga murid yang melangkah maju dengan murid yang ditengah membawa bendera. Saat itu terlihat rapi dan akhirnya,, paduan suara menyanyikan lagu Indonesia Raya hingga bendera itu sampai ke tiang dan berkibar-kibar diterpa angin. Mendengar lagu Indonesia Raya, timbul semangat yang luar biasa dibenak saya. Apalagi saat lirik lagu nya "Hiduplah Indonesia raya". Ada pesan dan harapan dari lirik tersebut untuk kemajuan Indonesia. 
       Belum selesai upacara, ada sebagian anak yang pingsan sehingga harus dibawa ke ruang UKS. Hal yang tidak terlupakan juga saat itu, saat guru memberikan sambutannya, anak-anak kakinya bergerak-gerak karena lelah berdiri terlalu lama. Ada yang duduk dibelakang barisan itu, sehingga barisan yang awalnya rapi menjadi bengkok sana-sini. Apalagi saat melakukan hormat, tangan sudah lemas dan tubuh kepanasan terkena sinar matahari. Akhirnya saat selesai upacara yang dibubarkan oleh komandan upacara, murid-murid berlari menuju kelas masing-masing. Saat melewati tangga kelas 1, ada yang terjatuh karena tangganya tidak ada satu kayunya lagi sehingga terpeleset lah murid yang jatuh itu. Ada yang tertawa karena saat jatuh, rok nya terangkat.Ada juga yang berusaha menolong dengan segera.  
      Saat di dalam kelas, murid-murid duduk di bangkunya masing-masing. Saya dan mereka menunggu guru masuk ke kelas kami. Tampaklah seorang guru dengan jilbabnya yang berwarna coklat muda, rok panjang, agak gemuk menyapa kami, "Selamat pagi anak-anak?" Sapa ibu guru sata itu, lalu serempak anak-anak menjawab" Selamat pagi bu guruuu?". Setelah menyapa , ibu guru itu memperkenalkan diri dan dilanjutkan dengan belajar. Masih teringat jelas saat pertama belajar membaca dan menulis. Bacaan itu, 'Ini Budi, Ini Ani, Ini Ibu Budi'. Semua terkait dengan keluarga Budi dan Ani. Hingga saat ini, tahun 2015, di kelas satu pasti ada bacaan Ini Budi, Ini Ani, Ini Ibu Budi. Semua tentang keluarga  Budi. Lucu sekali .. ha..ha..
         Saat waktu istirahat tiba, saya pergi ke kantin. Uang lima ratus rupiah saat tahun 2000 dapat makanan banyak, dapat kerupuk mihun , dapat es lilin, dapat permen, dapat balon tiup. Apalagi bawa uang saku Rp.1000,- cukup untuk empat hari, kadang masih sisa dan ditabung. Waktu istirahat hanya sekitar 45 menit. Jadi kalau ke kantin harus cepat karena berdesak-desakan dengan murid-murid lain yang berebut untuk beli kerupuk mihun bulek Saroh. Setelah mendapatkan kerupuk mihun itu, saya dan teman-teman duduk di bangku. Setelah habis makan, kami main petak umpet. Ada yang bersembunyi di wc, di belakang kantin, di bawah kolong kelas, di dekat meja guru, ada juga yang bersembunyi di kantinnya langsung. Senang sekali jika mengenang hal itu, bermain petak umpet sampai lonceng tanda masuk telah berbunyi.
      Jam kedua pembelajaran pun dimulai lagi, saat itu kami diajak bernyanyi. Lagu balonku ada lima, yang lucu saat saya dan teman-teman berteriak doorrr.... suasana kelas ribut sekali. Tawa dan gelak saya dan mereka menjadi keceriaan saat itu. Kemudian kami belajar matematika, menghitung angka 1 sampai dengan 10, lalu menulisnya berulang-ulang. Hingga tanda jam pulang pun berbunyi, akhirnya guru memberikan Pekerjaan Rumah (PR) untuk kami dan berdoa bersama serta bersalaman dengan guru kami. Mengaharu biru, kisah pertama masuk SD kelas satu. Kenangan yang tidak terlupakan:).
Ini cerita aku, gimana sama cerita kelas satu SD kamu? :)

Wednesday, July 22, 2015

Si Bonteng dan Si Boncel


         Si Bonteng dan Si Boncel, laki-laki kembar tetapi sangat tidak mirip wajahnya. Mereka dilahirkan disebuah rumah sakit ternama di Samarinda. Saat ibu nya mengandung mereka, sering makan singkong setiap hari. Bukannya tidak ada nasi tetapi ibu nya memang suka makan singkong. Singkong yang dimasak bukan di rebus tetapi dibakar di bara api yang panas. Ada kalanya di goreng dengan minyak jerantah supaya nikmat. Ayah mereka kerja di kantor mewah sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Setiap hari menggunakan sepeda ontel yang sudah menemaninya selama dua puluh lima tahun. Setiap minggu sepedanya selalu dicuci. Harta benda keluarga ini banyak sekali, namun mereka menggunakan hal yang biasa-biasa saja. Handphone yang bersenter selalu menemaninya, mobil digarasi ada lima, rumah yang dimiliki sudah lima pula, tanah seluas dua puluh hektar sudah dimilikinya. Hidup kaya raya namun masih tradisional. Memegang prinsip teguh, Hidup Sederhana Mati Masuk Surga, Harta Banyak Untuk Sedekah. 
        Kini usia Si Bonteng dan Si Boncel sudah remaja dan bersekolah di SMA Tunas Mesri Borneo.  Remaja ini tampak sekali perbedaannya. Setiap orang yang melihatnya pasti tertawa dan mengatakan Teng-Teng, Cel-Cel. jadi untuk memanggil kedua remaja itu adalah TengCel. Mereka kini duduk di kelas tiga SMA. Setiap hari membawa bekal makanan dari rumah serta air minum di botol. Setiap hari pun bangun pagi, mengisi air di bak mandi, menyapu, mengepel, cuci piring dan membantu menyiapkan sarapan. Ibunya yang kini sudah berusia 38 tahun sudah tak kuat lagi melakukan pekerjaan berat, sedangkan ayahnya masih berumur 40 tahun masih bekerja di Instansi pemerintah sebagai pegawai juru ketik berkecapatan tinggi. Itu lah keahlian ayahnya tiada yang menandingi. 
       Suatu saat di TengCel ditembak oleh dua orang wanita cantik saat keduanya mau pergi ke mall Robinsin. Wanita itu menyatakan cinta kepada dua remaja itu. Sangking cantiknya, mata susah berpaling. Wanita ini menggunakan rok mini, lipstik warna pink, dengan baju yang kurang kain, rambut tergerai lurus habis rebonding, wajah bersinar-sinar terkena sinar lampu warung gorengan di pinggir jalan. Bonteng dan Boncel heran mengapa wanita ini menggebu-gebu menyatakan cinta, kenal saja tidak tetapi menggoda-goda. Tapi tak bisa dipungkiri kecantikan mereka aduhaiii. Aduhaiii karna kena sinar lampu warung gorengan mbah Sito. Wanita itu berkata pada Bonteng dan Boncel, 'Mas, saya sudah sering lihat sering jalan didekat mall ini, boleh tahu gak sih nama nya, sapa wanita itu. "Saya Bonteng mbak, dan ini kembaran saya Boncel". "Nama yang unik mas. Jawab wanita itu. kini si Boncel yang giliran bertanya, kalau mbak namanya siapa?". "Oh...Saya Pinem mas, dan ini saudara kembar saya juga namanya Binem." Wah kembar tapi beda banget yah mbak, sanggahku dengan terkekeh. "Saya selalu memperhatikan mas, dan saya jatuh cinta pada pandangan ke lima. Loh..kok pada pandangan ke lima mbak? tanya Bonteng heran. "Iyah mas pandangan ke lima, soalnya yang sudah lewat sini udah lima orang sama mas Bonteng". "Ha...Ha..Ha... mbak Pinem bisa aja deh ngelawaknya. Sahut Bonteng sambil tertawa terbahak-bahak. "Beneran kok mas, saya suka banget sama mas sudah lama, Pinem tersenyum tersipu-sipu. Nanti saya jawab yah mbak. Kini giliran Binem yang menyatakan perasaan pada Boncel. "Mas Boncel, saya juga suka banget sama mas". "Suka apanya mba Binem? tanya Boncel. "Suka sama gaya nya mas yang nyentrik pakai blankon." Memang kalau saya pakai blankon kenapa mbak? Tanya Boncel lagi dengan mengernyitkan dahi. "Mas terlihat jawa tulen mas, katrok gitu, kalau orang bilang wong ndeso. ha..ha... Binem tertawa keras sampai mbah Sito penjual gorengan terkejut dan gorengannya jatuh ke tanah. " Mbah Sito marah-marah dan menghampiri Binem sambil berkata" kamu mengagetkan saya sampai gorengan saya jatuh, apa mau mu Binem bikin saya kaget gini? Tanya mba Sito dengan logat jawa nya. "Tadi gak sengaja mbah, saya tertawa keras soalnya si Boncel lucu sih". Jawab Binem. "Sudah-sudah jangan godain remaja bau kencur ini Pinem dan Binem, mereka ini masih sekolah. Cari mangsa lain saja. "Loh kok gitu mbah, memang mereka berdua ini siapa mbah? tanya Bonteng. Mbah ini menjawab, loh pada gak tahu ya, mereka kalau malam jadi Pinem sama Binem. Kalau siang jadi Parto sama Binron. "hah...??? Jadi mba semua ini, banci??  tanya Boncel dan Bonteng bersamaan. "Ya kami banci, kamu mau apa?? Jawab Pinem keras dan suara lelakinya keluar. Seketika itu Bonteng dan Boncel lari terbirit-birit karena dikejar oleh wanita cantik kena sinar lampu warung gorengan mbah Sito.
    

#Pertualangan Bonteng dan Boncel Masih Berlanjut#.
Witer by: Kuncari Isnawati

Monday, July 13, 2015

BERKUNJUNGLAH KE KALIMANTAN TIMUR !


Banyak orang yang mengira ketika berkunjung ke Kalimantan hanya akan melihat hutan-hutan yang lebat, yang penduduknya masih memakan orang dan mengira masih jauh dari daerah maju. Pernah suatu saat ada delegasi dari daerah lain tidak mau berkunjung ke Kalimantan karena takut masih ada tradisi makan orang. Haii guys... Kalimantan tidak sekejam itu. Kalimantan adalah daerah yang sudah maju dan telah mengikuti perkembangan zaman dengan penerapan teknologi yang canggih pula. 
     Berbicara tentang Kalimantan, maka salah satunya yang menarik adalah Kalimantan Timur.  Terkenal dengan batubara yang melimpah serta minyak bumi yang banyak pula menjadikan provinsi ini menyumbang dana ke APBN terbesar. Provinsi ini memiliki 10 Kabupaten dan Kota, diantaranya yaitu: Kabupaten Kutai Timur, Kutai Barat, Bontang, Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara (PPU), Tana Paser, Kabupaten Mahakam Ulu dan Berau. 
             Dari segi pariwisatanya, Kalimantan Timur banyak memiliki pariwisata yang indah serta tidak kalah dengan Pulau Bali. Diantara pariwisata yang ada di Kalimantan Timur yaitu:

  1.  Obyek Wisata di Samarinda

  •  Mesjid Islamic Centre Samarinda
  • Pusat Perbelanjaan Citra Niaga
  • Air Terjun Tanah Merah
  • Air Terjun Pinang Seribu
  • Kebun Raya Samarinda (KRS)
  • Desa Budaya Pampang
  • Tepian Mahakam
  • Mahakam Lampion Garden 
    Samarinda
  • Kampung Tenun Samarinda

    Wisata Kuliner di Samarinda
  • Kampung Nasi Kuning
  • Amplang
  • Kue Gabin
  • Ikan Asap
  • Ilat Sapi
    3. Obyek Wisata Kota Bontang
  • Pulau Beras Basah
  • Bontang Kuala
  • Pulau Gusung
     Wisata Kulinr di Bontang
  • Cacapan Rumput Laut
  • Gami Cumi
  • Putu Singkong
  • Kari Batang Pisang
  • Lempeng Telur
  • Bingka Elai
  • Seraiser
Welcome To East Kalimantan .. :)



Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unmul

Pada awalnya berdirinya, 28 September 1962, UNMUL hanya memiliki satu fakultas, yaitu Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan....