Wednesday, September 20, 2017

MATERI AKUNTANSI
(MAKALAH)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Dalam setiap kegiatan ekonomi pasti semua berkaitan dengan biaya yang digunakan untuk memperoleh sesuatu yang dibutuhkan dalam operasional perusahaan dan pada akhirnya akan dihitung berapa besarnya biaya yang digunakan perusahaan. Jika lebih besar dari laba maka perusahaan akan mengalami kerugian. Biaya juga perlu dianalisis dan dianggarkan dengan baik sehingga efektifitas dan efisien dapat tercapai. Hal ini berkaitan pula dengan konsep pemahaman biaya yang diperlukan analisis dan berhati-hati terhadap karakteristik biaya karena ada komponen atau elemen lain yang tidak termasuk elemen biaya. Dengan pemahaman seperti ini, transaksi yang berkaitan dengan biaya dapat dengan mudah diidenifikasi sehingga dapat disajikan dengan benar di dalam laporan keuangan.
Biaya (cost) adalah pengorbanan sumber ekonomi yang dinilai dalam satuan uang, yang telah terjadi atau yang secara potensial akan terjadi, untuk mencapai tujuan tertentu. Dapat berbentuk biaya pengeluaran atau suatu biaya oportunitas (opportunity cost). Di dalam akuntansi, yang dimaksud biaya adalah aliran sumber daya yang dihitung dalam satuan moneter yang dikeluarkan untuk membeli atau membayar persedian, jasa, tenaga kerja, produk, peralatan, dan barang lainnya yang digunakan untuk keperluan bisnis atau kepentingan lainnya.
Didalam pembahasan makalah ini akan membahas tentang cost sebagai dasar pencatatan nilai dalam akuntansi pada tahap pembebanan. Konsep yang melandasi hal ini adalah konsep upaya dan hasil (efforts and accomplishment). Dari hal ini, konsep cost dapat dipisah menjadi dua hal yaitu: cost yang masih menjadi potensi jasa (melekat pada aktiva), dan cost yang potensi jasanya dianggap sudah habis dalam rangka menghasilkan pendapatan. Pembebanan cost atau periode akuntansi didasarkan pada kriteria penentuan habisnya manfaat cost tersebut. Hal ini tentu berkaitan dengan biaya (expenses). Dalam makalah ini akan mengutip tentang masalah manfaat cost yang disebut biaya.
1.2  Rumusan Masalah
  1. Apa pengertian biaya menurut para ahli, Ikatan Akuntan Indonesia dan FASB?
  2. Apa sajakah klasifikasi biaya dalam akuntansi?
  3. Bagaimana pengukuran dan pengakuan biaya?
1.3  Tujuan
Penulisan makalah tentang biaya ini bertujuan untuk mengetahui pengertian biaya menurut IAI, FASB dan para ahli, mengenai klasifikasi biaya, pengukuran dan pengakuan biaya serta untuk mengetahui hubungan sebab akibat dalam konsep perbandingan biaya.
1.4  Manfaat
Dengan mengetahui apa itu biaya, klasifikasinya, pengukuran dan pengakuan serta hubungan sebab akibat dalam konsep biaya perbandingan biaya, maka pembaca dapat memahami secara menyeluruh tentang biaya beserta konsepnya di dalam dunia nyata khususnya di perusahaan atau ketika membuka suatu usaha. Dan hal ini dapat membantu para pelaku usaha dalam mengelola kegiatan operasional perusahaanya karena biaya merupakan suatu hal yang penting dalam roda kegiatan perusahaan. Biaya terlalu besar dan tidak diimbangi dengan laba yang diperoleh maka perusahaan dapat rugi. Oleh sebab itu, perlunya analisis dan pemahaman yang baik tentang pengelolaan biaya serta pengendaliannya.
2.1. Pengertian Biaya
   Objek dari akuntansi biaya adalah biaya itu sendiri, ini dapat dilihat dari definisi biaya yang dikemukakan oleh para ahli. Biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses produksi, yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi. Biaya terbagi menjadi dua, yaitu biaya eksplisit dan biaya implisit. Biaya eksplisit adalah biaya yang terlihat secara fisik, misalnya berupa kas. Sementara itu, yang dimaksud dengan biaya implisit adalah biaya yang tidak terlihat secara langsung, misalnya biaya kesempatan dan penyusutan barang modal.           
 Menurut Hansen Mowen (2000:38) yang dialihbahasakan oleh Ancella A. Hermawan, mendefinisikan biaya sebagai “kas atau nilai ekuivalen kas yang dikorbankan untuk barang atau jasa yang diharapkan membawa keuntungan masa ini dan masa datang untuk organisssi.
