Tuesday, September 19, 2017

GNNT Program Bank Indonesia
Ditulis Oleh: Kuncari Isnawati

Samarinda-Rabu (04/05). Pertumbuhan ekonomi semakian berkembang seiring dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat.Hal ini juga diwujudkan dengan transaksi ekonomi yang sering terjadi di masyarakat dengan menggunakan teknologi modern. Teknologi modern yang berkembang saat ini yaitu penggunaan uang non-tunai yang merupakan program Bank  Indonesia. Program ini disebut Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT).
            GNNT menjadi sebuah inovasi untuk mengurangi penggunaan uang tunai di masyarakat.Tak dapat dipungkiri, masyarakat masih banyak yang menggunakan uang tunai dalam setiap pembayaran.Contoh yang sering banyak dilakukan di pasar tradisional.Hal ini menjadi tidak efisien, tidak praktis dan dapat menimbulkan tindak kriminal karena pelaku pemalsuan uang marak terjadi di masyarakat.Oleh sebab itu, hal utama untuk menyukseskan program GNNT adalah mengubah pola pikir (mindset) di masyarakat agar mengurangi penggunaan uang tunai dalam setiap transaksi ekonomi dan menggantinya dengan menggunakan uang non-tunai.
Adanya peralihan dari menggunakan uang tunai menjadi uang non-tunai menjadi solusi yang menguntungkan bagi masyarakat karena dapat bertransaksi dengan efisien, aman, mudah dan cepat.Sistem pembayaran yang semakin lancar akan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk bertransaksi dan mendorong aktivitas perekonomian sehingga terciptanya pertumbuhan ekonomi yang kondusif  serta terciptanya Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) yang baik. Selain itu, melihat kurangnya masyarakat yang terlibat dalam pelaku pengguna jasa perbankan juga menjadi tujuan pemerintah untuk terus menyosialisasikan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) di Indonesia.
 Penggunaan uang non-tunai ini dapat berbentuk based card dan juga kartu elektronik (electronic card) yang dapat digunakan masyarakat dalam melakukan transaksi ekonomi. Sistem pembayaran ini berkembang menjadi electronic payment system.Sistem ini menggunakan jaringan internet untuk dapat beroperasi.
Bank Umum yang telah mengeluarkan uang elektronik yaitu BRI, BNI dan Mandiri. Uang elektronik dapat diisi saldo minimal Rp.20.000,- dan maksimal Rp. 1.000.000,-. Kartu ini dapat digunakan untuk berbelanja di toko yang telah bekerja sama dengan pihak bank dan telah menerapkan penggunaan uang elektronik. Adapun contoh cara pengisian saldo pada uang elektronik pada Mandiri e-money yaitu:
1.      Mandiri ATM bertanda e-money
2.      Menggunakan kartu mandiri debit
3.      Masukkan PIN mandiri debit
4.      Pilih menu Uang Elektronik
5.      Pilih menu mandiri e-money
6.      Pilih menu isi ulang
7.      Pilih nominal isi ulang yang teredia pada tombol atau jumlah lainnya
8.      Konfirmasi jumlah nominal isi ulang. Jika sudah selesai tekan “Ya”
9.      Tempelkan kartu mandiri e-money pada reader bertanda
10.  Transaksi berhasil, kertas struk keluar dan saldo kartu mandiri e-money bertambah
11.  Simpan struk sebagai bukti transaksi
Itulah salah satu cara untuk mengisi kartu elektronik agar memudahkan masyarakat dalam menggunakan kartu elektronik. Pengetahuan untuk menggunakan uang tunai/uang elektronik harus disosialisasikan dengan gencar agar masyarakat semakin mengenal dan mau menggunakan uang non-tunai dengan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu (APMK). APMK ini seperti kartu debet, kartu kredit dan uang elektronik yang diterbitkan oleh bank umum.

Demikian lah salah satu program Bank Indonesia yang disebut dengan Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) yang memilik tujuan untuk menciptakan sistem pembayaran yang efektif dan efisien serta menjalankan salah satu pilar utama untuk mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Terciptanya kelancaran pembayaran ini akan memudahkan masyarakat untuk bertransaksi melalui perbankan.

No comments:

Post a Comment

Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unmul

Pada awalnya berdirinya, 28 September 1962, UNMUL hanya memiliki satu fakultas, yaitu Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan....