KEGIATAN
AKSI BERSIH INDONESIA ALA GENBI KALTIM
*Writer By: Kuncari Isnawati
Lingkungan yang bersih menjadi dambaan
semua orang. Dimana di dalam lingkungan
mencakup makhluk hidup yang membutuhkan kenyamanan dan kedamaian untuk bisa
bertahan hidup. Salah satu kebutuhan yang paling penting adalah air. Tak dapat
dipungkiri, semua makhluk hidup membutuhkan air untuk tumbuh dan berkembang
biak. Air dapat diperoleh dari berbagai sumber, misalnya air sungai, air laut,
air hujan, air yang bersumber dari pegunungan dan lain-lain. Sorotan utama
tentang air adalah air sungai. Dimana masyarakat menggunakan air tersebut untuk
minum, mencuci, dan mandi. Namun, kebiasaan yang telah membudaya, masyarakat
membuang sampah ke sungai yang sudah di ambang batas kewajaran. Sampah itu
berupa sampah plastik, limbah rumah tangga, “jamban cemplung”, dan sampah dari
pasar yang dibuang langsung ke sungai. Sungai
yang malang tersebut adalah sungai Karang Mumus yang terletak di
Samarinda. Sungai
yang mengalir sepanjang 34,7 km dari hulu ke hilir, kini kehilangan eksistensinya
sebagai sungai yang bersih, indah dan airnya layak konsumsi. Sungai yang
menjadi “tempat sampah” akibat kebiasaan masyarakat kini sudah menderita begitu
pula habitat di dalam airnya.
Dari latar belakang itu lah, GenBI
Kaltim melakukan Aksi Bersih Sungai yang bertema “Menjaga Air, Menjaga Kehidupa“.
Kegiatan ini dilakukan Rabu, 21 Desember 2016, pukul 07.00- 12.30 WITA di Gang Nibung RT 27,
Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang. Kegiatan Aksi
Bersih Indonesia yang dilakukan GenBI Kaltim mengarah ke rehabilitasi sungai dengan melakukan berbagai
kegiatan diantaranya: Aksi Bersih Sungai yaitu: memungut sampah langsung di
sungai dengan menggunakan perahu, pengecatan jembatan Nibung agar kayu jembatan
tidak rapuh, menyumbangkan 1 buah perahu, 2 buah dayung, 3 buah pelampung, 1
buah papan mading, ½ kubik kayu ulin ukuran 4 meter untuk memperbaiki jembatan
Nibung yang miring akibat kurangnya kayu penyangga disebabkan terakhir di
renovasi tahun 2009 dan di 2016 itu lah satu-satunya komunitas GenBI Kaltim
membantu renovasi jembatan Nibung tersebut. Sumbangan 7 buah alat penjaring
sampah, papan mading, plang nama yang bertuliskan Jembatan Nibung, serta event khusus yaitu: musikalisasi puisi,
dan penampilan akustik, pembagian santunan 12 anak yatim di RT 27, dan
pembagian doorprise untuk warga.
Adapun
mekanisme kegiatan Aksi Bersih Indonesia sebagai berikut:
1.
Aksi Bersih
Sungai
Dalam
aksi ini, ada 5 buah perahu dari GenBI Kaltim, 2 speed boat dari Dinas
Pertamanan dan Kebersihan yang turut membantu. Setiap perahu berisi 5 orang
beserta pengemudi perahu. Batasan daerah pemungutan sampah di sungai dibagi
atas dua tim. Tim pertama memungut ke daerah jembatan pasar Segiri sedangkan
tim kedua memungut ke jembatan Ruhui Rahayu.
2.
Aksi Bersih di
Darat dan Pengecatan Jembatan
Pemungutan
sampah dilakukan oleh warga di sekitar rumah mereka dari anak-anak hingga orang
tua ikut berpartisipasi untuk membersihkan lingkungan. Adapun untuk renovasi
jembatan, GenBI Kaltim bersama pak RT 27 mengarahkan warga untuk melakukan
pengecatan jembatan. Warna cat jembatan tersebut adalah warna biru dan putih.
3.
Penyerahan
Donasi
Penyerahan
donasi berupa 1 perahu, 2 dayung, 3 pelampung, 1 buah papan mading, 7 buah alat
penjaring sampah, ½ kubik kayu ulin ukuran 4 meter untuk tiang penyangga
jembatan Nibung, 1 plang nama Jembatan Nibung, donasi ke 12 anak yatim, dan
pembagian doorprise untuk masyarakat. Penyerahan ini diserahkan oleh Bank
Indonesia kepada RT 27 dan di saksikan oleh elemen masyarakat yang hadir di
acara tersebut.
Kegiatan
ini dihadiri pula oleh Bank Indonesia dan GenBI Kaltim mengundang beberapa
elemen masyarakat untuk turut serta dalam Aksi Bersih Indonesia ini.
Diantaranya: Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) kota Samarinda, KOPHI
Kaltim, Tepian TV, Samarinda TV, Kaltim Post, Camat Sungai Pinang, Lurah
Temindung Permai, Harmoni Akustik, dan warga RT 27 gang Nibung. Masyarakat
sangat antusias melakukan aksi bersih ini dan senang sekali ada komunitas yang
peduli terhadap lingkungan di Gang Nibung. Ke depannya, GenBI Kaltim masih
terus memantau lingkungan di Gang Nibung RT 27 dan berdialog dengan masyarakat.
Ini dilakukan agar tumbuh kesadaran agar masyarakat menjaga lingkungan dan
tidak membuang sampah di sungai Karang Mumus.
No comments:
Post a Comment