Monday, September 18, 2017

KEGIATAN AKSI BERSIH INDONESIA ALA GENBI KALTIM
*Writer By: Kuncari Isnawati

Lingkungan yang bersih menjadi dambaan semua orang.  Dimana di dalam lingkungan mencakup makhluk hidup yang membutuhkan kenyamanan dan kedamaian untuk bisa bertahan hidup. Salah satu kebutuhan yang paling penting adalah air. Tak dapat dipungkiri, semua makhluk hidup membutuhkan air untuk tumbuh dan berkembang biak. Air dapat diperoleh dari berbagai sumber, misalnya air sungai, air laut, air hujan, air yang bersumber dari pegunungan dan lain-lain. Sorotan utama tentang air adalah air sungai. Dimana masyarakat menggunakan air tersebut untuk minum, mencuci, dan mandi. Namun, kebiasaan yang telah membudaya, masyarakat membuang sampah ke sungai yang sudah di ambang batas kewajaran. Sampah itu berupa sampah plastik, limbah rumah tangga, “jamban cemplung”, dan sampah dari pasar yang dibuang langsung ke sungai. Sungai  yang malang tersebut adalah sungai Karang Mumus yang terletak di Samarinda. Sungai yang mengalir sepanjang 34,7 km dari hulu ke hilir, kini kehilangan eksistensinya sebagai sungai yang bersih, indah dan airnya layak konsumsi. Sungai yang menjadi “tempat sampah” akibat kebiasaan masyarakat kini sudah menderita begitu pula habitat di dalam airnya.
Dari latar belakang itu lah, GenBI Kaltim melakukan Aksi Bersih Sungai yang bertema “Menjaga Air, Menjaga Kehidupa“. Kegiatan ini dilakukan Rabu, 21 Desember 2016, pukul 07.00- 12.30 WITA di Gang Nibung RT 27, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang.  Kegiatan Aksi Bersih Indonesia yang dilakukan GenBI Kaltim mengarah ke rehabilitasi sungai dengan melakukan berbagai kegiatan diantaranya: Aksi Bersih Sungai yaitu: memungut sampah langsung di sungai dengan menggunakan perahu, pengecatan jembatan Nibung agar kayu jembatan tidak rapuh, menyumbangkan 1 buah perahu, 2 buah dayung, 3 buah pelampung, 1 buah papan mading, ½ kubik kayu ulin ukuran 4 meter untuk memperbaiki jembatan Nibung yang miring akibat kurangnya kayu penyangga disebabkan terakhir di renovasi tahun 2009 dan di 2016 itu lah satu-satunya komunitas GenBI Kaltim membantu renovasi jembatan Nibung tersebut. Sumbangan 7 buah alat penjaring sampah, papan mading, plang nama yang bertuliskan Jembatan Nibung, serta event khusus yaitu: musikalisasi puisi, dan penampilan akustik, pembagian santunan 12 anak yatim di RT 27, dan pembagian doorprise untuk warga.
Adapun mekanisme kegiatan Aksi Bersih Indonesia sebagai berikut:
1.      Aksi Bersih Sungai
Dalam aksi ini, ada 5 buah perahu dari GenBI Kaltim, 2 speed boat dari Dinas Pertamanan dan Kebersihan yang turut membantu. Setiap perahu berisi 5 orang beserta pengemudi perahu. Batasan daerah pemungutan sampah di sungai dibagi atas dua tim. Tim pertama memungut ke daerah jembatan pasar Segiri sedangkan tim kedua memungut ke jembatan Ruhui Rahayu.
2.      Aksi Bersih di Darat dan Pengecatan Jembatan
Pemungutan sampah dilakukan oleh warga di sekitar rumah mereka dari anak-anak hingga orang tua ikut berpartisipasi untuk membersihkan lingkungan. Adapun untuk renovasi jembatan, GenBI Kaltim bersama pak RT 27 mengarahkan warga untuk melakukan pengecatan jembatan. Warna cat jembatan tersebut adalah warna biru dan putih.
3.      Penyerahan Donasi
Penyerahan donasi berupa 1 perahu, 2 dayung, 3 pelampung, 1 buah papan mading, 7 buah alat penjaring sampah, ½ kubik kayu ulin ukuran 4 meter untuk tiang penyangga jembatan Nibung, 1 plang nama Jembatan Nibung, donasi ke 12 anak yatim, dan pembagian doorprise untuk masyarakat. Penyerahan ini diserahkan oleh Bank Indonesia kepada RT 27 dan di saksikan oleh elemen masyarakat yang hadir di acara tersebut.
Kegiatan ini dihadiri pula oleh Bank Indonesia dan GenBI Kaltim mengundang beberapa elemen masyarakat untuk turut serta dalam Aksi Bersih Indonesia ini. Diantaranya: Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) kota Samarinda, KOPHI Kaltim, Tepian TV, Samarinda TV, Kaltim Post, Camat Sungai Pinang, Lurah Temindung Permai, Harmoni Akustik, dan warga RT 27 gang Nibung. Masyarakat sangat antusias melakukan aksi bersih ini dan senang sekali ada komunitas yang peduli terhadap lingkungan di Gang Nibung. Ke depannya, GenBI Kaltim masih terus memantau lingkungan di Gang Nibung RT 27 dan berdialog dengan masyarakat. Ini dilakukan agar tumbuh kesadaran agar masyarakat menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah di sungai Karang Mumus.


No comments:

Post a Comment

Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unmul

Pada awalnya berdirinya, 28 September 1962, UNMUL hanya memiliki satu fakultas, yaitu Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan....