NAMA : KUNCARI ISNAWATI,SE
NIM : 1702016023
TUGAS : TEMA 2 MENULIS TENTANG PENGALAMAN MENGIKUTI
PROGRAM PEMERINTAH
DOSEN : DR. JONNI MARDIZAL, M.M.,
IMPIAN DAN
KENYATAAN TERWUJUD KARENA PERJUANGAN
“Ada jarak antara “mimpi indah” dan “kenyataan sukses”.
Agar mimpi-mimpi kita menjadi kenyataan, kita memerlukan tekad untuk berusaha
dengan penuh kesungguhan! Salam sukses luar biasa!!” (Motivator Indonesia,
Andrie Wongso).
Motivasi
itulah yang membuat saya selalu berusaha mencapai impian-impian saya. Karena
impian akan terus diperjuangkan sesusah apapun itu, tidak ada kata menyerah
untuk terus maju dan berani mencoba. Gagal berkali-kali sudah biasa saya alami,
baik dalam mengikuti lomba-lomba yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun
oleh himpunan mahasiswa yang ada di kampus Universitas Mulawarman. Di tulisan
ini saya akan memaparkan pengalaman saya mengikuti kegiatan-kegiatan dari
pemerintah diantaranya:
1. Tahun 2010 saya mengikuti lomba yang diadakan oleh
Balitbangda Provinsi Kalimantan Timur. Di lomba yang diikuti oleh peserta dari
seluruh provinsi Kal-Tim yang mewajibkan peserta lombanya menulis Essay dalam
rangka Hari Kebangkitan Nasional (HATEKNAS). Dalam lomba ini saya menulis judul
Essay dengan nama : “Pembudidayaan dan Pengolahan Makanan Berbahan Dasar Rumput
Laut dengan Teknologi Tepat Guna sebagai Oleh-Oleh Khas Kaltim”. Alhamdulillah,
setelah melewati tahap seleksi wawancara saya dinobatkan sebagai Juara II.
Pengalaman ini sungguh tidak terlupakan karena saya yang baru duduk di kelas X (Sepuluh)
di SMK Negeri 1 Samarinda bisa bersaing dengan sekolah-sekolah lain. Walaupun
dulunya saya berasal dari SMP Negeri 19 Samarinda yang jauh dari perkotaan,
namun saya tidak gentar untuk berjuang mengejar ketertinggalan dari siswa-siswa
yang sekolah di perkotaan.
2. Tahun 2010 saya dipilih oleh guru saya di SMK negeri 1
Samarinda untuk menjadi peserta lomba Debat Tingkat Nasional. Lomba debat ini
dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Kementrian Pendidikan Nasional. Kegiatan ini dilaksanakan di Bandung, Jawa
Barat pada tanggal 08-13 November 2010. Dalam lomba ini di baba pertama kami
yang beranggotakan 3 orang melawan tim debat dari provinsi Gorontalo.
Alhamdulillah, kami menang dan maju di babak semifinal dan melawan dari tim
debat dari Surabaya. Namun, kami gagal menuju ke babak final. Kami hanya
mendapat peringkat 13 Nasional pada saat ini. Walaupun belum menjadi juara 1,
tetapi saya berfikir bahwa kegagalan adalah awal dari keberhasilan. Intinya
tidak ada kata menyerah untuk mencoba dan meraih sukses.
3. Tahun 2011, tepatnya tanggal 15 November 2011, saya mengikuti
lomba menulis yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Provinsi Kalimantan Timur dalam wadah “Gerakan Gemar Membaca dan Rajin Menulis”. Kegiatan menulis langsung di
tempat (On The Spot) ini dilaksanakan di Hotel Victoria Samarinda. Peserta yang
ikut dari perwakilan kabupaten/kota di provinsi Kalimantan Timur.
Alhamdulillah, saya berhasil meraih juara 1 dalam kegiatan tersebut. Pada saat
itu, saya menulis tangan sebanyak 4 halaman kertas folio bergaris dalam waktu 2
jam. Saya pun tidak menyangka bahwa saya menjadi juara karena peserta dari
daerah lain hebat-hebat semua. Dari pengalaman ini hikmah yang dapat saya petik
adalah bahwa dalam mengikuti kompetisi apapun lawan janganlah ditakuti tetapi
persiapan diri sendiri untuk mengikuti kompetisi itu lah yang perlu latihan
maksimal dan tentunya tetap berdoa sama Allah SWT. Biasanya saya akan membawa
Surah Al-Fatihah sebanyak 7 kali sebelum memulai lomba. Dibaca dengan penuh
keyakinan dan hapal arti dari Alfatihah tersebut.
4. Tahun 2011 pula, karena menjadi pemenang lomba menulis, saya
dipilih oleh Kantor Bahasa provinsi Kalimantan Timur untuk mengikuti Jambore
Bahasa dan Sastra di Cibubur, Jakarta. Ibarat mimpi ketiban bulan. Saya senang
sekali. Dalam kegiatan jambore itu saya bergabung dengan kontingen dari Jawa
Barat, Kepulauan Riau, Jawa Tengah, Jogjakarta, Sulawesi dan Kalimantan. Adapun
kegiatan yang dilaksanakan di Jambore tersebut adalah adanya materi tentang
Bahasa Indonesia dan tentang kepemimpinan, pertunjukan seni dari masing-masing
kontingen. Pada saat itu saya mewakili dari Provinsi Kalimantan Timur untuk
membacakan sebuah puisi. Saya pun berkesempatan bisa ikut jalan-jalan bersama
rombongan lain ke Museum Gajah, ke Monumen Nasional (Monas). Dari pengalaman
ini, saya mendapat ilmu pengetahuan baru, teman baru dan kerja sama tim yang
diperlukan dalam menyelesaikan berbagai persoalan.
5. Tahun 2013 tepatnya tanggal 29 Juli, saya mengikuti lomba
menulis yang diselenggarakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Nasional Tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Judul tulisan saya waktu itu adalah
“Pengaruh Perkembangan Penduduk pada Kondisi Ekonomi”. Tujuan dari kegiatan
yang dilaksanakan oleh BKKBN adalah untuk dapat mendorong peran serta dalam
mensukseskan program kependudukan di Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh 44
peserta, Alhamdulillah saya meraih juara I kategori Remaja (Usia 15 s/d 19
tahun). Akhirnya, setelah beberapa waktu saya diberi kabar oleh pihak BKKBN
Kaltim bahwa saya masuk 10 besar peserta yang lolos dan saya berkesempatan
mewakili provinsi Kaltim untuk ke Jakarta dan mempresentasikan hasil tulisan
saya. Waktu itu juri dalam perlombaan ini dari Universitas Indonesia dan
Arswendo Atmowiloto. Namun, kali ini saya hanya peringkat 10 Nasional saja.
Tetapi, alhamduillah saya bersyukur telah melakukan yang terbaik walaupun belum
berhasil menjadi juara 1. Pengalaman yang tak terlupakan karena sudah
berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah untuk pertama kalinya dank e Sea
World. Bagi kebanyakan orang mungkin ini hal biasa, namun bagi orang seperti
saya pengalaman bisa jalan-jalan gratis adalah hal luar biasa mengingat bahwa
saya dulu bukan dari kalangan orang yang menengah atas. Namun, keterbatasan
bukan penghalang untuk mencapai kesuksesan. Menurut saya sukses bukan hanya
diukur dari seberapa banyak uang yang dipunya, namun sukses ketika kita mampu
saling berbagi manfaat kepada orang lain.
6. Tahun 2014, saya mengikuti seleksi Pertukaran Pemuda Antar
Negara dengan pilihan negara Malaysia. Menjalani berbagai tes seperti tes soal
psikotes, bahasa inggris, dan pengetahuan umum. Setelah dinyatakan lolos tahap
1, maka saya mengikuti tes kepribadian/psikologi, wawancara menggunakan bahasa
inggris, tes toefl, menunjukkan bakat yang saya miliki yaitu menjahit
payet/manik-manik dan kemampuan menulis puisi, kemudian, ditanya mengenai
program apa yang akan saya lakukan jika terpilih menjadi delegasi PPAN ke
Malaysia dan kembali ke Indonesia. Saat itu saya menjawab, saya akan melakukan
kegiatan “One People Five Rubbish”. Artinya satu orang lima sampah. Dalam
agenda ini ide saya mengajak seluruh masyarakat Samarinda sambil jogging tetapi
sambil memungut sampah. Tentunya, ada 1 hari khusus yang di tetapkan untuk aksi
memungut sampah di kota Samarinda ini. Namun, mungkin belum rejeki saya, saya
hanya menduduki peringkat 2 saja dalam seleksi ini jadi saya tidak berangkat ke
Malaysia. Mungkin gagalnya berkaitan dengan umur saya yang baru 20 tahun sedangkan
yang diinginkan umur 21 tahun. Padahal teman saya berkata, nilai saya
sebenarnya paling tinggi tetapi karena umur tidak memenuhi syarat, akhirnya
saya tidak terpilih. Dari pengalaman ini saya bersemangat untuk belajar lebih
baik lagi agar dapat meraih kesuksesan dilain waktu.
7. Tahun 2015, saat itu saya kuliah di Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Universitas Mulawarman. Saya mengikuti seleksi beasiswa yang
diselenggarakan oleh Bank Indoensia provinsi Kalimantan Timur. Alhamdulillah,
setelah melewati beberapa tes dan wawancara, saya berhasil masuk dalam 40 orang
penerima beasiswa dari Bank Indonesia. Kesempatan yang tak terlupakan juga saya
terpilih menjadi sekretaris Generasi Baru Indonesia (GenBI) Kaltim. Masa
jabatan selama 1 tahun. Dalam program ini saya harus aktif dalam kegiatan
organisasi. Menjabat sebagai sekretaris GenBI memang padat sekali
administrasinya, dari surat-menyurat, membuat proposal kegiatan agar di terima
oleh Bank Indonesia kemudian penyusunan anggaran juga menjadi tugas saya untuk
membantu peran Bendahara GenBI. Kegiatan-kegiatan di GenBI ini meliputi bidang
Kewirausahaan, pendidikan, lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat. Di GenBI
yang dibina langsung oleh pihak Bank Indonesia provinsi Kaltim, penerima
beasiswa benar-benar di didik untuk disiplin kerja, cerdas, cermat, dan mampu
mengatasi masalah, kekompakan tim, kehadiran dari setiap kegiatan dan rapat
juga menjadi penilaian dari pihak BI. Bagaikan hujan emas bagi saya, saya
terpilih untuk mengikuti Leadership Camp di Ciawi, Bogor. Kala itu saya bersama
4 kawan saya harus berangkat mengikuti kegiatan tersebut. Bank Indonesia
Provinsi Kal-Tim memilih 5 peserta karena dedikasi untuk GenBI dan kehadiran
yang paling banyak serta kontribusi di GenBI yang membuat saya dan kawan-kawan
terpilih. Keberangkatan saya pada hari Minggu, 14 Juni 2015,
Pukul 04.30 di depan mesjid jalan Pramuka, Samarinda. Dan jadwal take off pesawat dari Bandara Muhammad
Aji Sulaiman pukul 10.55 Wita. Perjalanan membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk
sampai ke Bandara Soekarno Hatta dengan pesawat Garuda Airlines dengan nomor penerbangan GA 565.
Sesampainya di bandara, saya dan kawan-kawan di jemput oleh pihak panitia
penyelenggara Leadership Camp. Kami bertemu dengan teman-teman dari Lampung,
Bengkulu, Jawa Timur, Jogjyakarta, Sumatera Barat dan provinsi lainnya. Saya
sangat senang mendapat kesempatan yang penuh kebahagian ini. Dan pada akhirnya,
saya menaiki bus pariwisata menuju kota Ciawi, Bogor. Sebelum sampai di area
IPC corporate University, bus yang kami tumpangi harus menunggu pintu tol
terbuka. Hal ini terjadi karena ada pengalihan jalan. Hingga pukul 20.00 WIB,
kami masih belum sampai ke hotel. Hujan rintik-rintik yang menyelingi
perjalanan kami menjadi saksi perjalanan kami menuju hotel. Dan akhirnya kami turun
dari bus dan menuju ke lobi Hotel Salak.
Keesokan harinya kami menerima materi dan presentasi
dari Gubernur Bank Indonesia, Bapak Agus DW. Martowardodjo dan beberapa
pembicara lain perwakilan dari DPR RI. Kemudian,
di undang pula Pak Bima Arya walikota Bogor yang memberikan motivasi kepada
saya dan kawan-kawan perwakilan dari seluruh Indonesia. Acara berlangsung
selama 3 hari. Hari terakhir, saya dan kawan-kawan outbond di Taman Budaya Sentul Bogor, dimana dalam kegiatan ini
kami diberikan materi tentang kepemimpinan, kerja sama tim, kerja sama dalam
menyelesaikan masalah-masalah, kekompakan tim yang di lakukan dalam setiap
permainan yang diberikan oleh tim outbondner.
Adapun permainannya adalah mengisi botol dengan air yang menggunakan gelas
mineral yang bocor, memainkan bola kecil dan bola besar dengan berbagai teknik
agar bola tersebut tidak jatuh, dan permainan lainnya yang mengasah kemampuan
untuk kerja sama tim. Di sesi ini, ada motivator perempuan di Indonesia yaitu:
Poppy Amalya yang menyampaikan motivasinya kepada saya dan kawan-kawan. Hikmah
dari perjalanan ini adalah bahwa ketekunan
dan konsistensi dan keikhlasan dalam menjalankan pekerjaan akan
membuahkan hasil yang tak disangka-sangka.
8. Tahun 2017, saya mendaftar beasiswa Kemenpora. Awalnya saya
mendapat informasi dari teman. Akhirnya, saya berniat ikut dan melengkapi
syarat-syarat yang harus dipenuhi. Menjalani tes soal-soal yang di ujikan dari
Magister Ilmu Sosial dan Politik Universitas Mulawarman. Akhirnya, saya lulus.
Alhamdulillah, berkah dari Allah.
Saya dan kawan-kawan diinfokan untuk menjalani kuliah
matrikulasi selama 2 bulan setelah itu menjalani semester satu. Suka-duka
sewaktu kuliah selalu mengiringi perjalanan saya. Namun, berkat beasiswa
Kemenpora ini saya bisa mewujudkan impian saya untuk lanjut S2. Saya ucapkan
terima kasih kepada Kemenpora atas program ini. Semoga ke depannya, ada program
S3 untuk mahasiswa dari Universitas Mulawarman.
Demikianlah
beberapa kegiatan/program pemerintah yang pernah saya ikuti. Perjuangan akan selalu
ada dalam tantangan yang dihadapi, namun itu semua bukan menjadi penghalang
untuk terus berprestasi. Salam Pemuda !
No comments:
Post a Comment