Tuesday, December 26, 2017

PENGARUH PERKEMBANGAN PENDUDUK PADA KONDISI EKONOMI

Essai Lomba Pendidikan Kependudukan 

(Jr. 1 Tingkat Provinsi & peringkat 10 Nasional). 

Karya : Kuncari Isnawati

            Penduduk merupakan salah unsur berdirinya suatu negara. Tanpa adanya penduduk maka tidak lah terwujud suatu wilayah yang ditata sedemikian rupa sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh yaitu negara. Terwujudnya hal ini merupakan bentuk perjuangan para pendiri negara yang mencetuskan ide-idenya demi kemajuan bangsa. Di Indonesia, para pendiri tersebut adalah Founding Fathers yaitu orang-orang yang berkumpul dengan visi misi mereka demi kemerdekaan dan menginginkan bangsa ini maju dan berorientasi pada kesuksesan membangun bangsa ini. Dalam hal ini dibutuhkan semua elemen penduduk atau rakyat yang tergabung dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
            Menilik dari historis bangsa Indonesia merdeka, begitu besar perjuangan rakyat untuk mencapai cita-citanya agar tidak merasakan penindasan dan kesengsaraan akibat penjajahan yang mereka derita. Kemerdekaan Indonesia pun kini telah mencapai usia ke-65 tahun. Kemerdekaan yang begitu lama lebih dari setengah abad, namun apakah penduduk sudah sejahtera secara merata? Jawabannya adalah tidak !. Masih banyak penduduk yang belum menikmati kehidupan yang layak. Hal ini ditunjang dari faktor perkembangan ekonomi Indonesia yang masih jauh dari negara maju. Faktor ekonomi inilah yang menjadi tolak ukur dalam perekonomian Indonesia yang pada dasarnya membawa pengaruh pada aspek lainnya, seperti pendidikan, kesejahteraan sosial, perkembangan kependudukan dan lain-lain.
      Berbicara mengenai pendidikan, merupakan suatu unsur yang tidak dapat dipisahkan dari diri manusia. Mulai dari kandungan sampai beranjak dewasa kemudian tua yang diperoleh dari lingkungan keluarga, sekolah, dan di masyarakat. Begitu pentingnya pendidikan bagi putra-putri bangsa diibaratkan seperti lentera yang menerangi di saat gelap.  Pendidikan sebagai hak asasi setiap individu anak bangsa telah diakui dalam UUD 1945 Pasal 31 ayat 1 yang menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan. Sedangkan pada ayat 3, menyatakan bahwa pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang. (Sisdiknas:2003)
Menurut  survei  Political  and  Economic  Risk  Consultant  (PERC),  kualitas pendidikan  di  Indonesia  berada  pada  urutan  ke-12  dari  12  negara  di  Asia.  Posisi Indonesia  berada  di  bawah  Vietnam. Data  yang  dilaporkan  The  World  Economic Forum  Swedia  (2000), Indonesia  memiliki  daya  saing  yang  rendah, yaitu  hanya menduduki  urutan  ke-37  dari  57  negara  yang  disurvei  di  dunia. Dan  masih menurut  survei  dari  lembaga  yang  sama  Indonesia  hanya  berpredikat  sebagai  follower  bukan  sebagai  pemimpin  teknologi  dari  53  negara  di  dunia.
Melihat kondisi pendidikan Indonesia yang masih jauh dari kemajuan negara maju lainnya, seperti Jepang, Finlandia, Amerika, Belanda, menjadikan pemerintah Indonesia harus melakukan evaluasi untuk menerapkan atau memperbaiki sistem pendidikan Indonesia. Hal ini tentu saja berkaitan dengan pendidikan kependudukan yang membutuhkan penanganan khusus demi terwujudnya pendidikan kependudukan yang potensial dan berintelektualitas. Mengingat bahwa, pendidikan merupakan hal yang dibutuhkan demi pembentukan karakter bangsa dan juga terciptanya sumber daya manusia yang berintegritas.
Keinginan yang besar dari rayat atau penduduk Indonesia adalah hidup sejahtera dan perekonomian yang maju sehingga segala kebutuhan dapat terpenuhi. Berbagai masalah kependudukan yang mempengaruhi perkembangan ekonomi dapat dilihat pada kondisi regulasi perekonomian Indonesia. Hal ini berkaitan dengan pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat dari tahun ke tahun yang belum diimbangi dengan pendidikan berkualitas dan pemerataan penduduk di seluruh wilayah pelosok negeri.
Dapat diketahui bahwa pertumbuhan penduduk yang tinggi jika tidak diimbangi fasilitas yang menunjang demi kelancaran ekonomi sebagai pondasi sistem anggaran rumah tangga negara, maka akan membawa keterpurukan bangsa ini pada dekadensi penduduk yang tidak terkendali. Marx dan Engels dalam konteks historis materialisme yang lebih luas, menyatakan bahwa tidak mungkin terdapat hukum kependudukan yang alamiah atau yang universal; pertumbuhan penduduk akan lebih ditentukan oleh kondisi-kondisi sosial dan ekonomis yang mempengaruhi berbagai masyarakat. Hal ini menyatakan bahwa kondisi sosial dan ekonomis memiliki dampak di masyarakat sehingga dapat mempengaruhi arus kehidupan dari segi sosial dan juga ekonomi.
Masalah-masalah yang berkaitan dengan kependudukan di Indonesia diantaranya adalah:
  1. Persebaran penduduk yang tidak merata di wilayah Indonesia
  2. Angka pengangguran yang masih tinggi
  3. Program Keluarga Berencana belum tersosialisasikan dengan merata
  4. Sistem Program Transmigrasi yang masih belum baik
  5. Anak-anak terlantar, gelandangan dan pengemis yang masih banyak ditemui
  6. Remaja yang nikah usia dini di karenakan pergaulan bebas
  7. Perdagangan obat-obat terlarang atau narkotika yang marak terjadi di Indonesia
  8. Penduduk yang bekerja di luar negeri yaitu Tenaga Kerja Wanita (TKW) dan Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
  9. Sumber Daya Manusia yang handal masih butuh pembenahan

Hal di atas merupakan beberapa masalah yang berkaitan dengan kependudukan negara Indonesia. Hal ini pula yang harus menjadi perhatian untuk menangani berbagai permasalahan tersebut. Setiap masalah pasti ada solusi. Demikianlah juga, setiap permasalahan kependudukan yang sesulit apapun, pasti ada solusi atau cara yang dapat dilakukan. Berikut ini solusi dari permasalahan yang terungkap di atas.
  1. 1.    Persebaran Penduduk yang tidak merata di wilayah Indonesia
Kemajuan suatu wilayah dapat ditandai dengan tersedianya lapangan pekerjaan bagi penduduk, fasilitas yang memadai dan pendidikan serta perekonomian yang baik. Hal ini pula yang berkaitan dengan persebaran ke daerah yang masih jarang penduduk. Contohnya saja daerah pulau Jawa yang diketahui memiliki kepadatan penduduk tertinggi di Indonesia. Hal ini belum ditunjang dengan tersedianya lapangan pekerjaan yang banyak untuk memenuhi harapan penduduk di pulau Jawa. Masih sering dijumpai bahwasanya penduduk yang mayoritas tinggal di pulau Jawa, masih menemui keterbatasan. Kalangan menengah ke bawah dalam hal ekonomi belum mampu bersaing dengan kondisi perekonomian yang semakin kompleks dan tentu saja hal ini mempengaruhi pendapatan setiap penduduk . Solusinya adalah peningkatan mutu dan kualitas sumber daya manusia dengan berbagai pelatihan-pelatihan serta mendidik masyarakat tersebut untuk kreatif, inovatif serta memiliki motivasi agar semangat yang tinggi di sertai dengan usaha yang menunjang ekonomi mereka, dapat membuahkan hasil. Saat ini bangsa Indonesia mengalami krisis dekadensi moral. Mengapa hal ini terjadi?. Berbagai pengaruh baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang dapat membawa dampak positif dan negatif. Dampak negatif dari dalam negeri misalnya: masyarakat yang merasa bahwa kehidupan mereka belum sejahtera dan aksi protes karena perekonomian yang sulit untuk mereka capai. Tentunya juga pengaruh kepadatan penduduk yang tidak merata sehingga terjadi aksi demonstrasi besar-besaran seperti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Dampak negatif dari luar negeri atau arus globalisasi ditandai dengan, faktor busana yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia sehingga sikap imitasi atau meniru gaya hidup yang mewah sehingga menimbulkan sikap konsumtif yang berakibat masyarakat belum mampu meningkatkan produktifitas mereka dalam menciptakan inovasi baru bidang teknologi sehingga ketertinggalan dari negara maju serta sumber daya manusia belum terlatih maksimal. Oleh sebab itu lah, dengan diadakannya pelatihan keterampilan untuk masyarakat agar mereka dapat di salurkan ke daerah lain di Indonesia agar ilmu yang mereka peroleh dapat langsung diterapkan. Hal ini juga merupakan salah satu alternatif untuk menanggulangi kepadatan penduduk.
  1. 2.    Angka Pengangguran yang masih tinggi
Pengangguran menimbulkan masalah baru, yaitu kejahatan. Masyarakat membutuhkan kehidupan yang aman, tenteram dan tertib. Jika masyarakat dan generasi muda yang telah terlatih dan memiliki keahlian serta keterampilan tentu dapat menciptakan lapangan kerja sendiri. Dengan demikian,dapat mencukupi kebutuhan hidup serta menolong orang lain. Hal ini merupakan solusi yang tepat setelah persebaran tenaga ahli dan penciptaan lapangan kerja yang banyak telah terlaksana.
Dari hasil sensus penduduk, dapat diketahui kepadatan penduduk di suatu daerah. Sebagai contoh, jumlah penduduk di Negara Jeruk 100.000.000 jiwa. Adapun luas daerahnya 10.000 km. Maka kepadatan penduduknya = 10.000 jiwa/km. Kepadatan penduduk dikatakan tinggi, jika setiap 1 km dihuni lebih dari 500 orang. Dikatakan rendah jika dihuni 1 km kurang dari 100 orang          
  1. 3.    Program Keluarga Berencana
