Magister Ilmu Administrasi Negara (FISIP UNMUL)
Tugas Kuliah
*Hubungan Administrasi Negara dengan Manajemen, Organisasi & Government*
Ditulis Oleh: Kuncari Isnawati, SE
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Administrasi dan manajemen
suatu hal yang saling berkaitan. Adanya suatu proses dalam melaksanakan
administrasi yang terlingkup juga di dalam manajemen. Administrasi dilakukan
oleh orang-orang yang sesuai dengan bidangnya melalui aturan pelaksanaan yang tertuang
di dalam sistem manajemen suatu entitas. Suatu sistem administrai tidak berjalan dengan
baik salah satunya disebabkan oleh manajemen yang tidak baik pula. Oleh sebab
itu harus ada pelaksanaan yang jelas dan dilakukan oleh orang-orang yang sesuai
dengan keahliannya. Tujuan dari administasi adalah memberikan pelayanan yang
sebaik-baiknya kepada masyarakat. Dengan adanya keteraturan yang sesuai dengan
fungsi di dalam manajemen, maka akan mencapai visi-misi yang telah dirumuskan.
Di dalam suatu organisasi, bisa timbul
kesalahpahaman dalam menangani suatu permasalahan administrasi. Dengan adanya
hal tersebut, organisasi sebagai wadah untuk mencapai tujuan harus mampu
melewati rintangan di dalam organisasi tersebut. Solusinya dengan melakukan
evaluasi terhadap sistem administrasi dan manajemen di dalam organisasi
tersebut. Adanya aspek-aspek yang dibutuhkan di dalam administasi yaitu: adanya
tanggung jawab yang seimbang dengan wewenang yang dimiliki, pelaksanaan kerja
yang teratur, segala tugas dilaksanakan dengan pertimbangan dan perhitungan
yang sangat matang agar hasil yang optimal dapat tercapai. Hubungan yang tidak
terpisahkan juga antara administrasi negara dengan manajemen, organisasi dan government. Ketiga hal ini menjadi
penting dalam suatu organisasi untuk menerapkan sistem administrasi yang baik
dan dapat mencapai tujuan bersama.
1.2. Permasalahan
Dari latar belakang yang telah dikemukakan maka
permasalahan yang timbul adalah bagaimana hubungan administrasi negara dengan
manajemen, oraganisasi dan government?
1.3. Pendekatan Teori
1.3.1. Hubungan
administrasi dan manajemen adalah sebuah hubungan yang mengaitkan antara proses
pelaksanaan yang meliputi pengorganisasian, penggerakkan, dan pengawasan dengan
manajamen yang merupakan alat atau sarana untuk menggerakkan organisasi.
Artinya bahwa organisasi tidak akan berjalan tanpa adanya manajemen.
1. Dalam
penerapan adminstrasi dan manajemen tidak dapat dipisahkan hanya kegiatannya
yang dapat dibedakan
2.
Adminmistrasi bersifat konsep menentukan tujuan dan
kebijaksanaan umum secara menyeluruh sedangkan manajemen sebagai subkonsep yang
bertugas melaksanakan semua kegiatan untuk mencapai tujuan dan kebijaksanaan
yang sudah tertentu pada tingkat administrasi
3.
Administrasi lebih luas dari pada manajemen karena manajemen
sebagai salah satu unsur dan merupakan inti dari administrasi sebagai pelaksana
yang bersifat operasional melainkan mengatur tindakan -tindakan pelaksanaan
oleh sekelompok orang yang disebut “bawahan” jadi dengan manajemen administrasi
akan mencapai tujuannya.
Adanya keterkaitan antara
administrasi dan manajemen. Di dalam manajemen terdapat inti manajemen menurut
para ahli adalah sbb:
1. Dimork dan
Koening (1960) “leadership is the key to
management (kepemimpinan adalah inti dari manajemen)
2. Siagian
(1981) mengemukakan ”Kepemimpinan merupakan motor penggerak dari semua
sumber-sember dan alat-alat (resoures)yang mendisahkan sebuah buah -buahan yang
dikulitnya diumpamakan dengan admnistrasi, dagingnya diumpamakan dengan
manajemen dan bijinya adalah kepemimpinan maksudnya sama halnya dengan
manajemen maka yang pertama tama disoroti adalah kulitnya bagian luar
“administrasi ” kemudian intinya yaitu manajemen selanjutnya bertemu denga inti
dari manajemen disebut denga kepemimpinan (leadership)
maka baik tidaknya buah itu nanti sangat bergantung pada kualitas.
3. Bijinya
kaitannya dengan manajemen baik tidaknya manajemen bergantung pada baik
tidaknya kepemimpinan.
1.3.2.
Hubungan
Administrasi dan Organisasi
Organisasi adalah wadah dan proses kerja sama sejumlah
orang yang terkait dalam hubungan formal , dalam rangkaian hierarki untuk
mencapai tujuan yang telah ditentukan. Jika organisasi macet atau tidak
berjalan dengan baik maka administrasi juga akan terganggu. Oleh sebab itu, dapat
diambil sebuah keputusan untuk menyempurkan struktur, menyempurnakan proses,
menyempurnakan struktur dan proses sehingga menghasilkan efisiensi/ efektivitas
pada organisasi.
1.3.3.
Hubungan
administrasi dan government
Hubungan
antara organisasi dan administrasi adalah organisasi menunjukkan strukur
daripada administrasi dan manajemen menunjukkan fungsinya. Di dalam
administrasi, organisasi adalah struktur dari pada hubungan manausia yang
terjadi berdasarkan wewenang maupun secara wajar dalam suatu sistem administrasi.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Administrasi
Secara
Etimologis perkataan Indonesia ”Administrasi” yang bahasa Inggrisnya
“administration”, berasal dari kata Latin, yaitu : “Ad+ministrare” dan “
Administratio”. Ad+ministrate berartu melayani ,membantu, atau memenuhi (The
Liang Gie, 1965). Sedangkan Administratio berarti pemberian bantuan, pelaksaan,
pimpinan, dan pemerintahan.(Atmosudirdjo,1986).
Kata
administrasi juga berasal dari bahasa Belanda, “administratie” yang artinya
segala kegiatan yang meliputi tulis menulis, ketik mengetik, komputerisasi,
surat menyurat (korespondensi), kearsipan, agenda (pekerjaan –pekerjaan Tata
Usaha kantor)
Kata
administrasi lainnya berasal dari bahasa Yunani, “Administrare” yang artinya Ad
= pada, ministrare=melayani, maka kata administrasi berarti memberikan
pelayanan . Dari dua pengertian di atas diartikan bahwa administrasi mempunyai
pengertian : “pelayanan kegiatan tata usaha kantor ” (pelayanan
pengetikan/komputer , pelayanan surat menyurat , dan lain sebagainya). Untuk
dapat memberikan pemahaman tentang pengertian administrasi, tidak
lepas dari asal usul kata administrasi itu sen diri sebagaimana bahasan
sebelumnya, yakni “kegiatan tata usaha kantor” dan “ melayani”.