Di sisi lain, Carter dan Usry (2004:29) biaya didefinisikan sebagai “Nilai tukar, pengeluaran, pengorbanan untuk memperoleh manfaat”.            
Menurut Bastian, dkk. (2006:4) biaya adalah “pengorbanan sumber ekonomis yang diukur dalam satuan uang yang telah terjadi atau kemungkinan akan terjadi untuk mencapai tujuan tertentu”.           
 Dalam akuntansi, yang dimaksud dengan biaya adalah aliran sumber daya yang dihitung dalam satuan moneter yang dikeluarkan untuk membeli atau membayar persediaan, jasa, tenaga kerja, produk, peralatan, dan barang lainnya yang digunakan untuk keperluan bisnis atau kepentingan lainnya.             Berdasarkan definisi-definisi di atas biaya adalah pengorbanan yang dilakukan oleh perusahaan untuk mendapatkan laba yang maksimal dimasa yang akan datang.            
Sampai saat ini banyak orang yang terjebak dalam kata-kata biaya (cost) dan beban (expense) yang digunakan dalam akuntansi. Dalam akuntansi terdapat perbedaan yang mendasar antara dua kata tersebut.             Biaya (cost) merupakan bahan olah dasar akuntansi (pengukuran yang dilekatkan pada suatu objek cost). Dengan pengertian tersebut semua objek yang dapat diukur merupakan objek cost,dan hasil pengukuran tersebutlah yang disebut cost.            
Biaya merupakan harga yang dibayarkan untuk mendapatkan, menghasilkan, atau memelihara barang atau jasa. Misalnya harga-harga yang dibayarkan untuk bahan, tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik.             Beban (expense) adalah “penurunan manfaat ekonomi selama satu periode dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanaman modal”.            
Beban merupakan hasil dari penggunaan sebuah aktiva, misalnya penyusutan, beban juga lebih banyak diterapkan terhadap hal-hal rutin, misalnya beban gaji. Biaya adalah upaya yang dilakukan untuk mendapatkan pendapatan (hasil). Sedangkan kata beban tidak selaras dengan konsep upaya dan hasil, karena beban mempunyai makna akan sesuatu yang harus ditanggung  seakan-akan pendapatan didapat dahulu, dan karena mendapatkan pendapatan tersebut kita harus menanggung beban.
2.2. Karakteristik Biaya
Dari berbagai sumber dapat di tarik kesimpulan bahwa terdapat dua karakteristik penting yang melekat pada makna biaya yaitu:
·         Aliran keluar atau penurunan aset yaitu biaya dapat terjadi ketika terjadinya pengeluaran kas untuk membiaya pengeluaran perusahaan dan ketika terjadinya penuruman atau penyusutan aktiva tetap perusahaan.
·         Akibat kegiatan yang membentuk operasi utama yang berkelanjutan artinya biaya merupakan akibat dari terjadinya suatu kegiatan yang membentuk operasi utama yang berkelanjutan didalam perusahaan. Setiap ada kegiatan pasti ada biaya yang dikeluarkan untuk memenuhi kegiatan tersebut
Karakteristik pendukung:
·         Kenaikan kewajiban
·         Penurunan ekuitas
·         Aliran fisis
2.3. Klasifikasi Biaya
Akuntansi biaya menghasilkan biaya untuk memenuhi pencapaian tujuan antara lain penentuan harga pokok, perencanaan dan pengendalian biaya serta pengambilan keputusan, maka dari itu penyajian biaya diklasifikasikan dengan tepat sangat diperlukan agar data yang dihasilkan akurat sebab informasi tersebut diperlukan untuk tindak lanjut dalam melaksanakan kegitan perusahaan dalam mengevaluasi serta melakukan perbaikan dimasa yang akan datang.             
Pada akuntansi biaya, umumnya penggolongan biaya ditentukan atas dasar tujuan yang akan dicapai dengan penggolongan tersebut, karena pada akuntansi biaya dikenal konsep different costs for different purposes, yang artinya biaya yang berbeda digunakan untuk kepentingan yang berbeda pula. Pada dasarnya klasifikasi biaya adalah preses pengelompokan biaya atas keseluruhan elemen biaya secara sistematis ke dalam golongan-golongan tertentu yang lebih rinci yang bertujuan memberikan informasi biaya yang lebih lengkap bagi manajemen dalam mengelola perusahaan. Berikut adalah klasifikasi biaya, yakni :



2.3.1.Klasifikasi Biaya sesuai dengan Fungsi Pokok dari Kegiatan / Aktivitas  
         Perusahaan
Fungsi pokok dari kegiatan perusahaan-perusahaan dapat digolongkan ke dalam :
a.       Fungsi Produksi, yaitu fungsi yang berhubungan dengan kegiatan pengolahan bahan baku menjadi produk selesai yang siap untuk dijual.
b.      Fungsi Pemasaran, yaitu fungsi yang berhubungan dengan kegiatan penjualan produk selesai yang siap dijual dengan cara yang memuaskan pembeli dan dapat memperoleh laba sesuai yang diinginkan perusahaan sampai dengan pengumpulan kas dari hasil penjualan.
c.       Fungsi Administrasi dan Umum, adalah fungsi yang berhubungan dengan kegiatan penentuan kebijaksanaan, pengarahan, dan pengawasan kegiatan perusahaan secara keseluruhan agar dapat berhasil guna dan berdaya guna.
d.      Fungsi Keuangan, yaitu fungsi yang berhubungan dengan kegiatan keuangan atau penyediaan dana yang diperlukan perusahaan.
Atas fungsi tersebut diatas, biaya dapat dikelompokan menjadi :
a.       Biaya Produksi, yaitu semua biaya yang berhubungan dengan fungsi produksi atau kegiatan pengolahan bahan baku menjadi produk jadi. Biaya produksi digolongkan ke dalam:
·         Biaya bahan baku, yaitu biaya untuk membeli barang yang akan diproses atau diolah menjadi produk selsai, atau barang yang akan merupakan bagian dari produk selesai.
·         Biaya tenaga kerja, adalah  balas jasa yang akan diberikan kepada karyawan pabrik yang telah memberikan jasa kepada perusahaan.
·         Biaya overhad pabrik, adalah biaya produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung, seperti biaya bahan penolong, penyusutan aktiva tetap, dan tenaga kerja tidak langsung.
b.      Biaya Pemasaran, yaitu biaya dalam rangka penjualan produk selesai sampai dengan pengumpulan piutang menjadi kas. Biaya ini meliputi biaya untuk melaksanakan fungsi penjualan, fungsi pergudangan produk selesai, fungsi pengepakan dan pengiriman, fungsi advertensi, fungsi pemberian kredit dan pengumpulan piutang, dan fungsi pembuatan faktur atau administrasi penjualan.
c.       Biaya Administrasi dan Umum, yaitu semua biaya yang berhubungan dengan fungsi administrasi dan umum. Biaya ini terjadi dalam rangka penentuan kebijaksanaan, pengarahan, dan pengawasan kegiatan perusahaan secara keseluruhan. Termasuk biaya ini adalah biaya gaji pimpinan perusahaan, personalia, sekretariat, akuntansi, dan sebagainya.
d.      Biaya Keuangan, adalah semua biaya yang terjadi dalam melaksanakan fungsi keuangan, misalnya biaya bunga.
2.3.2. Klasifikasi Biaya sesuai dengan Periode Akuntansi di mana Biaya akan
         Dibebankan
Untuk dapat menggolongkan biaya sesuai dengan periode akuntansi dimana biaya dibebankan, lebih dahulu perlu dibahas penggolongan pengeluaran, dimana penggolongan pengeluaran akan berhubungan dengan kapan pengeluaran tersebut akan menjadi biaya. Penggolongan pengeluaran adalah sebagai berikut :
a.       Pengeluaran Modal (Capital Expenditure), yaitu pengeluaran yang akan dapat memberikan manfaat pada beberapa periode akuntansi atau pengeluaran yang akan dapat memberikan manfaat pada periode akuntansi yang akan datang. Pada saat terjadinya pengeluaran ini dikapitalisasi ke dalam harga perolehan kativa, dan diperlakukan sebagai biaya pada periode akuntansi yang menikmati manfaatnya.
b.      Pengeluaran Penghasilan (Revenues Expenditure), yaitu pengeluaran yang akan memberikan manfaat hanya pada periode akuntansi dimana pengeluaran terjadi. Umumnya pada saat terjadinya pengeluaran langsung deperlakukan ke dalam biaya, atau tidak dikapitalisasi sebagai aktiva
2.3.3. Klasifikasi Biaya sesuai dengan Tendensi Perubahannya terhadap         
          Aktivitas atau kegiatan atau volume.