Program Keluarga Berencana (KB) merupakan langkah tepat untuk menekan laju pertumbuhan penduduk. Demi kesuksesan program KB agar tetap berjalan dan konsisten adalah dengan mendirikan posko konsultasi gratis di setiap kelurahan di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat mau belajar dan mengetaui berbagai hal yang berkaitan dengan KB dan mendapat pengetahuan ilmu gizi yang baik. Selain itu, pihak-pihak yang terlatih dibidang kesehatan demi terwujudnya program KB yang sukses adalah dengan mengadakan sosialisasi ke sekolah-sekolah, lingkungan masyarakat, serta di puskesmas atau diposyandu bahkan di rumah sakit. Layanan ini gratis untuk diberlakukan sehingga masyarakat tidak terbebani dengan biaya hanya untuk memperoleh informasi dan belajar mengenai program Keluarga Berencana yang baik.
  1. 4.    Sistem menjalankan program Transmigrasi
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah setiap orang yang dipilih menjadi ketua Rumah Tangga (RT), Rumah Warga (RW) diseluruh wilayah Indonesia, tentunya dibutuhkan dukungan dari semua elemen termasuk kepala daerah, pemerintah pusat hingga kejajaran pihak di Provinsi, untuk melakukan pendataan untuk keluarga yang direkomendasikan untuk transmigrasi ke daerah Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera.
  1. 5.    Penanganan anak-anak terlantar, gelandangan dan pengemis
Anak-anak terlantar gelandangan dan pengemis harus di bina agar tidak lagi menjalankan kegiatannya tersebut. Misalnya anak-anak terlantar yang mengamen di jalanan, diberikan pelatihan dan pembinaan serta diberikan fasilitas pendidikan. Dalam hal ini pemerintah memberikan tempat tinggal yaitu: panti asuhan. Dan juga dibutuhkan donatur-donatur untuk memberikan sumbangannya kepada anak-anak tersebut. Hal ini pun dikelola oleh pihak panti asuhan serta dilakukan pengawasan dan juga transparansi informasi untuk program yang di jalankan. Selain itu, ada pengemis dan orang lanjut usia yang tidak terurus dan masih banyak ditemukan di lingkungan masyarakat. Solusinya adalah mendirikan panti jompo dan tetap memberikan mereka ilmu pengetahuan.
  1. 6.    Remaja nikah dini karena pergaulan bebas
Saat ini, banyak remaja yang menikah di usia dini diakibatkan mengandung di luar pernikahan. Banyak hal yang mempengaruhi faktor ini terjadi. Faktor-faktor tersebut adalah faktor keluarga, faktor sosial di masyarakat, faktor teknologi.
Faktor keluarga yaitu, kurangnya perhatian kepada anak-anaknya dari orang tua dan tidak melakukan kontrol pengawasan kepada anak. Sehingga anak cenderung tidak diperhatikan dan merasa diacuhkan oleh orang tuanya. Adapula karena situasi keluarga yang tidak harmonis sehingga dapat menyebabkan anak frustasi dan untuk menghilangkan frustasi tersebut merela cenderung untuk menggunakan obat-obat terlarang dan pergaulan bebas lah yang menjadi akibatnya.
Faktor teknologi yaitu, sikap seseorang yang cenderung untuk melakukan kegiatan yang diperoleh dari yang mereka dapat atau lihat. Faktor teknologi ada dua dampak yang diperoleh, diantaranya yaitu dampak positif dan dampak negatif. Dampak positifnya yaitu, dengan mengetahui teknologi maka penduduk atau masyarakat dapat mengetahui informasi yang terjadi di dunia dan juga dapat menggunakan teknologi canggih untuk bidang agraris dan bidang lainnya. Sedangkan dampak negatifnya yaitu, jika setiap teknologi yang masuk atau diterima oleh seseorang, namun tidak disaring atau dipilah-pilah, maka akan berdampak tidak baik bagi perkembangan psikologis anak atau generasi muda. Contohnya yaitu, anak-anak bebas menonton film yang tidak baik dilihat dan cara berbusana yang terbuka dan meniru proses penampilan dan gaya hidup luar negeri yang tidak sesuai dengan kebudayaan Indonesia.
Langkah-langkah yang dilakukan untuk mengatasi hal ini adalah lebih diadakannya pendekatan dan juga penciptaan situasi harmonis yang dapat diperoleh dengan pendidikan kependudukan. Dimana pada pelaksanaannya, masyarakat diberikan penyuluhan pendidikan keluarga yang baik.