1) Administrasi Dalam Arti Sempit
Perlu
dipahami bahwa istilah administrasi masih sering dipakai
dalam arti “Tata Usaha”. Pengertian yang dipakai ini berasal
dari warisan zaman penjajahan Belanda dahulu,
istilah Bellanda “Administratie” di salin kedalam Baahasa Indonesia
“Administrasi”. Administratie dalam Bahasa Belanda ini umumnya di artikan
sebagai, “Elke steiselmatige ordening en schriftelijke vastlegging van
gegevens, samengesteld met het doel een overzicht van deze gegevens te
verkrijgen in hun geheel en hun onderling verband “. (Setiap
penyusunan keterangan-keterangan secara sistematis dan pencatatannya
secara tertulis dengan maksud untuk memperoleh suatu ikhtisar
mengenai keterangan-ketrangan itu dalam keseluruhannya dan dalam
hubungannya satu sama lain) (The Liang Gie,1979). Sebenarnya pngertian
Administratie yang demikian baru merupakan salah satu aspek cakupan istilah
Administratie.Karena masih ada dua aspek yang merupakan cakupannya, yakni:
“Bestuur” atau manajemen dari kegiatan-kegiatan organisasi, dan “Beheer”atau
manajemen dari sumber-sumber daya seperti: Finansial, personil,materiil,gudang,
danlain sebagainya. Hanya saja yang populer di pihak bangsa Indonesia yang
dijajah ialah pengerian Adminstratie dari aspek tata usaha. (Atmosudirdjo,1986)
Jadi,pengertian
administratie yang dikenal luas di Indonesia ialah tata usaha. Oleh karena
itu sampai sekarang di Indonesia
“administrasi” masih sering di artikan sebagai tata atau
pekerjaan usaha,catat-mencatat,tulis-menulis, dan berbagai
keterangan.
Kegiatan
administrasi sebagai kegiatan caatat-mencatat,tulis-menulis pelbagai keterangan
itu di jelaskan oleh Haris Muda Nasution dalam bukunya
“Kursus Pengetahuan Administrasi” sebagai berikut :
“Dalam arti
sempi bahkan pengertian sehari-hari,maka administrasi artinya adalah tata
usaha. Tata usaha ialah sutu pekerjaan yang sifat nya mengatur segala sesuatu
pekerjaan yang sifatnya tulis-menulis,surat-menyurat / mencatat membukukan
setiap perubahan atau kejadian yang terjadi dalam organisasi”. (The Liang
Gie,1972)
Arifin
Abdurachman (1971) mengemukakan bahwa, administrasi dalam tata usaha
kegiatannya meliputi ; penerimaan surat,penyimpanan surat, korespondensi,
peduplikasian, pencatatan-pencatatan, pada buku-buku atau kartothik, pokoknya
segala macam pekerjaaan yang ada hubungannya dengan pekerjaan kertas,bahkan
yang meliputi juga pekerjaan-pekerjaan penelponan dan penerimaan
tamu.
Berdasarkan
pendapat kedua ahli tersebut diatas, dapatlah dimengerti bahwa pengertian
dalam arti sempit meliputi perbuatan tulis-menulis,catat-mencatat,
yang kesemuanya merupakan kegiatan penyediaan bahan keterangan yang
diperlukan dalam setiap organisai. Kegiatan-kegiatan yang
demikian itu dalam bahasa
Indonesia telah lazim dipergunakan “Tata Usaha”.
2)
Administrasi Dalam Arti Luas
Dua istilah yang mirip
tulisan dan bunyinya, namun berbeda makna dan isinya,
yaitu “Administratie” (Bld) dan “Administration” (Ing), sama-sama di
salin dalam satu istilah bahasa Indonesia yaitu, “ Administrasi”, maka istilah
yang kemudian ini mempunyai dua pengeertian yaitu :
a. Administrasi
dalam pengrtian sama dengan pengertian administratie atau yang lebih di
kenal dengan kegiatan tata usaha.
b. Administrasi
dalam pengertian yang sama dengan administration. Untuk pengertian pertama
kiranya telah jelas di uraikan di atas, sedangkan
pengertian kedua inilah yang akan dibahas pada bagian
berikut.
Administration
mempunyai pengertian dan skop yang lebih luas dari administratie
diliha dari tata usaha saja. Jadi, pengertian administrasi yang di
maksud disini pengertian yang lebih luas yang sekaligus mencakup
tata usaha . Dalam hubungan ini akan di kemukakan beberapa
definisi dari kalangan administrasi dan manajemen sebagai berikut :
1) Dwight Wado
(1971) mengemukakan bahwa : Suatu bentuk daya upaya yang kooperatif
yang mempunyai tingkat rationaliteit yang tinggi.
2) William
H. Newman (1963) berpendapat bahwa: Administrasi adalah bimbingan ,
kepengawasan diri pada usaha dari sekelompok individu mencapai
tujuan bersama.
3) Dr.S.P.
Siagian MPA (1977) berpendapat bahwa :Administrasi adalah keseluruha
proses kerjas sama dua orang atau lebih yang didasarkan atas
rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah disepakati
sebelumnya.
4) Drs.
The Liang Gie dan Drs. Sutarto (1977) mengemukakan pula bahwa :
Aministrasi adalah segenap rangkaian kegiatan penatan trhadap
pekerjaan yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam kerja sama
dalam mencapai tujuan tertentu.
5) J.M.
Pfifftner berpendapat bahwa Administrasi Negara adalah koordinasi dari
usaha-usaha kolektif yang dimaksudkan untuk melaksanakan kebijakan pemerintah.
6) Elix
A. Nigro dan Llyod G. Nigro (1977:18) menyimmpulkan bahwa Administrasi adalah :
Bila diteliti secara cermat
definisi-definisi di atas maka sesungguhnya administrrasi adalah
kegiatan rangkaian atau proses yang :
1)
Dilakukan oleh sekelompok orang (dua orang atau
lebih).
2)
Berlangsung dalam suatu bentuk kerja sama.
3)
Dimaksudkan mencapai tujuan tertentu yang telah di
tetapkan
Ketiga faktor tersebut dapat
disingkat menjadi sekelompok orang, kerja sama, tujuan tertentu, Ketiga
faktor inilah yang lazim dikenal daripada Administrasi.
Dalam pengertian luas administrasi
dapat dibedakan dalam 3 sudut, yaitu :
1.
Proses
Ditinjau
dari sudut proses, maka administrasi merupakan keseluruhan proses, mulai dari
proses pemikiran, proses perencanaan, proses pengaturan, proses penggerakan,
proses pengawasan sampai dengan pencapaian tujuan. Untuk mencapai suatu tujuan
orang harus memikirkan dahulu apa yang akan dicapai dan bagaimana cara
mencapainya serta sarana dan prasana apa yang digunakan untuk mencapai tujuan
tersebut serta kemampuan seseorang untuk menjalankannya. Sebagai contoh :
Seseorang akan bepergian dari Jakarta ke Jayapura, maka orang tersebut sudah
punya tujuan mengapa dia ke Jayapura, kemudian bagaimana caranya ?, apakah
menggunakan kapal laut atau pesawat udara, lalu tersediakah biaya untuk itu dan
yang tidak kalah penting adalah mampukah orang itu untuk mengadakan perjalanan
sejauh itu ?
2.
Fungsi atau Tugas
Ditinjau
dari sudut fungsi atau tugas administrasi berarti keseluruhan tindakan
(aktivitas) yang harus dilakukan oleh seseorang yang berkedudukan sebagai
“administrator” ( memegang jabatan dalam manajemen suatu organisasi). Dalam
setiap organisasi atau instansi sudah tentu ada orang-orang yang menjalankan
administrasi, misalnya :
a. Orang- orang
yang melaksanakan tugas kepemimpinan (pemimpin)
b. Orang- orang
yang melaksanakan tugas perencanaan (perencana)
c. Orang- orang
yang melaksanakan tugas pengawasan /kontrol (pengawas)
d. Orang-
orang yang mengorganisir (organisator), dan lain sebagainya.
3.
Kepranataan (Institusi)
Ditinjau
dari kepranataan (institusi), maka tinjauan administrasi adalah melihat
kegiatan dalam suatu lembaga melakukan aktivitas tertentu, misalnya: Lembaga
perbankan, maka ada orang-orang yang melakukan kegiatan perbankan dalam lembaga
itu; Kantor Pos, maka ada orang-orang yang melakukan kegiatan pelayanan pos
(surat menyurat, pengiriman barang, dan lain lain); kantor pajak, kantor
kepolisian, kantor departemen –departemen, non departemen dan lain sebagainya.
4.
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa
administrasi mempunyai pengertian: ”Aktivitas -aktivitas untuk mencapai tujuan”
atau “proses penyelenggaraan kerja untuk mencapai tujuan”
Fungsi atau tugas administrasi
berarti keseluruhan tindakan (aktivitas) yang harus dilakukan oleh seseorang
yang berkedudukan sebagai “administrator” ( memegang jabatan dalam manajemen
suatu organisasi).
Dalam setiap organisasi atau
instansi sudah tentu ada orang-orang yang menjalankan administrasi, misalnya :
a.
Orang- orang yang melaksanakan tugas kepemimpinan
(pemimpin)
b.
Orang- orang yang melaksanakan tugas perencanaan
(perencanaan).
c.
Orang- orang yang melaksanakan tugas
pengawasan /kontrol (pengawas)
d.
Orang- orang yang mengorganisir (organisator),
dan lain sebagainya.
Dari uraian di
atas, dapat disimpulkan bahwa administrasi mempunyai pengertian: ”Aktivitas
-aktivitas untuk mencapai tujuan” atau “proses penyelenggaraan kerja untuk
mencapai tujuan”
Administrasi
merupakan rangkaian kegiatan (proses) yang wujudnya : merencanakan, memutuskan,
mengatur, memimpin, mengurus, mengarahkan, membimbing, menselaraskan,
mengenbalikan, mengawasi, menyempurnakan kegiatann-kegiatan
semacam itu.Untuk ringkasnya kegiatan-kegiatan semacam itu tercakup
dalam suatu istilah yaitu disebut “menata”, atau “penataan”.Oleh
karena itu kegiatan-kegitan yang termasuk pengertian
administrasi adalah rangkaian kegiatan penataan.(The Liang Gie &
Sutanto, 1977). Dengan deminkian dapat ditarik kesimpulan
bahwa Administrasi segenap rangkaian kegiatan
penataan terhadap usaha kerja sama manusia untuk mencapai tujuan
tertentu.
Sebagaimana
diketahui bahwa tujuan yang hendak dicapai dan sifat sutu kerjasama
bermacam-macam. Demikian juga jumlah dan susunan orang-orang yang
bekerjasama berbeda-beda pula. Selanjutnya usaha itu dapat pula
berlangsung pada waktu dan tempat yang berlainan.Tetapi pada setiap
kerjasama yang dilakukan oleh kelompok orang pasti trdapat rangkaian
kegiatan penataan yang mengarahkan kepada pencapaian tujuan. Administrasi
sebagai fungsi dijalankan oleh setiap oang yang
berkedudukan sebagai pucuk pimpinan suatu usaha kerjasama
manusia “Ketua Organisasi”, yang dinamakan “Administrator”. Jadi administrator
ketua tertinggi dalam organisasi.Tetapi tidaklah bahwa administrator lah
satu-satunya berperan sebagai fungsi administrasi, melainkan
dilaksanakan juga oleh pejabat-pejabat yang berada dibawahnya
berdasarkan pelimpahan dari administrator tadi.
Perlu
diketahui bahwa admnistrasi yang merupakan rangkaian kegiatan
penatan merupakan pekerjaan penunjang pelaksaan pekerjaan
subtansuif. Kelompok pekerjaan yang dilakukan dengan rangkaian kegiatan
subtantif dinamakan “pekerjaan pokok” atau “pekerjaan induk” Yaitu pekerjaan
yana langsung bertalian dengan tujuan yang hendak dicapai.
Selain
daripada itu, dalam praktek akan tampak bahwa proses administrasi dilakukan
lebih awal, bersamaan dan lebih akhir daripada pekerjaan pokok,atau
pekerjaan induk.Pekerjaan ini dapat di gambarkan sebagai berikut :
Administrasi
sebagai rangkaian kegiatan penataan didalam
pelaksanaannya bila diteliti terlihat adanya unsur-unsur yang
menurut The Liang Gie unsur-unsur terdiri atas 8 macam yaitu :
1)
Organisasi adalah unsur pertama dari administrasi yang
merupakan wadah dari kegiatan-kegiatan administrasi di
jalankan.Dalam organisasi di kelompokan orang-orang, tugas-tugas, wewenang dan
tanggung jawab.
2)
Manajemen adalah rangkaian kegiatan menggerakan
orang dan mengerahkan segala fasilitas untuk mencapai suatu tujuan.
3)
Komunikasi rangkaian kegiatan menyampaikan warta
dari suatu pihak ke pihak lain dalam usaha kerjasama yang bersangkutan.
4)
Kepegawaian rangkaian kegiatan mengatur dan
mengurus tenaga kerja dalam usaha kerjasama yang bersangkutan.
5)
Keuangan rangkaian perbuatan
mengelola segi-segi pembelanjaan dalam usaha kerjasama.
6)
Perbekalan rangkaian
mengadakan,mengatur pemakaian,mendftar sampai kepada penyingkiran benda-benda
dalam usaha kerja.
7)
Tata usaha rangkaian kegiatan menghimpun,
mencatat, mengolah, mengirim, menyimpan, keterangan-keterangan dalam usaha
kerja.
8)
Hubungan masyarakat rangkaian
kegiatan menciptakan hubungan baik dengan masyarakaat
sekeliling trhadap usaha kerjasama yang bersangkutan.
Unsur-unsur yang di sebutkan terdapat dalam
usaha kerjasama pada umumnya . Pemisah unsur-unsur itu hanyalah kebutuhan analisis
teoritis sebab di kenyataan sehari-hari saling jalin-menjalin satu
sama lain,karena memang administrasi merupakan suatu kebulatan yang
tidak dapat dipisahkan.
Untuk
mencegah kekacauan pengertian, dan dalam rangka pengembangan dan pembinaan administrasi
di Indonesia , kiranya perlu penerbitan pengertian penggunaan administrasi ini.
Untuk maksud tersebut maka pengertian “administratie” dari bahasa Belanda yang
menyangkut kegiatan catat-mencatat pelbagai keterangan kita gunakan
istilah “tata usaha” . Dan untuk pengertian “administrasi” kita tetap
persamakan dengan pengertian “administration” (inggris), yang dalam
buku ini didefinisikan sebagai segenap rangkaian kegiatan ppenataan terhadap
usaha kerjasama manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
Rangkaian
kegiatan penataan yang dilakukan dalam suatu organisasi tidak berlangsung dalam
keadan lepas dari lingkungannya , sebaliknya berpengaruh dalam lingkunganya
.Faktor-faktor lingkungan ini walaupun tidak termasuk administrasi tetapi
berpengaru dalam menentukan suatu administrasi akan mencapai tujuannya atau
tidak.
Yang termasuk faktor lingkungan yang
mempengaruhi berlangsungnya administrasi menurut F.E. Kast dan James
E. Rosenzwig , antara lain :
a.
Kebudayaan
,
b.
Teknologi
c.
Politik,
d.
Hukum
e.
Pendidikan
f.
Kependudukan
g.
Sumber fisik
h.
Ekonomi
2.1.1. Administrasi dan Organisasi
Secara
sederhana , organisasi adalah suatu kerjasama sekelompok orang untuk
mencapai tujuan bersama yang diinginkan dan terlibat dengan peraturan yang ada.
Organisasi ialah suatu wadah atau tempat untuk melakukan kegiatan bersama ,
agar dapat mencapai tujuan yang telah di sepakati bersama.
Pengertian organisasi menurut para
ahli:
1) James D.
Money , Organisasi adalah sebagai bentuk perserikatan orang-orang untuk mencapai
suatu tujuan bersama. (Organization is the form
of every human of association for the attainment of common purpose)
2) Jhon D.
Millet , organisasi adalah kerangka terstruktur dimana pekerjaan
dari beberapa orang diselenggaraka untuk mencapai suatu tujuan bersama .(Organization
Is The Strucktural Framework Within Winch The Work Individuals is Carried on
for the realization Of common Purpose)
3) Herbet A.
Simon , organisasi adalah sebagai pola komunikasi yang lengkap serta
hubungan-hubungan lain didalam suatu kelompok orang .(Organization is the
complex patern of communication and other relation in a group of human being)
4) Chester L.
Bamard , organisai adalah sebuah system tentang aktivitas
kerjasama dua atau lebih dari sesuatu yang tidak berwujud dan tidak
pandang bulu,sebagian besar tentang persoalan silaturahmi.
5) Organisasi
adalah sebagai suatu kelompok orang yang bersatu dalam tugas-tugas
terikat pada lingkungan tertentu ,menggunakan alat teknologi dan patuh terhadap
aturan (Malinowski).
6) Organisasi
timbul bilamana orang-orang yang bergabung didalam
mencapai suatu tujuan bersama (Chester I barnard)
Organisasi dapat di lihat dengnan
dua cara berbeda menurut Monir H. Tayeb, yaitu:
1)
Organisasi sebagai suatu system terbuka yang terdiri
atas sub-sistem yang saling berkaitan, dan memperoleh input untuk di
olah yang berasal dari lingkunga serta menyalurkan hasil output hasil
pengolahan kelingkungan kembali
2)
Organisasi sebagai sekelompok orang yang
bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan bersama
Organisasi dapat diartikan dalam dua
macam , yaitu:
a. Dalam arti
statis, yaitu organisasi sebagai wadah tempat dimana kegiatan kerjasama
terlaksanakan;
b. Dalam arti
dinamis , yaitu organisasi suatu system proses interaksi antara dua
orang yang bekerjasama,baik formal atau nonformal.
Adapun cirri-ciri organisasi adalah
terdiri dari dua orang atau lebih, ada kerja sama, ada komunikasi antar anggota
dan ada tujuan yang ingin di capai.
Organisasi harus mempunyai empat
unsur utama , yaitu :
a) Golds
Oriented (berorientesi tujuan)
b) Psychososial
System (Sistem hubungan social)
c) Structured
Activities
d) Technological
System
Hubungan
antara organisasi dan administrasi adalah organisasi menunjukkan strukur
daripada administrasi dan manajemen menunjukkan fungsinya. Di dalam
administrasi, organisasi adalah struktur dari pada hubungan manausia yang
terjadi berdasarkan wewenang maupun secara wajar dalam suatu sistem
administrasi.
Organisasi
melihat administrasi dari keadaan statusnya. Dalam administrasi organisasi
sangat penting karena akan lebih menunjukkan kegiatan dari orang yang
diperintah terhadap yang memerintah.
2.1.2. Administrasi dan Manajemen
Administrasi
dan manajemen memiliki persamaan antara proses pelaksanaannya yaitu:
perorganisasian, penggerakan, dan pengawasan. Manajamen berperan menjadi suatu
rangkaian tindakan dngan maksud untuk mencapai hubungan kerja sama yang
rasional dalam suatu sistem administrasi.
Administrasi
berwujud kegiatan kelompok manusia yang bersifat kerjasama dengan menitikberatkan
pengamatannya pada perilaku manusia-manusia yang melakukan kerja sama tersebut.
Administrasi
dan manajemen dapat dibedakan dari penggunaan kedua istilah tersebut dari segi
ilmiah, administrasi digunakan untuk hal yang menyangkut kegiatan pemerintahan
dan manajemen condong kea rah pengorganisasian perusahaan. Manajemen melihat
administrasi dalam keadaan dinamisnya atau bergeraknya.
Administasi
bukanlah hanya kegiata manajemen dari seseorang atau lebih manajer, melainkan
aktivitas atau kegiatan setiap kelompok, baik kelompok yang memiliki kedudukan
sebagai pemimpin atau sebagai kelompok yang dipimpin.
2.1.3. Administrasi dan Government
Government
dan administrasi terutama admninistrasi publik tentu memiliki perbedaan.
Government adalah penerapan otoritas yang dilakukan oleh pejabat pemerintahan
dan lebih menitikberatkan pada kekuasaan dan administrasi publik merupakan
implementasi atau penerapan kebijakan umum dari perangkat dan pejabat-pejabat
pemerintahan dan lebih menitikberatkan kepada jalannya kekuasaan government.
Dalam
mengelola kekayaan dalam suatu organisasi administrator mengadakan kegiatan
pemeliharaan inventaris, sistem pembukuan, barang, sistem korespondensi dan
sebagainya. Tentunya seorang administrator harus menjalankan tugas dan tanggung
jawab dari seorang magister, administrator harus melakukan administer
(melayani) sesuai dengan kebijakan yang ditentukan oleh magister sambil
melakukan administrare (menyelenggarakan
tata usaha yaitu registrasi, dokumentasi, inventarisasi, pembukuan, korespondensi
dan pengarsipan) untuk mempertanggungjawabkan kegiatan yang dilakukannya.
Dalam
menyelenggarakan organisasi, administrator perlu menggerakkan personil pula,
administrator harus melakukan kegiatan yang dinamakan administer yaitu kegiatan
memimpin, mengatur, menggerakkan, dan memanfaatkan factor-faktor sumberdaya
yang sudah direncanakan. Administrator juga harus mempunyai kecakapan yang
dibatasi factor-faktor sebagai berikut:
a.
Dispilin sosial
b.
Pengetahuan ilmiah
c.
Sistem komunikasi.
d.
Qtechnical know-how
e.
Prestasi administrasi
f.
Peraturan hukum.
Dalam hal
ini, administrasi membutuhkan efisiensi kerja yang berindikator pada
keteraturan kerja dan keberhasilan dalam mencapai tujuan yang menjadi keputusan
pegawai.
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Administrasi negara erat kaitannya dengan manajemen, organisasi dan government. Ketiga hal tersebut
termasuk di dalam roda suatu entitas yang menjalankan tugas dan fungsinya
melalui sebuah wadah yaitu organisasi. Adapun manajemen sebagai alat yang
ditinjau dari 3 aspek yaitu: sebagai proses, sebagai sudut fungsional dan
sebagai sudut institusional. Administrasi berwujud kegiatan kelompok manusia yang
bersifat kerjasama dengan menitikberatkan pengamatannya pada perilaku
manusia-manusia yang melakukan kerja sama tersebut. Adanya penerapan otoritas
yang dilakukan oleh pejabat pemerintahan dan lebih menitikberatkan pada
kekuasaan dan administrasi publik merupakan implementasi atau penerapan
kebijakan umum guna mencapai tujuan administrasi yang memberikan pelayanan
sebaik-baiknya kepada publik.
3.2. Saran
Untuk
pembaca: semoga pembaca dapat menambah pengetahuannya tentang hubungan
administrasi negara dengan manajemen, organisasi dan government.
Peneliti : Kepad peneliti atau penulis
mengenai hubungan administrasi negara dengan manajemen,organisasi dan
government agar mengkaji lebih dalam lagi mengenai administrasi di pemerintahan
dari sudut pandang teori para ahli.
DAFTAR PUSTAKA
Arif, Mirrian Sjofjan.
2015. Organisasi dan Manajemen, Cetakan Kedua. Universitas Terbuka. Jakarta.
Handayaningrat, Soewarno. 2013. Pengantar Studi Ilmu Administrasi dan Manajemen.
Salemba Empat. Jakarta.
Dale, Ernest. (1975). Organization. Bombay: Taraporevala Sons.
No comments:
Post a Comment