"PANJANG TANGAN" DI NEGARA SENDIRI???
Sedari kecil kita sekolah tidak diajarkan untuk mencuri. Namun, kenakalan dari mencontek jawaban ujian adalah salah satu contoh kecurangan dan kebohongan. Pertama membohongi diri sendiri dan yang kedua membohongi guru. Hasil akhirnya nilainya tidak "halal". Imbasnya malah dicatat malaikat pencatat amal buruk. Usia dini sudah begitu, bagaimana jika usia dewasa, tua dan manula? Sifat-sifat masa kecil yang buruk itu, akan berimbas pada kebiasaan hidup. Apalagi jika diberi amanah untuk memegang jabatan menjadi kepala daerah. Tak dapat dipungkiri, banyak pejabat yang tertangkap tangan melakukan korupsi. Ini kejahatan luar biasa (Extra Ordianry Crime). Bayangkan saja uang rakyat yang seharusnya untuk pembangunan negara dicuri dengan memanfaatkan peranan jabatannya. Astagfirullah... pemimpin masa kini apakah sudah kehilangan moral? Bagaimana negara mau maju? Jika pemimpin berani mengambil uang raykat untuk memperkaya diri sendiri.
Banyak orang bilang hukum di Indonesia "Tajam ke Bawah Tumpul ke Atas". Para koruptor walaupun di penjara masih bisa keluar dari sel buat jalan-jalan. Ada yang bilang kamarnya mewah. Ini mah namanya pindah rumah aja bukan dipenjara. Kasiannya negeriku, mengapa tidak sepenuh hati orang-orang yang telah terpilih jadi pemimpin menjalankan tugasnya. Apakah sudah lupa ingatan?? Dulu pas kampanye teriak-teriak "Saya ingin masyarakat sejahtera, makmur dan damai", saya akan memfasilitasi pendidikan gratis", Saya akan mengatasi banjir", saya punya solusi agar kota tidak macet". Nah janji-janji palsu malah tidak terwujud. Bayangkan saja, sekarang makin banyak pengangguran, kejahatan dan kriminalitas dimana-mana, rasa aman sudah pudar. Biaya pendidikan juga mahal, akses jalan masih banyak yang rusak, banjir melanda, kota semakin macet.
Koruptor memang maling di negeri sendiri. Maling berjamaah yang terstruktur. Apakah gaji tidak cukup dengan jabatan dipemerintahan? Kalau gaji besar tapi masih "maling di negeri sendiri" berarti tidak bersyukur. Tidak ingat dosa. Coba lihat masyarakat yang susah makan, mau makan saja harus susah payah cari uang untuk sesuap nasi. Nah pejabat korupsi malah enak-enakan jalan sana-sini, makan enak, tidur enak. Tidak memikirkan nasib rakyat di negerinya sendiri. Apakah dalam hati tidak menyesal karena berbuat "Maling di Negeri sendiri"??. Tumbuhkanlah rasa malu wahai pejabat di negeriku. Banggakah dirimu sebagai" Maling di negeri sendiri?.
Sedih lihat kondisi negara ini. Korupsi dimana-mana oleh oknum yang tak punya nurani sama sekali. Mau memperkaya diri sendiri tidak memandang susahnya rakyat masih banyak yang kelaparan, gelandangan dimana-mana.
Pikirkanlah wahai pejabat berkerah putih,
Hidup ini sekali mengapa engkau korupsi
Hidup ini sekali mengapa kau membohongi negeri
Tak takutkah pada kematian yang sewaktu-waktu menghampiri
Dosa bertumpuk bagai hujan yang tak berhenti
Hanya korupsi jadi kebanggaan dirimu,
Panjang Tangan dinegeri sendiri
predikat" Maling" Menghiasi dirimu
"Realita kalau sudah tertangkap dan ditetapkan sebagai tersangka, sudah di vonis penjara. Alasan sakit. Herannya, kalau sudah ketahuan korupsi langsung gak kuat mentalnya. Pertanyaannya, waktu berbuat "maling di negeri sendiri" kok mentalnya kuat-kuat aja? Ini yang sakit hati nya sudah gak kuat lihat duit banyak, jadi masih senang sana-sini buat nimbun uang dari hasil korupsi. Ngerinya, sungguh ngeri panjang tangan di negeri sendiri. Sudah hilang akal sehat dan nurani. Sudah hilang urat malunya.

No comments:
Post a Comment