  1. 7.        Mengatasi oknum tertentu yang melakukan penjualan narkotika.
Hal yang dapat dilakukan adalah dengan pengawasan intens di setiap bandara, pelabuhan, dan di setiap perusahaan yang melakukan usaha di bidang jasa pengiriman barang. Selain itu, di setiap sekolah harus diadakan tes urin bagi siswanya agar dapat diketahui kondisi kesehatannya. Serta di perguruan tinggi juga dilakukan hal yang sama selama satu semester atau enam bulan sekali.
  1. 8.        Keberadaan TKI di luar negeri
Banyak faktor yang menjadi pilihan bagi tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri. Diantaranya yaitu, ingin mendapatkan penghasilan besar, di negara Indonesia susah mendapat pekerjaan dan gaji yang diberikan pun sedikit. Hal inilah yang menjadi dorongan mereka untuk memperoleh gaji yang besar. Keberadaan tenaga kerja yang bekerja di sana, haruslah terjamin keamanannya ketika bekerja di luar negeri. Hal ini pun Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) harus melakukan pendataan secara benar dan setiap pekerja yang berada di luar negeri sebagai TKI dapat diketahui bekerja di daerah yang dapat dikunjungi setiap saat.  Selain itu, pemeriksaan TKI yang ilegal dikarenakan ada oknum tertentu yang berniat melakukan kejahatan dengan perdagangan manusia atau penjualan bayi. Hal ini harus di antisipasi dengan melakukan pemeriksaan di setiap jalur transit ataupun pelabuhan, bandara bahkan jalur darat yang mudah dilalui oleh orang yang bekerja di luar negeri dengan dokumen yang tidak sah.
Dari uraian di atas, maka simpulan yang dapat diambil adalah, bahwa pengaruh perkembangan penduduk pada kondisi ekonomi memiliki dampak-dampak yang ditimbulkan diantaranya yaitu, berkaitan dengan persebaran penduduk yang tidak merata, angka pengangguran yang tinggi, dan faktor sumber daya manusia yang harus diberikan pelatihan demi terwujudnya program-program yang telah tersusun. Sukses pasti bisa dengan semangat tidak kenal menyerah dan setiap masalah pasti ada solusi terbaik , demikian pula dengan masalah pendidikan kependudukan.

No comments:

Post a Comment

Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unmul

Pada awalnya berdirinya, 28 September 1962, UNMUL hanya memiliki satu fakultas, yaitu Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan....