GNNT Program Bank Indonesia
Ditulis Oleh: Kuncari Isnawati
Samarinda-Rabu
(04/05). Pertumbuhan ekonomi semakian berkembang seiring dengan kemajuan
teknologi yang semakin pesat.Hal ini juga diwujudkan dengan transaksi ekonomi
yang sering terjadi di masyarakat dengan menggunakan teknologi modern.
Teknologi modern yang berkembang saat ini yaitu penggunaan uang non-tunai yang
merupakan program Bank Indonesia.
Program ini disebut Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT).
GNNT
menjadi sebuah inovasi untuk mengurangi penggunaan uang tunai di masyarakat.Tak
dapat dipungkiri, masyarakat masih banyak yang menggunakan uang tunai dalam
setiap pembayaran.Contoh yang sering banyak dilakukan di pasar tradisional.Hal
ini menjadi tidak efisien, tidak praktis dan dapat menimbulkan tindak kriminal
karena pelaku pemalsuan uang marak terjadi di masyarakat.Oleh sebab itu, hal
utama untuk menyukseskan program GNNT adalah mengubah pola pikir (mindset) di masyarakat agar mengurangi
penggunaan uang tunai dalam setiap transaksi ekonomi dan menggantinya dengan
menggunakan uang non-tunai.
Adanya peralihan
dari menggunakan uang tunai menjadi uang non-tunai menjadi solusi yang
menguntungkan bagi masyarakat karena dapat bertransaksi dengan efisien, aman,
mudah dan cepat.Sistem
pembayaran yang semakin lancar akan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk
bertransaksi dan mendorong aktivitas perekonomian sehingga terciptanya
pertumbuhan ekonomi yang kondusif serta
terciptanya Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) yang baik. Selain
itu, melihat kurangnya masyarakat yang terlibat dalam pelaku pengguna jasa
perbankan juga menjadi tujuan pemerintah untuk terus menyosialisasikan Gerakan
Nasional Non Tunai (GNNT) di Indonesia.
Penggunaan uang non-tunai ini dapat berbentuk based card dan juga kartu elektronik (electronic card) yang dapat digunakan
masyarakat dalam melakukan transaksi ekonomi. Sistem pembayaran ini berkembang
menjadi electronic payment system.Sistem
ini menggunakan jaringan internet untuk dapat beroperasi.
Bank Umum yang
telah mengeluarkan uang elektronik yaitu BRI, BNI dan Mandiri. Uang elektronik
dapat diisi saldo minimal Rp.20.000,- dan maksimal Rp. 1.000.000,-. Kartu ini
dapat digunakan untuk berbelanja di toko yang telah bekerja sama dengan pihak
bank dan telah menerapkan penggunaan uang elektronik. Adapun contoh cara
pengisian saldo pada uang elektronik pada Mandiri e-money yaitu:
1. Mandiri
ATM bertanda e-money
2. Menggunakan
kartu mandiri debit
3. Masukkan
PIN mandiri debit
4. Pilih
menu Uang Elektronik
5. Pilih
menu mandiri e-money
6. Pilih
menu isi ulang
7. Pilih
nominal isi ulang yang teredia pada tombol atau jumlah lainnya
8. Konfirmasi
jumlah nominal isi ulang. Jika sudah selesai tekan “Ya”
9. Tempelkan
kartu mandiri e-money pada reader bertanda
10. Transaksi
berhasil, kertas struk keluar dan saldo kartu mandiri e-money bertambah
11. Simpan
struk sebagai bukti transaksi
Itulah
salah satu cara untuk mengisi kartu elektronik agar memudahkan masyarakat dalam
menggunakan kartu elektronik. Pengetahuan untuk menggunakan uang tunai/uang
elektronik harus disosialisasikan dengan gencar agar masyarakat semakin
mengenal dan mau menggunakan uang non-tunai dengan Alat Pembayaran dengan
Menggunakan Kartu (APMK). APMK ini seperti kartu debet, kartu kredit dan uang
elektronik yang diterbitkan oleh bank umum.
Demikian
lah salah satu program Bank Indonesia yang disebut dengan Gerakan Nasional
Non-Tunai (GNNT) yang memilik tujuan untuk menciptakan sistem pembayaran yang
efektif dan efisien serta menjalankan salah satu pilar utama untuk mengatur dan
menjaga kelancaran sistem pembayaran. Terciptanya kelancaran pembayaran ini
akan memudahkan masyarakat untuk bertransaksi melalui perbankan.
No comments:
Post a Comment