Monday, September 18, 2017

GNNT Program Bank Indonesia
Ditulis Oleh: Kuncari Isnawati

Samarinda-Rabu (04/05). Pertumbuhan ekonomi semakian berkembang seiring dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat.Hal ini juga diwujudkan dengan transaksi ekonomi yang sering terjadi di masyarakat dengan menggunakan teknologi modern. Teknologi modern yang berkembang saat ini yaitu penggunaan uang non-tunai yang merupakan program Bank  Indonesia. Program ini disebut Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT).
            GNNT menjadi sebuah inovasi untuk mengurangi penggunaan uang tunai di masyarakat.Tak dapat dipungkiri, masyarakat masih banyak yang menggunakan uang tunai dalam setiap pembayaran.Contoh yang sering banyak dilakukan di pasar tradisional.Hal ini menjadi tidak efisien, tidak praktis dan dapat menimbulkan tindak kriminal karena pelaku pemalsuan uang marak terjadi di masyarakat.Oleh sebab itu, hal utama untuk menyukseskan program GNNT adalah mengubah pola pikir (mindset) di masyarakat agar mengurangi penggunaan uang tunai dalam setiap transaksi ekonomi dan menggantinya dengan menggunakan uang non-tunai.
Adanya peralihan dari menggunakan uang tunai menjadi uang non-tunai menjadi solusi yang menguntungkan bagi masyarakat karena dapat bertransaksi dengan efisien, aman, mudah dan cepat.Sistem pembayaran yang semakin lancar akan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk bertransaksi dan mendorong aktivitas perekonomian sehingga terciptanya pertumbuhan ekonomi yang kondusif  serta terciptanya Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) yang baik. Selain itu, melihat kurangnya masyarakat yang terlibat dalam pelaku pengguna jasa perbankan juga menjadi tujuan pemerintah untuk terus menyosialisasikan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) di Indonesia.
 Penggunaan uang non-tunai ini dapat berbentuk based card dan juga kartu elektronik (electronic card) yang dapat digunakan masyarakat dalam melakukan transaksi ekonomi. Sistem pembayaran ini berkembang menjadi electronic payment system.Sistem ini menggunakan jaringan internet untuk dapat beroperasi.
Bank Umum yang telah mengeluarkan uang elektronik yaitu BRI, BNI dan Mandiri. Uang elektronik dapat diisi saldo minimal Rp.20.000,- dan maksimal Rp. 1.000.000,-. Kartu ini dapat digunakan untuk berbelanja di toko yang telah bekerja sama dengan pihak bank dan telah menerapkan penggunaan uang elektronik. Adapun contoh cara pengisian saldo pada uang elektronik pada Mandiri e-money yaitu:
 Mandiri ATM bertanda e-money
Menggunakan kartu mandiri debit
Masukkan PIN mandiri debit
Pilih menu Uang Elektronik
 Pilih menu mandiri e-money
  Pilih menu isi ulang
  Pilih nominal isi ulang yang teredia pada tombol atau jumlah lainnya
 Konfirmasi jumlah nominal isi ulang. Jika sudah selesai tekan “Ya”
 Tempelkan kartu mandiri e-money pada reader bertanda  Transaksi berhasil, kertas struk                       keluar dan saldo kartu mandiri e-money bertambah
Simpan struk sebagai bukti transaksi
Itulah salah satu cara untuk mengisi kartu elektronik agar memudahkan masyarakat dalam menggunakan kartu elektronik. Pengetahuan untuk menggunakan uang tunai/uang elektronik harus disosialisasikan dengan gencar agar masyarakat semakin mengenal dan mau menggunakan uang non-tunai dengan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu (APMK). APMK ini seperti kartu debet, kartu kredit dan uang elektronik yang diterbitkan oleh bank umum.

Demikian lah salah satu program Bank Indonesia yang disebut dengan Gerakan Nasional    serta menjalankan salah satu pilar utama untuk mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Terciptanya kelancaran pembayaran ini akan memudahkan masyarakat untuk bertransaksi melalui transaksi Non-Tunai (GNNT) yang memilik tujuan untuk menciptakan sistem    utama untuk mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Terciptanya kelancaran pembayaran ini akan memudahkan masyarakat untuk bertransaksi melalui perbankan.
 . yang efektif dan efisien serta menjalankan salah satu pilar 
GenBI Kaltim  Turut Serta di Kaltim Fair 2016
*Oleh: Kuncari Isnawati

Kaltim Fair 2016 yang dilaksanakan selama tujuh hari dari tanggal 7-13 April 2016 di Stadion Madya Sempaja, Samarinda dalam rangka hari jadi Provinsi Kalimantan Timur yang ke-59. Kegiatan ini terletak di ruang Convention Hall dan di ikuti oleh seluruh stakeholder yang ada di provinsi Kalimantan Timur seperti pemerintah, industri, perdagangan dan jasa serta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Bank Indonesia yang turut serta dalam kegiatan ini dan diwakili oleh Perpustakaan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur bersama GenBI Kaltim melakukan aneka kegiatan pada Kaltim Fair ini. Ada kuis tebak gambar rupiah, kuis tebak jumlah rupiah di dalam akuarium, kuis  mengerjakan 15 soal seputar Bank Indonesia dan pelayanan Bank Indoensia kepada masyarakat yang ingin melakukan pengecekan terhadap status kredit pada bank Umum. Masyarakat, pelajar, mahasiswa terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan ini.
Selama tujuh hari berlangsung, anggota GenBI Kaltim menjaga stand di Kaltim Fair dan juga ada pegawai Bank Indonesia Kpw. Kalimantan Timur yang turut serta.  Kegiatan yang tak kalah menarik yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah Sosialisasi Kebanksentralan dan Ciri-Ciri Keaslian Nilai Uang Rupiah. Adapun pemateri kegiatan ini yaitu: Vira Cania Arman (Asisten Manajer Unit Komunikasi), Budianto (Unit Operasional Kas) dan Rudi Faturrahman (Unit Operasional Kas). Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa, mahasiswi dan pelajar di Samarinda. Peserta kegiatan ini sangat antusias menghadiri kegiatan ini. Mereka banyak mengajukan pertanyaan terkait Bank Indonesia dan cirri-ciri keaslian uang rupiah. Peserta yang bertanya mendapatkan souvenir dari Bank Indonesia.

Di akhir sesi kegiatan ini pada tanggal 13 April 2016, pengumuman untuk stand terbaik di acara Kaltim Fair 2016. Bank Indonesia berhasil meraih predikat peringkat 3 terfavorit untuk kegiatan Kaltim Fair 2016. Sebuah penghargaan yang luar biasa telah di raih Bank Indonesia dalam kegiatan ini karena terpilih dari sekian peserta atau stand yang hadir di Convention Hall Samarinda, Kalimantan Timur. 

Thursday, September 7, 2017

MAKALAH: 
HARMONISASI AKUNTANSI INTERNASIONAL


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Banyaknya perusahaan yang melakukan operasi bisnis di  luar batas negaranya, menunjukkan arah perkembangan operasi bisnis yang bersifat global. Hal ini dibuktikan dengan hasil survey yang dilakukan oleh Deloitte Touche Tohmatsu Internasional pada tahun 1992,  terhadap 400 perusahaan skala menengah di dua puluh negara maju yang melakukan bisnis di pasar. Globalisasi juga nampak dengan semakin banyaknya  kerjasama  komunitas internasional yang  dilakukan oleh beberapa negara  termasuk Indonesia. Kerjasama tersebut diantaranya North American Free Trade Agreement (NAFTA), ASEAN Federation of Accountants (AFA), Asia-Pasific Economic Cooperation (APEC), World Trade Organization (WTO), dan International Organization of Securities Commissions (IOSOC).
Globalisasi membawa implikasi bahwa hal-hal yang dahulunya merupakan kewenangan dan tanggung jawab tiap negara, akan dipengaruhi oleh dunia internasional. Demikian  pula dengan pelaporan keuangan dan standar akuntansi suatu negara.  Standar akuntansi  memberikan gambaran yang jelas dan konsisten kepada pemegang saham, membuat laporan perusahaan lebih dapat dimengerti dan dapat diperbandingkan. Standar akuntansi yang dapat diperbandingkan sangat diperlukan oleh perusahaan-perusahaan multinasional, juga oleh para pengguna laporan keuangan yang ingin mengevaluasi kinerja perusahaan skala global dan untuk membantu pengambilan keputusan-keputusan yang berhubungan dengan sekuritas. Dengan adanya operasi bisnis dan pasar modal yang bersifat global tentu menuntut adanya standar yang bersifat global atau bersifat internasional, karena aturan-aturan akuntansi yang bersifat lokal tidak mampu memenuhi kebutuhan bisnis dan keuangan internasional. Oleh karena itu,  beberapa  kelompok profesi berusaha membuat standar akuntansi internasional.

1.2  Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud dengan Harmonisasi Akuntansi Internasional ?
a.       Bagaimana penerapan standar akuntansi internasional ?
b.      Pristiwa penting apa sajakah dalam penentuan standar akuntansi internasional ?
c.       Apakah tujuan IASB ?
d.      Bagaimana Sejarah, perkembangan, dan pengadopsian Standar Akuntansi Internasional di Indonesia.

1.3 Tujuan dan Manfaat Penulisan
1.      Untuk mengetahui Harmonisasi Akuntansi Internasional.
2.      Untuk mengetahui penerapan standar akuntansi internasional.
3.      Untuk mengetahui Pristiwa penting apa sajakah dalam penentuan standar akuntansi internasional.
4.      Untuk mengetahui tujuan IASB.
5.      Untuk mengetahui Sejarah, perkembangan, dan pengadopsian Standar Akuntansi Internasional di Indonesia.







BAB II
PEMBAHASAN
2.1.Survei Harmonisasi International
2.1.1.      Pengertian Harmonisasi International
Pengertian harmonisasi adalah suatu upaya dalam mencari keselarasan. Namun, pengertian harmonisasi dalam akuntansi adalah suatu proses untuk meningkatkan komparabilitas (kesesuaian) praktik akuntansi dengan menentukan batasan-batasan seberapa besar praktik-praktik tersebut dapat beragam. Secara sederhana pengertian harmonisasi standar akuntansi dapat diartikan bahwa suatu negara tidak mengikuti sepenuhnya standar yang berlaku secara internasional. Negara tersebut hanya membuat agar standar akuntansi yang mereka miliki tidak bertentangan dengan standar akuntansi internasional.Harmonisasi akuntansi mencakup harmonisasi yaitu :
a.       Standar akuntansi (yang berkaitan dengan pengukuran dan pengungkapan )
b.      Pengungkapan yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan publik terkait dengan penawaran surat berharga dan pencatatan pada bursa efek
c.       Standar audit

2.1.2.      Keuntungan Harmonisasi International
Keuntungan Harmonisasi Internasional adalah :
a.      Pasar modal menjadi global dan modal investasi dapat bergerak di seluruh dunia tanpa hambatan. Standar pelaporan keuangan berkualitas tinggi yang digunakan secara konsisten di seluruh dunia akan memperbaiki efisiensi alokasi modal.
b.      Investor dapat membuat keputusan investasi yang lebih baik portofolio akan lebih beragam dan risiko keuangan berkurang.
c.       Perusahaan-perusahaan dapat memperbaiki proses pengambilan keputusan strategi dalam bidang merger dan akuisisi.
d.     Gagasan terbaik yang timbul dari aktivitas pembuatan standar dapat disebarkan dalam mengembangkan standar global yang berkualitas tertinggi.standar akuntansi internasional memiliki sifat lebih fleksibel dan terbuka.

2.1.3.      Kritik dan Standar International
Pada saat standar internasional diragukan dapat menjadi fleksibel untuk mengatasi perbedaan-perbedaan dalam latar belakang, tradisi, dan lingkungan ekonomi nasional, maka beberapa orang berpendapat bahwa hal ini akan menjadi sebuah tantangan yang secara politik tidak dapat diterima terhadap kedaulatan nasional.
Beberapa pengamat yang lain berpendapat bahwa penetapan standar akuntansi internasional pada dasarnya merupakan sebuah taktik kantor-kantor akuntan besar yang menyediakan jasa akuntansi internasional untuk memperluas pasarnya. Lebih jauh lagi, ditakutkan bahwa adopsi standar internasional akan menimbulkan standar yang berlebihan. Perusahaan harus merespon terhadap susunan tekanan nasional, sosial, politik, dan ekonomi yang semakin meningkat dan semakin dibuat untuk memenuhi ketentuan internasional tambahan yang rumit dan berbiaya besar. Argumen terkait adalah perhatian politik nasional sering kali berpengaruh terhadap standar akuntansi dan bahwa pengaruh politik internasional tidak terhindari lagi akan menyebabkan kompromi standar akuntansi.

2.1.4.      Rekonsiliasi dan Pengakuan Bersama
Pada saat standar internasional diragukan dapat menjadi fleksibel untuk mengatasi perbedaan-perbedaan dalam latar belakang tradisi dan lingkungan ekonomi sosial, maka beberapa orang berpendapat bahwa hal ini akan menjadi sebuah tantangan secara politik tidak dapat diterima tehadap kedaulatan nasional. Dua pendekatan yang diajukan sebagai solusi guna mengatasi permasalahan yang terkait dengan isi laporan keuangan lintas batas:
a.       Rekonsiliasi
Melalui rekonsiliasi, perusahaan asing dapat menyusun laporan keuangan dengan menggunakan standar akuntansi negara asla, tetapi harus menyediakan rekonsiliasi antara ukuran0ukuran akuntansi penting (seperti laba bersih dan ekuitas pemegang saham) di negara asal dan di negara dimana laporan keuangan dilaporkan.
b.      Pengakuan bersama (yang juga disebut sebagai “timbal balik”/resiprositas)
Pengakuan bersama terjadi apabila pihak regulator di luar negara asal menerima laporan keuangan perusahaan asing yang didasarkan pada prinsip-prinsip negara asal.

2.1.5.      Penerapan Standar International
Standar akuntansi international digunakan sebagai hasil dari :
a.       Perjanjian internasional atau politis
b.      Kepatuhan secara sukarela (atau yang didorong secara professional)
c.       Keputusan oleh badan pembuat standar akuntansi internasional
Semakin banyak jumlah perusahaan yang memutuskan bahwa untuk kepentingan terbaik perusahaan untuk menggunakan IFRS meskipun tidak diwajibkan. Banyak negara saat ini telah memperbolehkan perusahaan untuk mendasarkan laporan keuangan mereka pada IFRS dan beberapa negara mengharuskannya
Usaha-usaha standar international lain dalam bidang akuntansi pada dasarnya dilakukan secara sukarela. Standar-standar itu akan diterima atau tidak tergantung pada orang-orang yang menggunakan standar-standar akuntansi. Saat standar international dan standar national tidak sama, tidak akan jadi masalah, tetapi ketika kedua standar tersebut berbeda, satandar nasional harus jadi rujukan pertama (mempunyai keunggulan).



2.2  Beberapa Pristiwa Penting dalam sejarah penentuan standar akuntansi internasional
2000 – IOSCO menerima, secara keseluruhan, seluruh 40 standar inti yang disusun oleh IASC sebagai jawaban atas daftar keinginan IOSCO tahun 1993.
2001 – Komisi Eropa mengusulkan sebuah aturan yang akan mewajibkan seluruh perusahaan EU yang tercatat sahamnya pada suatu pasar yang diregulasi untuk menyusun akun-akun konsolidasi sesuai dengan IAS selambatnya tahun 2005.
2001 – Badan Standar Akuntansi Internasional (International Accounting Standars Board – IASB) menggantikan IASC dan mengambil alih tanggung jawabnya per tanggal 1 April. Standar IASB disebut sebagai Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) dan termasuk di dalamnya IAS yang dikeluarkan oleh IASC.
2002 – Parlemen Eropa menyetujui proposal Komisi Eropa bahwa secara nyata seluruh perusahaan EU yang tercatat sahamnya harus mengikuti standar IASB dimulai selambat-lambatnya tahun 2005 dalam laporan keuangan konsolidasi. Negara-negara anggota dapat memperluas ketentuan ini terhadap laporan keuangan perusahaan-perusahaan yang tidak melakukan pencatatan saham dan perusahaan secara individu. Dewan Eropa kemudian mengadopsi aturan yang memungkinkan hal ini tercapai.
2002  -  IASB dan FASB menandatangani “Perjanjian Norwalk” yang berisikomitmenbersamaterhadapkonvergensistandarakuntansiinternasionaldan AS.





     2.3. Sekilas Mengenai Organisasi Internasional Utama Yang Mendorong
Harmonisasi Akuntansi
Enam organisasi telah menjadi pemain utama dalam penentuan standar akuntansi internasional dan dalam mempromosikan harmonisasi akuntansi internasional.
1.      Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB)
2.      Komisi Uni Eropa (EU)
3.      Organisasi Internasional  Komisi Pasar Modal (IOSCO)
4.      Federasi Internasional Akuntan (IFCA)
5.      Kelompok Kerja Ali antarpemerintah Perserikatan Bangsa-Bangsa atas Standar Internasional Akuntansi dan Pelaporan  (Internasional Standars Of Accounting and Reporting-ISAR) bagian dari Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam perdagangan dan pembangunan  (United Nations Conference on Trade and Development- UNCTAD)
6.      Kelompok Kerja dalam standar Akuntansi Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Kelompok OECD)

IASB mewakili kepentingan dan organisasi sektor  swasta. Komisi EU yang sering disebut sebagai Komisi Eropa (Europe Commission-EC), Kelompok Kerja OECD dan ISAR merupakan lembaga (entitas) politik yang memperoleh kekuasaan melalui perjanjian internasional. Kegiatan  utama IFAC meliputi penerbitan panduan teknis dan professional dan mendorong adopsi  pengumuman IFAC dan IASB. IOSCO mendorong standar aturan yang tinggi, termasuk standar akuntansi dan pengungkapan yang diharmonisasikan untuk perolehan dan perdagangan modal lintas batas.
      Forum internasional pengembangan akuntansi (IFAD) mengadakan pertemuan pertama pads tahun 1999. Tujuan utamanya adalah untuk membangun kapasitas akuntansi dari audit di negara-negara berkembang. Forum ini menyediakan mekanisme yang dapat digunakan oleh pihak yang tertarik (seperti profesi akuntansi, regulator, pembuat standar, dan pemerintah) untuk berkomunikasi  dan mengembangkan  kemitraan untuk mendorong perubahan yang efektif dan efisien di negara-negara tersebut. IFAC ,Bank Dunia, tujuh kantor akuntan terbesar  (pada saat itu) dan banyak organisasi lain merupakan pihak yang sangat penting dalam mengorganisasi IFAD.
      Yang penting  adalah Federasi Internasional Bursa Efek (FIBV), organisasi perdagangan untuk pasar surat berharga dan derivative yang teratur di seluruh dunia. FIBV mendorong perkembangan usaha professional pasar keuangan. Salah satu tujuan FIBV adalah untuk menetapkan standar harmonis untuk proses usaha (termasuk pelaporan keuangan dan pengungkapan) dalam perdagangan surat berharga  lintas batas, termasuk penawaran publik lintas batas.
      Banyak organisasi akuntansi regional  (seperti Federasi Akuntan ASEAN dan Federasi Akuntan Nordic) berpartisipasi dalam beberapa pembuatan standar lintas batas negara dalam wilayah masing-masing. Federas Akuntansi Eropa (Federation des Expert Comptables Europeens-FEE) mewakili badan-badan akuntansi nasional di Eropa. Organisasi regional lain termasuk   Federation des Bourses Europeens (FESE) atau Federasi Bursa Efek Eropa dan Forum Komisi Pasar Modal  Eropa (FESCO) yang didirikan pada bulan Desember 1987 dan terdiri dari 17 badan pengatur surat berharga dari 17 negara-negara Eropa.

2.4. Badan Standar  Akuntansi Internasional
Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB), dahulu IASC, merupakan badan pembuat standar sektor swasta yang independen yang didirikan pada tahun 1973 oleh organisasi akuntansi professional di Sembilan negara dan direstrukturiasi pada tahun 2001. (Reoorganisasi tersebut membuat IASC ke dalam suatu organisasi payung yang di bawahnya IASB melakukan pekerjaannya). Sebelum retrukturiasi, IASC mengeluarkan 41 Standar Akuntansi  Internasional (IAS) dan sebuah Kerangka Dasar untuk Penyusunan dan Penyajian Laporan Keungan. Tujuan IASB adalah:
1.      Untuk mengembalikan dalam kepentingan umum, satu set standar akuntansi global yang berkualitas tinggi, dapat dipahami dan dapat diterapkan yang mewajibkan informasi yang berkualitas tinggi, transparan, dan dapat dibandingkan dalam  laporan keuangan keuangan dan pelaporan keuangan lainnya dalam membuat keputusan ekonomi.
2.      Untuk mendorong penggunaan dan penerapan standar-standar tersebut ketat.
3.      Untuk membawa kenvergens standar akuntansi nasonal dan Standa Akuntansi Internasional dan Standar Pelaporan Keuangan Internasional  kea rah solusi berkualitas tinggi.
IASB mewakili organisasi akuntansi dan sekitar 100 negara. Dengan sedemikian luasnya dasar dukungan ini, IASB merupakan kekuatan pendorong dalam penentuan standar akuntansi.  Standar IASB sangat kompatibel dengan standar akuntansi yang berlaku di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan negara-negara lain menggunakan akuntansi Anglo Saxon. Dengan demikian, standar IASB mengikuti prinsip-prinsip penyajian wajar dan pengungkapan penuh
Selama dekade pertama IASC, standar akuntansi internsional lebih bersifat deskriptif ketimbang preskriptif. Standar-standar awal ini mengkodifikasi standar nasional yang serupa dan menggantikan praktik yang bertentangan. IASC mulai membahas isu-isu yang sulit selama 10 tahun  kedua dan menjawab kekhwatiran bahwa standar yang dikeluarkannya mencakup terlalu banyak alternative perlakuan akuntansi dan tidak terlalu ketat.


2.5. Standar Inti IASC dan Persetujuan IOSCO
IASB (dan dahulu IASC) telah berupaya untuk mengembangkan standar akuntansi yang akan diterima oleh badan pengatur surat berharga  diseluruh dunia. Sebagai bagian dari upaya itu, IASC mengadopsi suatu rencana kerja untuk menghasilkan satu set inti standar berkualitas tinggi yang komprehensif. Pada bulan Juli 1995 Komite Teknis IOSCO menyatakan persetujuannya dengan rencana kerja sebagai berikut:
Dengan (IASC) telah mengembangkan suatu rencana kerja yang telah disetujui oleh Komite Teknis yang jika berhasil diselesaikan akan menghasilkan IAS yang terdiri dari satu set standar inti yang komprehensif. Penyelesaian standar yang komprehensif ini yang dapat diterima oleh Komite Teknis untuk penggunaan  IAS dalam pengumpulan modal dan keperluan pencatatan saham lintas batas di seluruh pasar global. IOSCO telah menyetujui IAS 7, Laporan Arus Kas, dan telah memberikan indikasi kepada IASC bahwa 14 Standar Akuntansi Internasional yang ada sekarang tidak memerlukan perbaikan tambahan , asalkan standar ini lainnya ber berhasil diselesaikan.
Standar inti diselesaikan dengan persetujuan terhadap IAS 39 (Instrumen Keuangan Pengakuan dan Pengukuran) pada bulan Desember 1998. Pemeriksaan IOSCO terhadap standar inti bermula pada tahun 1999 dan pada tahun 2000 IOSCO menyetujui penggunaan standar IASB untuk penawaran surat berharga dan pencatatan lintas batas.
2.6.Struktur IASB yang Baru
IASB yang direstrukturisasi tersebut bertemu untuk pertama kalinya pada bulan April 2001. IASB, setelah direorganisasi akan mencakup badan berikut:
1.      Badan Wali. IASB memiliki 19 wali: enam dari Amerika Utara, enam dari Eropa, empat dari wilayah Asia/Pasifik, dan tiga dari wilayah lain (tergantung dari penentuan keseimbangan geografis secara keseluruhan). Badan wali mengangkat anggota dewan Komite Interpretasi Pelaporan Keuangan Internasional dan Dewan Penasihat Standar. Perwalian bertanggung jawab untuk mengumpulkan dana dan mengawasi serta mengevaluasi prioritas dan operasi IASB.
2.      Dewan IASB . Dewan menetapkan dan memperbaiki standar akuntansi keuangan dan pelaporan usaha. Tanggung jawabnya meliputi “memenuhi tanggung jawab untuk seluruh permasalahan teknis IASB termasuk penyusunan dan penerbitan Standar Akuntansi Internasional, Standar Pelaporan Keuangan Internasional, Draf Standar serta persetujuan akhir atas intepretasi yang dikeluarkan oleh Komite Intreprestasi Pelaporan Keuangan” dan menyetujui proposal proyek serta metode dan prosedur oleh Badan Wali untuk memberikan “ kombinasi terbaik yang ada dari keahlian tekni dan latar belakang pengalaman binis internasional dan kondisi pasar yang relevan.”
3.      Dewan Penasihat Standar . Dewan Penasihat standar, ditunjuk oleh Perwalian terdiri dari tiga puluh lebih anggota, yang memiliki latar belakang geografis dan professional yang berbeda, yang ditunjuk untuk masa tiga tahun yang dapat diperbaharui”. Dewan Penasihat Standar umumnya bertemu tiga kali setiap tahun. Tanggung jwabnya adalah untuk memberikan nasihat kepada dewan mengenai agenda dan prioritasnya, untuk memberikan pandangan mengenai dewan atas”organisasi dan individual dalam dewan atas proyek penentuan standar utama” dan untuk memberikan nasihat lainnya” kepada dewan atau perwalian
4.      Komite Interprestasi Pelaporan  Keuangan Internasional (IFRIC). IFRIC terdiri dari 12 anggota yang diangkat oleh perwalian. IFRC menginterprestasikan penerapan standar akuntansi internasional dan Standar pelaporan keuangan internasional dalam konteks Kerangka Dasar IASB,” menerbitkan rancangan interpretasi dan mengevaluasi komentar atasnya dan memperoleh persetujuan dewan untuk inteprestasi akhir.
IASB mengikuti proses pemeriksaaa dalam menetapkan standar akuntansi. Untuk tiap-tiap standar yang akan ditetapkan, dewan menerbitkan sebuah “ Rancangan Pernyataan Prinsip” atau dokumen diskusi lainnya yang berisi sebagai kemungkinan ketentuan dalam standar tersebut serta argument yang mendukung atau menentang satu sama lain. Selanjutnya, Dewan menerbitkan suatu Draf Eksposur untuk memperoleh komentar public, dan kemudian memeriksa argument-argumen yang disampaikan selama proses pemberian komentar sebelum menetapkan  bentuk akhir  standar Suatu Draf Eksposur dan standar final baru dapat diterbitkan jika delapan dari anggota dewan memberikan persetujuan untuk melakukannya.
2.7. Sejarah, perkembangan, dan pengadopsian Standar Akuntansi
Internasional di Indonesia.
Sejarah dan perkembangan Standar Akuntansi di Indonesia. Berikut adalah perkembangan standar akuntansi Indonesia mulai dari awal sampai dengan saat ini yang menuju konvergensi dengan IFRS (Sumber: Ikatan Akuntan Indonesia, 2008).
a.      Indonesia selama dalam penjajahan Belanda, tidak ada standar Akuntansi yang dipakai. Indonesia memakai standar (Sound Business Practices) gaya Belanda.
b.      Sampai Thn. 1955: Indonesia belum mempunyai undang – undang resmi / peraturan tentang standar keuangan.
c.      Tahun. 1974: Indonesia mengikuti standar Akuntansi Amerika yang dibuat oleh IAI yang disebut dengan prinsip Akuntansi.
d.     Tahun. 1984: Prinsip Akuntansi di Indonesia ditetapkan menjadi standar Akuntansi.
e.      Akhir Tahun 1984: Standar Akuntansi di Indonesia mengikuti standar yang bersumber dari IASC (International Accounting Standart Committee)
f.       Sejak Tahun. 1994: IAI sudah committed mengikuti IASC / IFRS.
g.      Tahun 2008: diharapkan perbedaan PSAK dengan IFRS akan dapat diselesaikan.
h.       Tahun. 2012 : Ikut IFRS sepenuhnya?


Pengadopsian Standar Akuntansi Internasional di Indonesia saat ini standar akuntansi keuangan nasional sedang dalam proses konvergensi secara penuh dengan International Financial Reporting Standards (IFRS) yang dikeluarkan oleh IASB (International Accounting Standards Board). Oleh karena itu, arah penyusunan dan pengembangan standar akuntansi keuangan ke depan akan selalu mengacu pada standar akuntansi internasional (IFRS) tersebut. 

Monday, August 21, 2017

  LEADERSHIP CAMP GENERASI BARU INDONESIA 
Judul Laporan                    : Leadership Camp GenBI Unmul di Bogor, Jawa Barat
Waktu                                   : 15-16 Juni 2015
Tempat                                : IPC Coporate University, Hotel Salak

Perjalanan GenBI Unmul untuk mengikuti Leadership Camp di kota Bogor, Jawa Barat adalah melalui seleksi pihak  BI melalui penilaian keaktifan anggota GenBI Unmul dalam mengikuti kegiatan GenBI. Hal ini juga diperkuat oleh absen kehadiran dari 40 anggota GenBI Unmul. Hingga pada akhirnya, ditentukan lah 5 delegasi yang akan mewakili GenBI Unmul ke tingkat nasional di kota Bogor.
                Keberangkatan kami pada hari Minggu, 14 Juni 2015, Pukul 04.30 di depan mesjid Pramuka. Dan jadwal take off pesawat dari Bandara Aji Sulaiman pukul 10.55. Perjalanan membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk sampai ke Bandara Soekarno Hatta dengan pesawat Garuda  Airlines dengan nomor penerbangan GA 565. Sesampainya dibandara kami di jemuput oleh pihak panitia penyelenggara Leadership Camp. Kami bertemu dengan teman-teman dari Lampung, Bengkulu, Jawa Timur, Jogjyakarta, Sumatera Barat dan provinsi lainnya. Kami sangat senang mendapat kesempatan yang penuh kebahagian ini. Dan pada akhirnya, kami menaiki bus pariwisata menuju kota Ciawi, Bogor. Sebelum sampai di area IPC corporate University, bus yang kami tumpangi harus menunggu pintu tol terbuka. Hal ini terjadi karena ada pengalihan jalan. Hingga pukul 20.00, kami masih belum sampai ke hotel. Hujan rintik-rintik yang menyelingi perjalanan kami menjadi saksi perjalanan kami menuju hotel. Dan akhirnya kami turun dari Bus dan menuju ke lobi hotel. Kami dipersilakan makan terlebih dahulu baru setelah itu akan registrasi dan check in.

Bogor, 15 Juni 2016

Foto-Foto Dokumentasi

Pendulum Nusantara Hall (Hotel Salak Bogor)

IPC Corporate

Leadership Camp Bogor

Persiapan foto bareng

Sambutan dari Gubernur Bank Indonesia

Saya pakai jilbab kuning , hehe

Bareng Sohib GenBI Kaltim

5 Kandidat terpilih dari BI Kaltim ikut Leadership Camp




Hari Pertama Kuliah S2

Awalnya gak nyangka banget bisa lolos tes kuliah S2 di Universitas Mulawarman, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Berawal dari informasi dari teman yang mengirimkan info beasiswa kemenpora. Setelah aku baca ternyata syaratnya harus dapat rekomendasi dari pimpinan sebuah organisasi. Gak hanya itu juga, surat kesehatan dari rs.umum, surat bebas narkoba, SKCK, foto copy KTP dan syarat lainnya juga guys. Sebelum itu, kita harus registrasi online juga. Dari pihak akademik, bakal ada info untuk ujiannya. Nah, pas ujian itu banyak banget soal matematika nya hehe...
Alhamdulillah, akhirnya pas pengumuman aku lulus kuliah. Senang banget pokoknya.
   Kuliah Jumat dan Sabtu, ketemu dosen yang ngajar sambil humor. Cik duo tigo, logatnya pakai bahasa Padang. Seisi kelas ketawa nyaring sampai sakit perut.
hihi...
   Nah, sebelum masuk semester satu ini, ada namanya PAT (Pendidikan Akhir Tahun) atau biasanya disebut matrikulasi. 

Friday, February 3, 2017

PENGALAMAN KERJA

PENGALAMAN 18 HARI KERJA

Alhamdulillah saya sudah bekerja di sebuah PT yang bergerak di bidang developer property. Kisahnya saya dibagian pengurusan pajak. Awalnya saya dibbm oleh sahabat saya untuk kerja. Akhirnya saya terima saja. Itung-itung buat ngisi waktu luang, hehe. Setelah itu tepat tanggal 16 Januari 2017 saya mulai bekerja di PT Developer property ini. Akhirnya berkenalan dan pemilik menyampaikan keluhannya terkait mengurus pajak. Akhirnya pas hari Selasa, saya langsung menuju kantor pajak Tenggarong yang letakya di Samarinda. Pada saat masuk ke kantor pajak, saya langsung ke bagian meja informasi. Dan saya diarahkan untuk ke Waskon 1 dan menunggu untuk giliran di panggil. 
      Tiba giliran saya di panggil, dan masuk ke ruangan konsultasi tersebut. Akhirnya saya dibimbing. Jika PT maka harus memenuhi kewajiban sebagai berikut:
1. Lapor SPT Tahunan Wajib Pajak Badan
2. Lapor SPT Masa pph pasal 21
3. Lapor SPT Masa pph pasal 25
4. Lapor SPT Tahunan WP Pribadi
5. Pengurusan EFIN untuk mengakses pelaporan secara onine.
     
     Woooowww.... banyak banget gaes. Dan saya harus mengurus itu semua untuk periode 2014-2016. Karena tidak lapor sama sekali. Walaupun tidak ada tagihan pajak n PT nya belum pernah dipakai untuk aktivitas kegiatan, tetap harus taat lapor. Satu-per satu saya selesaikan itu semua. Dan akhirnya saya mengurus Tax Amnesty untuk PT dan Wajib Pajak Orang Pribadi. Yang paling rumit yang ini. 3 kali bolak balik Tenggarong-Samarinda. Tax Amnesty ini, saya di kasih form nya bentuk ms. Excel yang di isi secara otomatis dari ms. excel tersebut. Karen semua pakai rumus jadi enak aja ga perlu ngitung ulang. Nah, pas udah selesai ngeprint berkas, pakai materainya lumayan banyak hehe. Kemudian, Jumat, 03 Februari. Saya konsultasi lagi di bagian Tax Amnesty. 30 Menit berkas saya diperiksa dengan detail. Akhirnya tepat jam 16.30 saya di bawa ke ruangan penelitian berkas tahap akhir. Saya di tanya-tanya terkait berkas itu. Di cek sudah lengkap, akhirnya petugas pajak menginput data Tax Amnesty (TA) ke dalam sistem mereka. Kemudian  petugas akan mencetkkan bukti penerimaan berkas TA untuk WP badan (PT). AKhirnya beres urusan saya terkait pajak yang ada di KPP Tenggarong untuk PT tempat saya bekerja.
     

Tuesday, December 27, 2016

ANTARA KENYATAAN DAN KEHAMPAAN
*Cerpen: Sudut Pandang Orang Pertama Tunggal


      Hidup memang selalu ada cobaan. Cobaan yang disesuaikan sama kemampuan manusia. Namun, saat cobaan menghampiri dan tak mampu di tangkis lagi, keputusasaan menjadi jalan terakhir yang tidak tersadiri muncul dalam diri sendiri. Semangat yang selalu menggelora, biasanya akan padam saat kegagalan selalu menerpa. 
   Banyak yang aku temui dalam pergaulan hidup ini. Dari teman yang mencibir, memanfaatkan keadaan, ataupun sekedar basa-basi mencari perhatian. Itu tidak dapat dipungkiri. Saat senang bersama-sama. Saat susah hilang semua. Ini memang nyata adanya. Aku alami dalam kehidupan yang aku perhatikan selama ini. Aku memang seorang mahasiswa. Dari kalangan orang kaya yang pura-pura miskin. Aku ambil langkah ini untuk belajar dan meneliti sikap seseorang terhadapku, di saat keadaaan ku miskin.
      Percobaan yang konyol ini aku lakukan saat aku pindah dari Jawa ke Kalimantan. Di Sebuah universitas ternama di Samarinda, aku mulai kuliah dan mencoba misi itu. Sudah empat tahun lamanya dan akhirnya aku lulus dari fakultas yang keren. 
 Dari empat tahun itu, aku menemukan beberapa karakter teman yang bisa aku bilang unik dan konyol. 
Teman 1: Sikapnya pendiam. Kalau mengerjakan soal selalu diam. Kalau bisa dikerjakan sendiri tanpa bertanya. Dikala giliran susah baru bingung tanya sana-sini.
Teman 2: Teman yang sok baik, di depan baik. Di belakang mencibir.
Teman 3: Kalau ada maunya baru akrab dan dekat-dekat. Kalau sudah kepentingannya selesai, langsung ilang dan ga butuh lagi.
Teman 4: teman yang pandai cari perhatian dosen. Pokoknya tanya aja, walaupun jawabannya sudah tau. 
Teman 5: Teman yang suka dandan
Teman 6: teman yang suka jualan online
Teman 7: Teman yang ketawa nya nyaring banget
Teman 8: bermuka masam kalau ketemu, padahal gak pernah buat salah sama dia.
Teman 9: Teman yang suka memuji dan menjadikan motivasi buat dirinya
Teman 10: Teman yang apa-apa tanya terus. 
Teman 11: Teman yang taat ibadah.

   Dari karakter teman itu, aku suka teman yang taat beribadah dan teman yang giat berusaha. Mereka selama ini tahu kalau aku orang miskin dari Jawa yang tidak punya apa-apa. Namun, saat aku sudah lulus, mereka kaget dan terkejut saat aku memiliki villa di Dubai dan Paris. Dan orang tua aku pemilik Perusahaan tekstil di Jawa yang sering melakukan ekspor. Awalnya aku hanya posting foto di Instagram. Langsung semua komentar dan tanya-tanya. Teman yang dahulu gak suka sama aku, dan selalu mencibir, langsung inbox tanya-tanya.
    Ini lah bukan teman sejati. Saat aku miskin mereka meninggalkan aku. Tapi saat aku ternyata orang kaya, wooww mereka langsung seperti semut yang mendatangi gula. Inilah sandiwara dunia, orang memandang harta dan kekayaan sebagai penghormatan dan orang kaya di kagumi. Padahal, kaya dan miskin bukan ukuran untuk sebuah penghormatan. Karena aku dan kamu, adalah sama. Manusia biasa yang diciptakan kedunia untuk menyembah Allah dan melakukan amal kebaikan. 
    Ini lah SOSOK AKU. Antara Kenyataan dan Kehampaan bagi orang-orang yang meremehkan aku sejak aku miskin (baca:pura-pura miskin). Hidup aku dan kamu tak sama, tapi aku memperlakukan manusia selayaknya manusia. tak ada dendam dan dengki atas keberhasilan seseorang, karena aku memiliki keberhasilan sendiri yang Allah beri kepadaku. Tak peduli seberapa keras usaha mu, saat aku kuliah kau cibir aku, kau hina aku. Tapi kini, aku bukan apa yang kau sangka kan. Aku hanya pura-pura. Pura-pura miskin untuk mencari teman sejati. Namun, teman sejati sukarlah di temui kecuali teman yang suka beribadah yang nyata aku lihat. Karena sejati tidak nampak. Sejati hanyalah abstrak yang tak terlihat. Hanya hati yang tau dan diwujudkan dalam ketulusan.
     Aku ucapkan selamat tinggal masa lalu. Misi aku berhasil !




Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unmul

Pada awalnya berdirinya, 28 September 1962, UNMUL hanya memiliki satu fakultas, yaitu Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan....