MAU DAFTAR BEASISWA KEMENPORA? YUK..INTIP CARANYA

Niat kuliah memang harus kuat di dalam diri kita. Karena dengan kuliah kita mendapatkan ilmu pengetahuan baru dengan jurusan yang telah kita ambil. Namun, kadang kala terkendala biaya. Apalagi biaya SPP untuk S2 besar nilainya. Kalau di Universitas Mulawarman tahun 2017 khusus Magister Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, biaya SPP per-semesternya Rp. 8.500.000. Dan biaya ini diluar dari biaya pendafataran. Biasanya Rp. 500.000 ribu untuk biaya pendaftaran.
Nah, jangan bingung yah. Banyak sekali beasiswa yang ditawarkan oleh lembaga lain. Misalnya LPDP, dan lain-lain. Kali ini saya membahas tentang beasiswa dari Kemenpora. Mahasiswa memperoleh biaya pendidikan untuk tiap semeseter sebesar Rp. 15.000.000. Namun, dana ini tidak ditransfer ke rekening mahasiswa tetapi diserahkan ke Universitas yang bekerja sama dengan kemenpora. Pihak kampus yang akan mengurus semuanya. Jadi, mahasiswa tinggal kuliah sebaik-baiknya.
Adapun seleksi ketika mendaftar beasiswa adalah seleksi berkas/dokumen yang disyaratkan harus ada dan lengkap. Jangan sampai tidak lengkap ya. Karena data-data yang diminta sangat penting untuk dikelola oleh pihak kampus. Berkas yang lengkap diserahkan ke bagian akademik S2-Magister Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unmul. Adapun syarat-syaratnya yaitu : (Klik link Berikut ini) :http://kemenpora.go.id/img_upload/files/Bantuan%20Pendidikan%20Formal%20Beasiswa%20S2%20Pemuda%20Berprestasi%20Tahun%202017%20%28Kadispora%29%281%29.pdf
Berkas yang paling penting dan membutuhkan historis waktu yang tidak bisa di tawar-tawar adalah surat rekomendasi dari organisasi yang pernah kita ikuti. Kenapa saya bilang begini, karena tidak mungkin kan ketika baru mendaftar beasiswa baru ikut organisasi?, dan juga ditekankan adanya piagam penghargaan/sertifikat penghargaan atas prestasi yang pernah di peroleh minimal tingkat Kabupaten/kota. Jadi saran saya, untuk tiap kesempatan apapun itu, termasuk kompetisi lomba. Ikuti saja. Gagal sekali coba lagi ikuti lomba-lomba tingkat kabupaten, kota, maupun nasional/internasional. Kalau menang, dapat sertifikat penghargaan yang bisa digunakan untuk mencapai impian. Salah satunya bisa kuliah gratis dan dibiayai Kemenpora.
Adapun soal-soal yang di tes pada saat ujian masuk S2- Magister Ilmu Sosial dan Ilmu Politik adalah soal psikotes. Jadi, banyak-banyak berlatih soal psikotes. Pelajari juga rumus-rumus matematika seperti rumus mencari kecepatan, Debit, volume, dan lain-lain. Bahasa inggris juga tidak kalah pentingnya. Persiapan untuk belajar tidak bisa instan, tetapi tiap hari juga belajar. Minimal membaca. Fokus pada bacaan yang nantinya untuk tes ujian.
Insya Allah, jika tidak ada perubahan kuota untuk mahasiswa S2-Magister Fisip Unmul untuk tahun 2018 sebanyak 30 orang yang akan diterima oleh Kemenpora untuk dibiayai. Kalau tahun 2017 ini, hanya 25 orang saja. Semoga nanti kamu jadi salah satunya ya penerima beasiswa ini. :)
Jika sudah diterima, harus rajin masuk kuliah dan ikuti semua prosedurnya. Karena tidak semua orang bisa menikmati dan mendapatkan rejeki kuliah gratis dibiayai oleh Kemenpora. Harus kita sadari, persaingan di dunia ini semakin ketata. Jadi, sebagai warga negara Indonesia kita harus meningkatkan daya saing kita, yaitu dengan menuntut ilmu dan berkarya. Inovatif, kreatif dan rasional.
Oh... ia. Tidak hanya Universitas Mulawarman saja loh yang ada beasiswa Kemenporanya. Ada universitas lain yang ada beasiswa kemenporanya yaitu:
- Universitas Mulawarman
- Universitas Indonesia
- Universitas Gajah Mada
- Universitas Sumatera Utara
- Universitas Negeri Jakarta
- Universitas Hasanudin
- Universitas Islam Negeri Sunan Ampel
- Universitas Padjajaran
- Universitas Diponegoro Semarang
Itu lah 9 Universitas yang telah di pilih oleh Kemenpora untuk program S2. Selamat mencoba di tahun 2018 ya teman.
NB: Sukses itu ditangan kita sendiri, Mau maju atau tidak, itu keputusan sendiri. Menuntut ilmu tidak ada ruginya. :) Yuk.. semangat gapai impian ! Ciptakanlah impian, raihlah dengan usaha dan doa serta sedekah !
(Like and Share ya, klik Iklannya juga, thank you)
No comments:
Post a Comment