Penggolongan biaya sesuai dengan tendensi perubahannya terhadap aktivitas terutama untuk tujuan perencanaan dan pengendaliaan biaya serta pengambilan keputusan. Tendensi perubahan biaya terhadap kegiatan dapat dikelompokkan manjadi :
a.       Biaya Tetap (Fixed Cost)
Biaya tetap memiliki karakteristik sebagai berikut :
(1)   Biaya yang jumlah totalnya tetap konstan tidak dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan atau aktivitas sampai dengan tingkatan tertentu.
(2)   Pada biaya tetap, biaya satuan (unit cost) akan berubah berbanding terbalik dengan perubahan volume kegiatan, semakin tinggi volume kegiatan semakin rendah biaya satuan, semakin rendah volume kegiatan semakin tinggi biaya satuan.
b.      Biaya Variabel (Variabel Cost)
Biaya variabel memiliki karakteristik sebagai berikut :
(1)   Biaya yang jumlah totalnya akan berubah secara sebanding dengan perubahan volume kegiatan, semakin besar volume kegiatan semakin tinggi jumlah total biaya variabel begitu juga sebaliknya.
(2)   Pada biaya variabel, biaya satuan tidak dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan, jadi biaya satuan konstan.
c.       Biaya Semi Variabel
Biaya semi variabel memiliki karakteristik sebagai berikut :
(1)   Biaya yang jumlah totalnya akan berubah sesuai dengan perubahan volume kegiatan, akan tetapi sifat perubahannya tidak sebanding. Semakin tinggi volume kegiatan semakin besar jumlah biaya total, semakin rendah volume kegiatan semakin rendah biaya, tetapi perubahannya tidak sebanding.
(2)   Pada biaya semi variabel, biaya satuan akan berubah terbalik dihubungkan dengan perubahan volume kegiatan tetapi sifatnya tidak sebanding. Sampai dengan tingkatan kegiatan tertentu semakin tinggi volume kegiatan semakin rendah biaya satuan, semakin rendah volume kegiatan semakin tinggi biaya satuan.
2.3.4. Klasifikasi Biaya sesuai dengan Obyek atau Pusat biaya yang Dibiayai
Di dalam perusahaan obyek atau pusat biaya dapat dihubungkan dengan produk yang dihasilakn, department-department yang ada dalam pabrik, daerah pemasaran, bagian-bagian dalam organisasi yang lain atau bahkan individu. Penggolongan biaya atas dasar obyek atau pusat biaya dibagi menjadi :
a.       Biaya Langsung (Direct Cost), adalah biaya yang terjadinya atau manfaatnya dapat diidentifikasikan kepada obyek atau pusat biaya tertentu.
b.      Biaya Tidak Langsung, adalah biaya yang terjadinya atau manfaatnya tidak dapat diidentifikasikan pada obyek atau pusat biaya tertentu, atau biaya yang manfaatnya dinikmati oleh beberapa obyek atau pusat biaya.
2.3.5. Klasifikasi Biaya untuk Tujuan Pengendalian Biaya
Untuk pengendalian biaya informasi biaya yang ditujukan kepada manajemen dikelompokan ke dalam :
a.       Biaya Terkendalikan (Controllable Cost), yaitu biaya yang secara langsung dapat dipengaruhi oleh seorang pimpinan tertentu dalam jangka waktu tertentu.
b.      Biaya Tidak Terkendalikan (Uncontrollable Cost), yaitu biaya yang tidak dapat dipengaruhi oleh seorang pimpinan / pejabat tertentu berdasar wewenang yang dia miliki atau tidak dapat dipengaruhi oleh seorang pejabat dalam jangka waktu tertentu.
2.3.6. Klasifikasi Biaya sesuai dengan Tujuan Pengambilan Keputusan
Untuk tujuan pengambilan keputusan oleh manajemen data biaya dikelompokan di dalam :
a.       Biaya Relevan (Relevant Cost), adalah biaya yang akan mempengaruhi pengambilan keputusan, oleh karena itu biaya tersebut harus diperhitungkan di dalam pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan dapat berupa pemilihan dua alternatif atau pemilihan lebih dari dua alternatif.
b.      Biaya Tidak Relevan (Irrelevant Cost), adalah biaya yang tidak mempengaruhi pengambilan keputusan, oleh karena itu biaya ini tidak perlu diperhitungkan atau dipertimbangkan dalam proses pengambilan keputusan.

BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Biaya adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk suatu proses produksi, yang dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi. Biaya terbagi menjadi dua, yaitu biaya eksplisit dan biaya implisit. Klasifikasi lainnya yaitu: klasifikasi biaya sesuai dengan fungsi pokok dari kegiatan / aktivitas ,  klasifikasi biaya sesuai dengan periode akuntansi di mana biaya akan dibebankan, klasifikasi biaya sesuai dengan tendensi perubahannya terhadap aktivitas atau kegiatan atau volume, klasifikasi biaya sesuai dengan obyek atau pusat biaya yang dibiayai, klasifikasi biaya untuk tujuan pengendalian biaya perusahaan, klasifikasi biaya sesuai dengan tujuan pengambilan keputusan.
3.2  Saran
Semoga makalah ini dapat menambah wawasan pembaca tentang biaya dan dapat menerapkan pengetahuan ini di dunia kerja maupun di bangku kuliah dan jika ada penulis lain yang melakukan penelitian dapat menambah objeknya yaitu hubungan antara biaya dan pendapatan.

DAFTAR PUSTAKA

Supriyono, Akuntansi Biaya : Pengumpulan Biaya dan Penentuan harga Pokok, BPFE, Yogyakarta, 2013, Edisi 2.
Islahuzzaman, Istilah-Istilah AKuntansi Auditing. 2012.  Jakarta: Bumi Aksara



No comments:

Post a Comment

Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unmul

Pada awalnya berdirinya, 28 September 1962, UNMUL hanya memiliki satu fakultas, yaitu Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan....