Saturday, April 7, 2018

PENGALAMAN MENGIKUTI PROGRAM PEMERINTAH


NAMA                   :  KUNCARI ISNAWATI,SE
NIM                       :  1702016023
TUGAS                  :  TEMA 2 MENULIS TENTANG PENGALAMAN MENGIKUTI PROGRAM     PEMERINTAH
DOSEN                  :  DR. JONNI MARDIZAL, M.M.,


IMPIAN DAN KENYATAAN TERWUJUD KARENA PERJUANGAN


 Ada jarak antara “mimpi indah” dan “kenyataan sukses”. Agar mimpi-mimpi kita menjadi kenyataan, kita memerlukan tekad untuk berusaha dengan penuh kesungguhan! Salam sukses luar biasa!!” (Motivator Indonesia, Andrie Wongso).
            Motivasi itulah yang membuat saya selalu berusaha mencapai impian-impian saya. Karena impian akan terus diperjuangkan sesusah apapun itu, tidak ada kata menyerah untuk terus maju dan berani mencoba. Gagal berkali-kali sudah biasa saya alami, baik dalam mengikuti lomba-lomba yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun oleh himpunan mahasiswa yang ada di kampus Universitas Mulawarman. Di tulisan ini saya akan memaparkan pengalaman saya mengikuti kegiatan-kegiatan dari pemerintah diantaranya:
1.      Tahun 2010 saya mengikuti lomba yang diadakan oleh Balitbangda Provinsi Kalimantan Timur. Di lomba yang diikuti oleh peserta dari seluruh provinsi Kal-Tim yang mewajibkan peserta lombanya menulis Essay dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional (HATEKNAS). Dalam lomba ini saya menulis judul Essay dengan nama : “Pembudidayaan dan Pengolahan Makanan Berbahan Dasar Rumput Laut dengan Teknologi Tepat Guna sebagai Oleh-Oleh Khas Kaltim”. Alhamdulillah, setelah melewati tahap seleksi wawancara saya dinobatkan sebagai Juara II. Pengalaman ini sungguh tidak terlupakan karena saya yang baru duduk di kelas X (Sepuluh) di SMK Negeri 1 Samarinda bisa bersaing dengan sekolah-sekolah lain. Walaupun dulunya saya berasal dari SMP Negeri 19 Samarinda yang jauh dari perkotaan, namun saya tidak gentar untuk berjuang mengejar ketertinggalan dari siswa-siswa yang sekolah di perkotaan.
2.      Tahun 2010 saya dipilih oleh guru saya di SMK negeri 1 Samarinda untuk menjadi peserta lomba Debat Tingkat Nasional. Lomba debat ini dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementrian Pendidikan Nasional. Kegiatan ini dilaksanakan di Bandung, Jawa Barat pada tanggal 08-13 November 2010. Dalam lomba ini di baba pertama kami yang beranggotakan 3 orang melawan tim debat dari provinsi Gorontalo. Alhamdulillah, kami menang dan maju di babak semifinal dan melawan dari tim debat dari Surabaya. Namun, kami gagal menuju ke babak final. Kami hanya mendapat peringkat 13 Nasional pada saat ini. Walaupun belum menjadi juara 1, tetapi saya berfikir bahwa kegagalan adalah awal dari keberhasilan. Intinya tidak ada kata menyerah untuk mencoba dan meraih sukses.
3.      Tahun 2011, tepatnya tanggal 15 November 2011, saya mengikuti lomba menulis yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Provinsi Kalimantan Timur dalam wadah “Gerakan Gemar Membaca dan  Rajin Menulis”. Kegiatan menulis langsung di tempat (On The Spot) ini dilaksanakan di Hotel Victoria Samarinda. Peserta yang ikut dari perwakilan kabupaten/kota di provinsi Kalimantan Timur. Alhamdulillah, saya berhasil meraih juara 1 dalam kegiatan tersebut. Pada saat itu, saya menulis tangan sebanyak 4 halaman kertas folio bergaris dalam waktu 2 jam. Saya pun tidak menyangka bahwa saya menjadi juara karena peserta dari daerah lain hebat-hebat semua. Dari pengalaman ini hikmah yang dapat saya petik adalah bahwa dalam mengikuti kompetisi apapun lawan janganlah ditakuti tetapi persiapan diri sendiri untuk mengikuti kompetisi itu lah yang perlu latihan maksimal dan tentunya tetap berdoa sama Allah SWT. Biasanya saya akan membawa Surah Al-Fatihah sebanyak 7 kali sebelum memulai lomba. Dibaca dengan penuh keyakinan dan hapal arti dari Alfatihah tersebut.
4.      Tahun 2011 pula, karena menjadi pemenang lomba menulis, saya dipilih oleh Kantor Bahasa provinsi Kalimantan Timur untuk mengikuti Jambore Bahasa dan Sastra di Cibubur, Jakarta. Ibarat mimpi ketiban bulan. Saya senang sekali. Dalam kegiatan jambore itu saya bergabung dengan kontingen dari Jawa Barat, Kepulauan Riau, Jawa Tengah, Jogjakarta, Sulawesi dan Kalimantan. Adapun kegiatan yang dilaksanakan di Jambore tersebut adalah adanya materi tentang Bahasa Indonesia dan tentang kepemimpinan, pertunjukan seni dari masing-masing kontingen. Pada saat itu saya mewakili dari Provinsi Kalimantan Timur untuk membacakan sebuah puisi. Saya pun berkesempatan bisa ikut jalan-jalan bersama rombongan lain ke Museum Gajah, ke Monumen Nasional (Monas). Dari pengalaman ini, saya mendapat ilmu pengetahuan baru, teman baru dan kerja sama tim yang diperlukan dalam menyelesaikan berbagai persoalan.
5.      Tahun 2013 tepatnya tanggal 29 Juli, saya mengikuti lomba menulis yang diselenggarakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Judul tulisan saya waktu itu adalah “Pengaruh Perkembangan Penduduk pada Kondisi Ekonomi”. Tujuan dari kegiatan yang dilaksanakan oleh BKKBN adalah untuk dapat mendorong peran serta dalam mensukseskan program kependudukan di Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh 44 peserta, Alhamdulillah saya meraih juara I kategori Remaja (Usia 15 s/d 19 tahun). Akhirnya, setelah beberapa waktu saya diberi kabar oleh pihak BKKBN Kaltim bahwa saya masuk 10 besar peserta yang lolos dan saya berkesempatan mewakili provinsi Kaltim untuk ke Jakarta dan mempresentasikan hasil tulisan saya. Waktu itu juri dalam perlombaan ini dari Universitas Indonesia dan Arswendo Atmowiloto. Namun, kali ini saya hanya peringkat 10 Nasional saja. Tetapi, alhamduillah saya bersyukur telah melakukan yang terbaik walaupun belum berhasil menjadi juara 1. Pengalaman yang tak terlupakan karena sudah berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah untuk pertama kalinya dank e Sea World. Bagi kebanyakan orang mungkin ini hal biasa, namun bagi orang seperti saya pengalaman bisa jalan-jalan gratis adalah hal luar biasa mengingat bahwa saya dulu bukan dari kalangan orang yang menengah atas. Namun, keterbatasan bukan penghalang untuk mencapai kesuksesan. Menurut saya sukses bukan hanya diukur dari seberapa banyak uang yang dipunya, namun sukses ketika kita mampu saling berbagi manfaat kepada orang lain.
6.      Tahun 2014, saya mengikuti seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara dengan pilihan negara Malaysia. Menjalani berbagai tes seperti tes soal psikotes, bahasa inggris, dan pengetahuan umum. Setelah dinyatakan lolos tahap 1, maka saya mengikuti tes kepribadian/psikologi, wawancara menggunakan bahasa inggris, tes toefl, menunjukkan bakat yang saya miliki yaitu menjahit payet/manik-manik dan kemampuan menulis puisi, kemudian, ditanya mengenai program apa yang akan saya lakukan jika terpilih menjadi delegasi PPAN ke Malaysia dan kembali ke Indonesia. Saat itu saya menjawab, saya akan melakukan kegiatan “One People Five Rubbish”. Artinya satu orang lima sampah. Dalam agenda ini ide saya mengajak seluruh masyarakat Samarinda sambil jogging tetapi sambil memungut sampah. Tentunya, ada 1 hari khusus yang di tetapkan untuk aksi memungut sampah di kota Samarinda ini. Namun, mungkin belum rejeki saya, saya hanya menduduki peringkat 2 saja dalam seleksi ini jadi saya tidak berangkat ke Malaysia. Mungkin gagalnya berkaitan dengan umur saya yang baru 20 tahun sedangkan yang diinginkan umur 21 tahun. Padahal teman saya berkata, nilai saya sebenarnya paling tinggi tetapi karena umur tidak memenuhi syarat, akhirnya saya tidak terpilih. Dari pengalaman ini saya bersemangat untuk belajar lebih baik lagi agar dapat meraih kesuksesan dilain waktu.
7.      Tahun 2015, saat itu saya kuliah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman. Saya mengikuti seleksi beasiswa yang diselenggarakan oleh Bank Indoensia provinsi Kalimantan Timur. Alhamdulillah, setelah melewati beberapa tes dan wawancara, saya berhasil masuk dalam 40 orang penerima beasiswa dari Bank Indonesia. Kesempatan yang tak terlupakan juga saya terpilih menjadi sekretaris Generasi Baru Indonesia (GenBI) Kaltim. Masa jabatan selama 1 tahun. Dalam program ini saya harus aktif dalam kegiatan organisasi. Menjabat sebagai sekretaris GenBI memang padat sekali administrasinya, dari surat-menyurat, membuat proposal kegiatan agar di terima oleh Bank Indonesia kemudian penyusunan anggaran juga menjadi tugas saya untuk membantu peran Bendahara GenBI. Kegiatan-kegiatan di GenBI ini meliputi bidang Kewirausahaan, pendidikan, lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat. Di GenBI yang dibina langsung oleh pihak Bank Indonesia provinsi Kaltim, penerima beasiswa benar-benar di didik untuk disiplin kerja, cerdas, cermat, dan mampu mengatasi masalah, kekompakan tim, kehadiran dari setiap kegiatan dan rapat juga menjadi penilaian dari pihak BI. Bagaikan hujan emas bagi saya, saya terpilih untuk mengikuti Leadership Camp di Ciawi, Bogor. Kala itu saya bersama 4 kawan saya harus berangkat mengikuti kegiatan tersebut. Bank Indonesia Provinsi Kal-Tim memilih 5 peserta karena dedikasi untuk GenBI dan kehadiran yang paling banyak serta kontribusi di GenBI yang membuat saya dan kawan-kawan terpilih. Keberangkatan saya pada hari Minggu, 14 Juni 2015, Pukul 04.30 di depan mesjid jalan Pramuka, Samarinda. Dan jadwal take off pesawat dari Bandara Muhammad Aji Sulaiman pukul 10.55 Wita. Perjalanan membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk sampai ke Bandara Soekarno Hatta dengan pesawat Garuda  Airlines dengan nomor penerbangan GA 565. Sesampainya di bandara, saya dan kawan-kawan di jemput oleh pihak panitia penyelenggara Leadership Camp. Kami bertemu dengan teman-teman dari Lampung, Bengkulu, Jawa Timur, Jogjyakarta, Sumatera Barat dan provinsi lainnya. Saya sangat senang mendapat kesempatan yang penuh kebahagian ini. Dan pada akhirnya, saya menaiki bus pariwisata menuju kota Ciawi, Bogor. Sebelum sampai di area IPC corporate University, bus yang kami tumpangi harus menunggu pintu tol terbuka. Hal ini terjadi karena ada pengalihan jalan. Hingga pukul 20.00 WIB, kami masih belum sampai ke hotel. Hujan rintik-rintik yang menyelingi perjalanan kami menjadi saksi perjalanan kami menuju hotel. Dan akhirnya kami turun dari bus dan menuju ke lobi Hotel Salak.
Keesokan harinya kami menerima materi dan presentasi dari Gubernur Bank Indonesia, Bapak Agus DW. Martowardodjo dan beberapa pembicara lain perwakilan dari DPR RI. Kemudian, di undang pula Pak Bima Arya walikota Bogor yang memberikan motivasi kepada saya dan kawan-kawan perwakilan dari seluruh Indonesia. Acara berlangsung selama 3 hari. Hari terakhir, saya dan kawan-kawan outbond di Taman Budaya Sentul Bogor, dimana dalam kegiatan ini kami diberikan materi tentang kepemimpinan, kerja sama tim, kerja sama dalam menyelesaikan masalah-masalah, kekompakan tim yang di lakukan dalam setiap permainan yang diberikan oleh tim outbondner. Adapun permainannya adalah mengisi botol dengan air yang menggunakan gelas mineral yang bocor, memainkan bola kecil dan bola besar dengan berbagai teknik agar bola tersebut tidak jatuh, dan permainan lainnya yang mengasah kemampuan untuk kerja sama tim. Di sesi ini, ada motivator perempuan di Indonesia yaitu: Poppy Amalya yang menyampaikan motivasinya kepada saya dan kawan-kawan. Hikmah dari perjalanan ini adalah bahwa ketekunan  dan konsistensi dan keikhlasan dalam menjalankan pekerjaan akan membuahkan hasil yang tak disangka-sangka.
8.      Tahun 2017, saya mendaftar beasiswa Kemenpora. Awalnya saya mendapat informasi dari teman. Akhirnya, saya berniat ikut dan melengkapi syarat-syarat yang harus dipenuhi. Menjalani tes soal-soal yang di ujikan dari Magister Ilmu Sosial dan Politik Universitas Mulawarman. Akhirnya, saya lulus. Alhamdulillah, berkah dari Allah.
Saya dan kawan-kawan diinfokan untuk menjalani kuliah matrikulasi selama 2 bulan setelah itu menjalani semester satu. Suka-duka sewaktu kuliah selalu mengiringi perjalanan saya. Namun, berkat beasiswa Kemenpora ini saya bisa mewujudkan impian saya untuk lanjut S2. Saya ucapkan terima kasih kepada Kemenpora atas program ini. Semoga ke depannya, ada program S3 untuk mahasiswa dari Universitas Mulawarman.

Demikianlah beberapa kegiatan/program pemerintah yang pernah saya ikuti. Perjuangan akan selalu ada dalam tantangan yang dihadapi, namun itu semua bukan menjadi penghalang untuk terus berprestasi. Salam Pemuda !


No comments:

Post a Comment

Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unmul

Pada awalnya berdirinya, 28 September 1962, UNMUL hanya memiliki satu fakultas, yaitu Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan....