Monday, December 4, 2017

      JODOH TAK DAPAT DIPREDIKSI 


 

       Pencarian jodoh atau pasangan hidup tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada yang pacaran sana sini dengan banyak wanita atau lelaki namun tidak menikah juga. Sering gonta-ganti pacar yang katanya "Penjajakan" untuk mengenal lebih dalam namun setelah bertahun-tahun pacaran putus di tengah jalan. Siapa yang dirugikan? kata orang wanita yang rugi. Namun, menurut aku, laki-laki ikutan rugi juga. Dapat dosanya.
      Remaja zaman now, sudah tidak mengenal batas lagi antara pergaulan laki-laki dan perempuan. Demi kesenangan semata yang katanya perwujudan rasa cinta dan sayang dari lelaki, wanita dengan mudah tergoda, perasaannya lemah dan akhirnya hanyut dalam hubungan asmara terlarang. Apalagi sampai menyerahkan kehormatan wanita. Sungguh rugi wanita yang rela memberikan kesuciannya pada lelaki yang belum halal. Belum tentu itu jodohmu. Bila kelak wanita mendapatkan calon suami, maka harus jujur jika dia sudah tidak suci lagi. Karena lelaki  yang mencari pasangan hidupnya pasti mencari wanita yang baik-baik.
Seperti ayat di bawah ini:
Quran Surah An-Nur Ayat 26

{الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ أُولَئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ (26) }
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula); dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).
      Jikalau ingin menikah, maka pilihlah wanita/pria yang baik agamanya. Seperti ayat di bawah ini.

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَكِيمٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تُنْكَحُ النِّسَاءُ لِأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
Artinya:
Perempuan dinikahi karena empat faktor. Karena hartanya, nasabnya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka menangkanlah wanita yang mempunyai agama, engkau akan beruntung.
   
      Perkembangan teknologi yang semakin pesat, menjadikan mudah bagi pasangan muda-mudi untuk berkomunikasi, saling berukar foto. Foto yang diberikan pun vulgar. Astagfirullahalazim ...
Memamerkan bentuk tubuh yang "aduhai" sehingga menimbulkan syahwat bagi yang melihatnya. 
Ketika sudah putus cinta, foto disebar ke semua sosial media bahkan video mesum. Pasti malu bangetkan? Nah, sahabat muslimah, lindungi diri kita, bentengi diri kita dengan iman dan takwa, jangan sampai kita terbawa arus hingga merusak citra diri kita sendiri.
     Yakinlah bahwa jodoh sudah diatur oleh Allah SWT. Tinggal diri kita saja yang terus memperbaiki diri dan taat pada agama. Insya Allah, jodoh kita orang yang baik yang akan mendampingi kita dunia dan akhirat. Bukankah bertemu di Surga Allah adalah kebahagian yang tiada tara? Bidadari-bidadari surga akan iri pada wanita shalihah yang senantiasa menjaga dirinya untuk suaminya, taat pada suami, dan taat beribadah. 
     Jodoh memang tak dapat diprediksi, kadang apa yang menurut kita baik belum tentu baik di hadapan Allah begitu pula sebaliknya. Jodoh memang harus dicari, namun cara mencarinya yang diperbaiki. Misalnya, sering berkumpul dengan orang-orang sholeh/shalehah, bertemu dengan sahabat yang mengingatkan kita kepada Allah, insya Allah jodoh kita itu dekat senantiasa memperbaiki akhlak kita. 
      Putus asa dalam menemukan jodoh, adalah hal sia-sia. Gantilah putus asa dengan berdoa, Allah akan selalu mendengar doa hambanya. Allah akan memberikan seseorang yang tepat buat kita disaat yang tepat. Hanya Allah lah yang mengetahui hal itu. Memang banyak pertanyaan yang timbul dari orang lain disaat usia kita telah cukup untuk menikah. Diawali dengan "Kapan lulus kuliah?, sudah lulus kuliah ditanya lagi, "Kerja dimana?, sudah dapat kerjaan ditanya "Kapan akan menikah?, sudah menikah ditanya lagi, "Kapan punya anak?, sudah punya anak ditanya lagi, " Kapan nambah anak?, manusia selalu begitu, terkadang orang yang ditanya akan merasa sedih hatinya. Oleh sebab itu, mulai sekarang lebih baik kita mendoakan orang itu saja, janganlah dibebani dan dicerca dengan pertayaan-pertanyaan tersebut. Bisa jadi, pertanyaan kita membuat mereka sedih. 
      
     
        

No comments:

Post a Comment

Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unmul

Pada awalnya berdirinya, 28 September 1962, UNMUL hanya memiliki satu fakultas, yaitu Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan....