Aku Asing di Suasana Baru
Hari ini tepat tanggal 27 Juli 2015, siswa-siswi mulai masuk sekolah. Dengan suasana ceria dan rasa kangen sama sekolah yang ditinggal liburan semester, menjadikan mereka tersenyum bahagia saat bertemu teman dan menceritakan kisah liburan masing-masing. Ada yang bercerita berlibur ke Bali, ke Singapura, ke Derawan dan tempat wisata lainnya. Melepas kepenatan saat belajar di sekolah. Apalagi liburan kali ini bertepatan dengan lebaran idul fitri 1436 H. Wow, tambah seru saja liburan kali ini.
Tak kalah serunya bagi anak-anak SD yang baru masuk kelas 1. Bayangkan saja masa kecil kita saat kelas satu SD, pakai dasi, baju seragam merah putih, tas, buku, sepatu dan kaos kaki. Semua serba baru. Dengan diantar ibu ke sekolah, mecari kursi demi duduk dibangku yang paling depan. Hal yang paling menengangkan saat mencari kursi. Dulu waktu saya sekolah, mencari kursi jam setengah enam pagi sudah berangkat demi mendapat kursi yang paling depan. Murid yang begitu banyak, kalau tidak pagi-pagi datangnya, pasti dapat kursi yang paling belakang dan hal itu tidak menyenangkan bagi saya. Setelah dapat tempat duduk, baru lah duduk dan tidak pindah-pindah. Kalau pindah dari tempat duduk, pasti di ambil murid lainnya. Duduk, diam, sambil melihat sekeliling. Terlihat teman lain ada yang terlihat belum mandi, terlihat dari wajahnya yang masih terdapat 'iler' di dekat bibirnya, ada yang baju nya kusut, sepatu nya tidak dicuci. Semua itu saya lihat di waktu saya sekolah SD pertama kali saat duduk di kelas satu.
Berkenalan dengan teman baru sebanyak-banyaknya dengan menanyakan nama mereka dan tinggal di alamat mana. Ada yang bercerita masa Taman Kanak-Kanak (TK), beli baju baru di mall, beli perlatan sekolah di pasar malam, atau pasar Segiri, dan lain-lain. Saat itu terasa perbincangan kami polos sekali. Cerita tanpa beban di benak kami. Yang saya dan mereka rasakan hanyalah kebahagian saat sekolah pertama kali. Teringat jelas saat itu, tepat di hari Senin. Bunyi lonceng yang dipukul sebanyak tiga kali, pertanda saat upacara bendera akan segera di mulai. Saya dan mereka berbaris di lapangan yang penuh dengan rumput hijau. Sepatu baru yang saya kenakan kena becek air di rerumputan. Begitu pula teman yang lain, sepatu mereka kena air. Walaupun tidak basah, namun tetap saja mempengaruhi penampilan saya dan mereka yang menggunakan sepatu baru.
Murid-murid berbaris dengan mendengar aba-aba dari guru. Saat diberi aba-aba "lencangkan tangan grak" ! Murid-murid terlihat berdesak-desakkan. Saling bersenggol-senggolan. Sehingga ada yang terjatuh dan menangis. Lalu guru datang untuk membantu murid tersebut. Setelah sepuluh menit mengatur barisan, akhirnya semua barisan rapi, mulaikan upacara bendera itu. Dengan majunya komandan upacara ke tengah lapangan, semua mata tertuju padanya. Suaranya lantang dan berwibawa, saya kagum mendengarnya. Saat penaikan bendera, terlihat tiga murid yang melangkah maju dengan murid yang ditengah membawa bendera. Saat itu terlihat rapi dan akhirnya,, paduan suara menyanyikan lagu Indonesia Raya hingga bendera itu sampai ke tiang dan berkibar-kibar diterpa angin. Mendengar lagu Indonesia Raya, timbul semangat yang luar biasa dibenak saya. Apalagi saat lirik lagu nya "Hiduplah Indonesia raya". Ada pesan dan harapan dari lirik tersebut untuk kemajuan Indonesia.
Belum selesai upacara, ada sebagian anak yang pingsan sehingga harus dibawa ke ruang UKS. Hal yang tidak terlupakan juga saat itu, saat guru memberikan sambutannya, anak-anak kakinya bergerak-gerak karena lelah berdiri terlalu lama. Ada yang duduk dibelakang barisan itu, sehingga barisan yang awalnya rapi menjadi bengkok sana-sini. Apalagi saat melakukan hormat, tangan sudah lemas dan tubuh kepanasan terkena sinar matahari. Akhirnya saat selesai upacara yang dibubarkan oleh komandan upacara, murid-murid berlari menuju kelas masing-masing. Saat melewati tangga kelas 1, ada yang terjatuh karena tangganya tidak ada satu kayunya lagi sehingga terpeleset lah murid yang jatuh itu. Ada yang tertawa karena saat jatuh, rok nya terangkat.Ada juga yang berusaha menolong dengan segera.
Saat di dalam kelas, murid-murid duduk di bangkunya masing-masing. Saya dan mereka menunggu guru masuk ke kelas kami. Tampaklah seorang guru dengan jilbabnya yang berwarna coklat muda, rok panjang, agak gemuk menyapa kami, "Selamat pagi anak-anak?" Sapa ibu guru sata itu, lalu serempak anak-anak menjawab" Selamat pagi bu guruuu?". Setelah menyapa , ibu guru itu memperkenalkan diri dan dilanjutkan dengan belajar. Masih teringat jelas saat pertama belajar membaca dan menulis. Bacaan itu, 'Ini Budi, Ini Ani, Ini Ibu Budi'. Semua terkait dengan keluarga Budi dan Ani. Hingga saat ini, tahun 2015, di kelas satu pasti ada bacaan Ini Budi, Ini Ani, Ini Ibu Budi. Semua tentang keluarga Budi. Lucu sekali .. ha..ha..
Saat waktu istirahat tiba, saya pergi ke kantin. Uang lima ratus rupiah saat tahun 2000 dapat makanan banyak, dapat kerupuk mihun , dapat es lilin, dapat permen, dapat balon tiup. Apalagi bawa uang saku Rp.1000,- cukup untuk empat hari, kadang masih sisa dan ditabung. Waktu istirahat hanya sekitar 45 menit. Jadi kalau ke kantin harus cepat karena berdesak-desakan dengan murid-murid lain yang berebut untuk beli kerupuk mihun bulek Saroh. Setelah mendapatkan kerupuk mihun itu, saya dan teman-teman duduk di bangku. Setelah habis makan, kami main petak umpet. Ada yang bersembunyi di wc, di belakang kantin, di bawah kolong kelas, di dekat meja guru, ada juga yang bersembunyi di kantinnya langsung. Senang sekali jika mengenang hal itu, bermain petak umpet sampai lonceng tanda masuk telah berbunyi.
Jam kedua pembelajaran pun dimulai lagi, saat itu kami diajak bernyanyi. Lagu balonku ada lima, yang lucu saat saya dan teman-teman berteriak doorrr.... suasana kelas ribut sekali. Tawa dan gelak saya dan mereka menjadi keceriaan saat itu. Kemudian kami belajar matematika, menghitung angka 1 sampai dengan 10, lalu menulisnya berulang-ulang. Hingga tanda jam pulang pun berbunyi, akhirnya guru memberikan Pekerjaan Rumah (PR) untuk kami dan berdoa bersama serta bersalaman dengan guru kami. Mengaharu biru, kisah pertama masuk SD kelas satu. Kenangan yang tidak terlupakan:).
Ini cerita aku, gimana sama cerita kelas satu SD kamu? :)
No comments:
Post a Comment